Created by AI

FORMOSA NEWS - JAMBI – Model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) terbukti mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika sekaligus membangun sikap positif siswa terhadap mata pelajaran matematika. Temuan ini dipublikasikan oleh Syaiful, Puspayanti, dan Khairul Anwar dari Universitas Jambi dalam International Journal of Educational and Psychological Sciences (IJEPS) Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026. Penelitian ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa pembelajaran yang menekankan diskusi, kerja sama, dan pemahaman konsep dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Kemampuan memecahkan masalah matematika merupakan salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan pada abad ke-21. Namun, di berbagai sekolah, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi soal-soal kontekstual atau persoalan yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi. Tidak sedikit siswa yang mampu menghafal rumus, tetapi mengalami hambatan ketika harus menerapkan konsep tersebut pada situasi nyata.

Kondisi tersebut mendorong tim peneliti Universitas Jambi untuk menguji efektivitas Conceptual Understanding Procedures (CUPs), yaitu model pembelajaran berbasis konstruktivisme yang mengajak siswa membangun sendiri pemahaman melalui diskusi kelompok, berbagi ide, serta menyelesaikan masalah secara kolaboratif.

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 11 Kota Jambi pada siswa kelas VII dengan melibatkan 69 peserta didik. Penelitian menggunakan desain quasi experiment yang membandingkan dua kelompok pembelajaran. Sebanyak 35 siswa mengikuti pembelajaran menggunakan model CUPs sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 34 siswa lainnya belajar menggunakan metode diskusi konvensional sebagai kelompok kontrol.

Untuk mengukur hasil pembelajaran, peneliti memberikan tes kemampuan pemecahan masalah matematika sebelum dan sesudah pembelajaran. Selain itu, siswa juga mengisi angket untuk mengetahui sikap mereka terhadap pembelajaran matematika menggunakan model CUPs.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan model CUPs.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Rata-rata skor peningkatan (gain score) kelompok CUPs mencapai 7,69, lebih tinggi dibanding kelompok konvensional yang hanya 5,56.

  • Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen mencapai 34,29, sedangkan kelompok kontrol hanya 27,06.

  • Uji statistik menunjukkan perbedaan tersebut sangat signifikan (p < 0,001), yang berarti peningkatan kemampuan siswa bukan terjadi secara kebetulan.

  • Sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran menggunakan CUPs, terutama pada aspek keterlibatan aktif, kerja sama, dan kenyamanan belajar matematika.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis diskusi konseptual membantu siswa memahami persoalan matematika secara lebih mendalam daripada sekadar menghafal prosedur penyelesaian soal.

Dalam praktiknya, model CUPs menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan siswa bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri atas anggota dengan kemampuan berbeda. Mereka diminta mendiskusikan suatu persoalan, merumuskan strategi penyelesaian, mempertahankan alasan yang digunakan, kemudian mengevaluasi hasil bersama.

Pendekatan seperti ini membuat siswa tidak hanya mencari jawaban yang benar, tetapi juga memahami mengapa suatu langkah penyelesaian dipilih. Aktivitas diskusi dan argumentasi tersebut mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi soal matematika.

Penelitian juga menunjukkan bahwa model CUPs memberikan dampak positif terhadap aspek afektif atau sikap siswa. Banyak peserta didik mengaku lebih menikmati pembelajaran matematika karena mereka dapat saling membantu dengan teman satu kelompok, berdiskusi secara terbuka, dan tidak merasa takut melakukan kesalahan.

Menurut peneliti, suasana belajar yang kolaboratif mampu mengurangi kecemasan terhadap matematika yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Ketika siswa merasa aman untuk bertanya dan mengemukakan pendapat, proses pembentukan konsep menjadi lebih efektif.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menyebutkan bahwa pembelajaran berpusat pada siswa mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dibandingkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Model seperti CUPs mendorong siswa mengembangkan kemampuan menganalisis masalah, memilih strategi penyelesaian, mengevaluasi hasil, serta menghubungkan konsep matematika dengan situasi kehidupan sehari-hari.

Meskipun demikian, peneliti mengakui adanya keterbatasan penelitian. Jumlah sampel yang relatif kecil dan hanya berasal dari satu sekolah membuat hasil penelitian masih perlu diuji pada populasi yang lebih luas. Selain itu, terdapat perbedaan nilai awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga penelitian lanjutan disarankan menggunakan metode analisis yang mampu mengontrol perbedaan tersebut, seperti Analysis of Covariance (ANCOVA).

Ke depan, peneliti juga merekomendasikan agar penelitian mengenai model CUPs dikembangkan pada berbagai jenjang pendidikan, melibatkan jumlah peserta yang lebih besar, serta dipadukan dengan teknologi digital maupun kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pendekatan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa.

Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa peningkatan prestasi matematika tidak hanya bergantung pada banyaknya latihan soal, tetapi juga pada bagaimana siswa membangun pemahaman konsep melalui interaksi dan kerja sama. Oleh karena itu, guru matematika disarankan mulai mengintegrasikan model pembelajaran yang lebih aktif seperti CUPs agar siswa tidak sekadar mampu menghitung, tetapi juga mampu memecahkan berbagai persoalan secara sistematis.

Profil Singkat Penulis

Syaiful merupakan akademisi dari Universitas Jambi yang menekuni bidang pendidikan matematika, khususnya pengembangan model pembelajaran, kemampuan berpikir matematis, pemecahan masalah, serta pembelajaran berbasis konstruktivisme. Penelitian ini dilakukan bersama Puspayanti dan Khairul Anwar, yang juga berasal dari Universitas Jambi dan memiliki fokus penelitian pada inovasi pembelajaran matematika.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Increasing Students' Mathematical Problem-Solving Abilities and Attitudes Towards Mathematics Through CUPs Learning Model

Penulis: Syaiful, Puspayanti, Khairul Anwar

Afiliasi: Universitas Jambi

Jurnal: International Journal of Educational and Psychological Sciences (IJEPS)

Volume: 4, Nomor 4 (2026)

DOI: https://doi.org/10.59890/ijeps.v4i4.29

Website Jurnal: https://journalijeps.my.id/index.php/ijeps