Gambar Ilustrasi AI

Green Marketing dan Inovasi Tingkatkan Kinerja Pemasaran Bisnis Kuliner di Duta Mall Palangka Raya

Penerapan green marketing yang didukung inovasi terbukti meningkatkan kinerja pemasaran usaha makanan dan minuman di Duta Mall Palangka Raya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Noorjaya Nahan dan Abdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Volume 4 Nomor 5 Tahun 2024 ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran ramah lingkungan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan dan daya saing bisnis, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi produk, layanan, dan proses bisnis yang semakin memperkuat performa pemasaran. Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan dan berkembangnya tren bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku konsumen mengalami perubahan yang signifikan. Masyarakat semakin memperhatikan bagaimana sebuah perusahaan menjalankan usahanya, mulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengurangan limbah plastik, hingga komitmen terhadap keberlanjutan. Kondisi ini mendorong pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman, untuk tidak hanya bersaing melalui kualitas produk dan harga, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Di sisi lain, persaingan bisnis kuliner di pusat perbelanjaan semakin ketat. Setiap tenant harus mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda agar dapat menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama. Oleh karena itu, green marketing kini berkembang menjadi strategi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga menjadi sumber inovasi dan keunggulan kompetitif.

Duta Mall Palangka Raya Menjadi Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan pada pelaku usaha makanan dan minuman di Duta Mall Palangka Raya, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Tengah yang menjadi tempat beroperasinya puluhan tenant kuliner dengan berbagai konsep usaha.

Noorjaya Nahan dan Abdi meneliti bagaimana green marketing memengaruhi kinerja pemasaran, serta apakah inovasi berperan sebagai faktor yang memperkuat hubungan tersebut.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 50 pelaku usaha makanan dan minuman sebagai responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sebelum dilakukan pengujian hubungan antarvariabel, seluruh instrumen penelitian telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas sehingga hasil penelitian dinilai dapat dipercaya.

Analisis deskriptif menunjukkan bahwa seluruh variabel memperoleh nilai rata-rata di atas empat pada skala lima poin. Green marketing memperoleh skor rata-rata 4,18, inovasi 4,24, dan kinerja pemasaran 4,20, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah menerapkan praktik bisnis berkelanjutan sekaligus melakukan inovasi dalam menjalankan usahanya.

Green Marketing Mendorong Inovasi Bisnis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, dengan koefisien sebesar 0,724.

Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku usaha yang menerapkan strategi pemasaran ramah lingkungan cenderung lebih inovatif dalam mengembangkan produk, memperbaiki proses pelayanan, menciptakan kemasan yang lebih ramah lingkungan, serta memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan kepada konsumen.

Menurut peneliti, orientasi terhadap lingkungan mendorong pelaku usaha untuk terus mencari cara baru dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, sehingga inovasi menjadi bagian alami dari strategi bisnis berkelanjutan.

Inovasi Tingkatkan Kinerja Pemasaran

Selain meningkatkan inovasi, penelitian juga menemukan bahwa inovasi secara langsung memberikan dampak positif terhadap kinerja pemasaran.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Green marketing berpengaruh positif terhadap inovasi dengan koefisien 0,724.
  • Inovasi meningkatkan kinerja pemasaran dengan koefisien 0,512.
  • Green marketing secara langsung meningkatkan kinerja pemasaran dengan koefisien 0,371.
  • Inovasi menjadi mediator parsial, sehingga green marketing memberikan hasil yang lebih besar ketika diikuti inovasi yang nyata.

Penelitian juga menunjukkan bahwa green marketing dan inovasi secara bersama-sama mampu menjelaskan 68,1 persen variasi kinerja pemasaran. Artinya, kedua faktor tersebut menjadi penentu utama keberhasilan pemasaran usaha makanan dan minuman yang menjadi objek penelitian.

Dalam penelitian ini, kinerja pemasaran diukur melalui beberapa indikator utama, yaitu:

  • pertumbuhan penjualan;
  • pertumbuhan jumlah pelanggan;
  • peningkatan profitabilitas;
  • posisi pasar; dan
  • visibilitas merek (brand visibility).

Konsumen Semakin Menghargai Bisnis Ramah Lingkungan

Penelitian menunjukkan bahwa praktik bisnis yang memperhatikan aspek lingkungan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta komunikasi mengenai komitmen lingkungan memberikan citra positif bagi perusahaan. Citra tersebut menjadi pembeda di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif.

Namun, peneliti menegaskan bahwa green marketing tidak cukup hanya menjadi slogan promosi. Strategi tersebut harus diwujudkan melalui inovasi nyata, seperti pengembangan menu baru, peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi proses operasional, penggunaan bahan baku lokal, hingga kreativitas dalam pemasaran digital. Dengan demikian, pelanggan dapat merasakan langsung manfaat dari komitmen lingkungan yang dijalankan perusahaan.

Rekomendasi bagi Pelaku Usaha

Berdasarkan hasil penelitian, Noorjaya Nahan dan Abdi memberikan sejumlah rekomendasi kepada pelaku usaha makanan dan minuman, antara lain:

  • memperluas penggunaan kemasan yang ramah lingkungan;
  • mengurangi penggunaan plastik sekali pakai;
  • mengembangkan menu inovatif berbahan baku lokal;
  • meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional;
  • memanfaatkan media digital untuk mengampanyekan keberlanjutan;
  • menerapkan program pengelolaan limbah dan kemasan yang dapat digunakan kembali;
  • melakukan evaluasi berkala terhadap pertumbuhan penjualan, pelanggan, profitabilitas, dan visibilitas merek; serta
  • menjadikan green marketing sebagai strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar materi promosi.

Peneliti juga menyarankan agar pengelola pusat perbelanjaan memberikan dukungan berupa sistem pengelolaan sampah bersama, penyelenggaraan kampanye lingkungan, serta promosi kolaboratif bagi tenant yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.

Perspektif Penulis

Menurut Noorjaya Nahan dan Abdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya, green marketing akan memberikan manfaat terbesar ketika menjadi pendorong lahirnya inovasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran ramah lingkungan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai strategi komunikasi, tetapi menjadi dasar dalam mengembangkan produk, pelayanan, proses operasional, kemasan, dan pengalaman pelanggan secara berkelanjutan. Integrasi antara green marketing dan inovasi diyakini mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat tanggung jawab lingkungan perusahaan.

Dampak bagi Dunia Usaha

Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola pusat perbelanjaan, pemerintah daerah, maupun pembuat kebijakan di bidang ekonomi kreatif.

Bagi pelaku usaha, penelitian ini membuktikan bahwa investasi pada praktik bisnis ramah lingkungan dapat memberikan keuntungan nyata berupa peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan citra merek. Sementara bagi pemerintah, hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan usaha berkelanjutan melalui pelatihan, insentif, maupun penyediaan infrastruktur pendukung.

Seiring meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan, integrasi antara green marketing dan inovasi diperkirakan akan menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan daya saing bisnis kuliner di Indonesia.

Profil Penulis

Noorjaya Nahan merupakan akademisi dan peneliti pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya. Bidang keahliannya meliputi manajemen pemasaran, green marketing, inovasi bisnis, kewirausahaan, strategi pemasaran berkelanjutan, dan pengembangan usaha kecil dan menengah. Penelitian ini dilakukan bersama Abdi, yang juga merupakan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya dengan fokus penelitian pada kinerja pemasaran, inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis berkelanjutan.

Sumber Penelitian