Pengaruh PDRB, Penanaman Modal Asing, dan Tingkat Pengangguran terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah Tahun 2020-2024

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Asing Jadi Kunci Utama Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan oleh Rossalien Umaiya dan Wenny Restikasari, dua peneliti dari Universitas Negeri Surabaya dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan yang mampu mengubah peningkatan produksi ekonomi menjadi peluang kerja nyata bagi masyarakat.

Latar Belakang: Menghubungkan Ekspansi Ekonomi dengan Kesempatan Kerja
Pembangunan ekonomi daerah pada hakikatnya tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai produksi, tetapi juga memastikan kapasitas wilayah dalam menyerap angkatan kerja. Di Jawa Tengah, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja sempat mengalami dinamika yang kompleks. Pada masa awal pemulihan pascapandemi, peningkatan aktivitas ekonomi belum sepenuhnya diimbangi oleh perluasan kesempatan kerja yang setara, sebuah fenomena yang dikenal sebagai jobless growthSeiring berjalannya waktu, pola tersebut bergeser menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih mampu mengakomodasi tenaga kerja. Kendati demikian, pimpinan daerah dan pembuat kebijakan membutuhkan kepastian empiris mengenai sejauh mana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi asing, dan tingkat pengangguran memengaruhi daya serap pasar kerja lokal.

Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk menguji hubungan antarvariabel tersebut, para peneliti memanfaatkan data sekunder resmi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah untuk kurun waktu 2020–2024.
  • Indikator yang Diteliti: Penyerapan tenaga kerja diukur menggunakan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Faktor penentu yang diuji meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
  • Cakupan Wilayah: Analisis mencakup data panel dari 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
  • Metode Analisis: Pengujian statistik dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model efek tetap (Fixed Effect Model) untuk mengontrol perbedaan karakteristik antardaerah yang bersifat konstan.
Temuan Utama: Output Regional dan Modal Asing Dorong Peluang Kerja

Hasil estimasi statistik mengonfirmasi bahwa pertumbuhan output ekonomi dan masuknya modal asing memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerjaBerikut ringkasan temuan utama riset ini:

  • Produk Domestik Regional Bruto (PDRB): PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja (koefisien = 0,2833; p = 0,0005). Setiap peningkatan aktivitas produksi daerah secara langsung mendorong perusahaan membuka kesempatan kerja baru.
  • Penanaman Modal Asing (PMA): Investasi asing terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap daya serap tenaga kerja (koefisien = 0,0030; p = 0,0398). Masuknya modal luar negeri memperluas skala industri sekaligus memicu dampak ganda (multiplier effect) pada rantai pasok lokal.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Pengangguran menunjukkan arah hubungan negatif terhadap penyerapan tenaga kerja, namun nilainya tidak signifikan secara statistik (koefisien = -0,0029; p = 0,8828). Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan angka pengangguran secara mandiri belum memadai untuk menjelaskan variasi penyerapan tenaga kerja.
  • Daya Jelaskan Model: Secara bersama-sama, PDRB, PMA, dan TPT mampu menjelaskan 65,60% variasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah (Adjusted R-squared = 0,6560; F-statistic p = 0,0000).
Implikasi Kebijakan dan Dampak Nyata
Temuan riset ini memberikan landasan evaluasi bagi para pemangku kepentingan dan perancang kebijakan publik:
  • Mendorong Investasi Padat Karya: Mengingat PMA berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja, pemerintah daerah perlu mengarahkan insentif investasi pada sektor-sektor padat karya seperti industri tekstil, garmen, dan pengolahan.
  • Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Peningkatan PDRB harus diarahkan agar tidak hanya bertumpu pada sektor padat modal atau teknologi tinggi semata, melainkan juga memperluas sektor bernilai tambah yang melibatkan banyak pekerja.
  • Penyelarasan Keterampilan Kerja: Pengaruh pengangguran yang tidak signifikan mengindikasikan adanya ketidaksesuaian keterampilan (mismatch) antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan industri. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan menjadi agenda penting untuk menjembatani celah tersebut.
Profil Penulis
Rossalien Umaiya, S.E. Universitas Negeri Surabaya. Bidang Keahlian: Ekonomi Pembangunan, Perencanaan Regional, dan Ekonometrika Terapan.
Wenny Restikasari, S.E., M.SEI. Universitas Negeri Surabaya. Bidang Keahlian: Makroekonomi, Ekonomi Ketenagakerjaan, dan Kebijakan Publik Daerah.

Sumber Penelitian
Rossalien Umaiya, Wenny Restikasari. The Effect of GRDP, Foreign Investment, and Unemployment Rate on Labor Absorption in Central Java in 2020-2024. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 7, hal. 1523–1536
DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i7.78
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar