Literasi Digital Tingkatkan Minat Berwirausaha Melalui Penguatan Rasa Percaya Diri Generasi Milenial

Ilustrasi by AI

Meskipun generasi milenial di Indonesia sangat akrab dengan teknologi, banyak yang masih kesulitan mengubah aspirasi berwirausaha menjadi bisnis nyata. Penelitian oleh Ifanny Nurleli Agustin, Rita Yuni Mulyanti, dan Budiman Abdulah dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang dilakukan antara November 2025 hingga Maret 2026 menunjukkan bahwa kunci keberhasilan tersebut terletak pada rasa percaya diri pribadi atau efikasi diri. Temuan ini menegaskan bahwa keterampilan digital baru efektif mendorong minat berwirausaha setelah memperkuat keyakinan diri individu atas kemampuan mereka.

Indonesia menghadapi paradoks ekonomi: sekitar 35% generasi muda bercita-cita menjadi pengusaha, namun angka kewirausahaan nasional masih di bawah 4%. Memahami hambatan yang membuat ambisi tersebut tidak terealisasi menjadi hal krusial bagi pembangunan ekonomi nasional, terutama di era ekonomi digital saat ini.

Untuk mengungkap faktor pendorong tersebut, tim peneliti mensurvei 250 responden milenial di Jakarta. Mereka menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia, literasi digital, dan dukungan sosial terhadap niat berwirausaha, serta menguji peran efikasi diri—yakni keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas dan mencapai target—sebagai jembatan penghubung.

Temuan utama penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kewirausahaan:

  • Efikasi Diri sebagai Penentu Utama: Keyakinan individu terhadap kemampuannya sendiri merupakan prediktor terkuat bagi minat untuk memulai bisnis.
  • Literasi Digital Membangun Keyakinan: Literasi digital tidak secara langsung mengubah seseorang menjadi pengusaha, tetapi secara signifikan meningkatkan efikasi diri, sehingga mereka merasa lebih siap menghadapi tantangan bisnis di dunia digital.
  • Jalur Tidak Langsung: Literasi digital mendorong minat berwirausaha melalui penguatan kepercayaan diri calon pengusaha.
  • Dampak Langsung Terbatas: Kualitas sumber daya manusia secara umum dan dukungan sosial eksternal ternyata tidak memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap niat berwirausaha dalam kelompok ini, yang menunjukkan bahwa faktor psikologis internal lebih dominan dibandingkan faktor struktural eksternal.

Hasil ini menyarankan perlunya pergeseran paradigma bagi pendidik dan pembuat kebijakan. Program pelatihan harus melampaui sekadar pengajaran keterampilan teknis digital; fokus utama seharusnya beralih pada inisiatif pemberdayaan yang menumbuhkan kesiapan psikologis dan rasa percaya diri. Para peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta menyimpulkan bahwa jalan menuju peningkatan kewirausahaan pemuda terletak pada pemberdayaan psikologis sama pentingnya dengan penguasaan keterampilan.

Profil Penulis

Studi ini disusun oleh Ifanny Nurleli Agustin, Rita Yuni Mulyanti, dan Budiman Abdulah dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta. Mereka memiliki keahlian dalam manajemen sumber daya manusia, pengembangan literasi digital, dan faktor psikologis yang memengaruhi perilaku kewirausahaan.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Mediating Role of Self-Efficacy in the Effects of Human Resource Quality, Digital Literacy, and Social Support on Entrepreneurial Intention
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: 

    https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.20

Posting Komentar

0 Komentar