Likuiditas Tinggi Belum Tentu Meningkatkan Nilai Perusahaan, Ini Temuan Peneliti Universitas Mercu Buana

Ilustrasi by AI

Jakarta - Perusahaan di sektor basic materials atau bahan baku dasar memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, nilai perusahaan-perusahaan di sektor ini justru mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian terbaru yang dilakukan Diandra Saskia dan Iwan Firdaus dari Universitas Mercu Buana, yang dipublikasikan pada 2026, mengungkap bahwa tingkat likuiditas yang terlalu tinggi tidak selalu berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, kemampuan perusahaan menghasilkan laba menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.

Temuan ini penting bagi investor, manajemen perusahaan, maupun pembuat kebijakan karena menunjukkan bahwa indikator keuangan yang selama ini dianggap sebagai tanda kesehatan perusahaan tidak selalu meningkatkan kepercayaan pasar apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan aset yang produktif.

Sektor Strategis, tetapi Nilai Perusahaan Menurun

Sektor basic materials mencakup berbagai industri yang menjadi fondasi kegiatan manufaktur, seperti logam, besi, aluminium, kertas, kayu, hingga emas. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sangat besar melalui industri manufaktur.

Namun, di balik kontribusi tersebut, para peneliti menemukan fenomena yang menarik. Nilai perusahaan-perusahaan sektor ini mengalami tren penurunan sepanjang periode 2021–2024, meskipun sektor manufaktur tetap menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor keuangan apa yang benar-benar memengaruhi persepsi investor terhadap nilai perusahaan.

Meneliti Hubungan Likuiditas, Struktur Modal, dan Profitabilitas

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti menggunakan data laporan keuangan perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024.

Dari total populasi perusahaan, dipilih 13 perusahaan menggunakan metode purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel untuk melihat pengaruh langsung maupun tidak langsung antara:

  • Likuiditas (Current Ratio/CR)
  • Struktur modal (Debt to Equity Ratio/DER)
  • Profitabilitas (Return on Assets/ROA)
  • Nilai perusahaan (Tobin's Q)

Selain itu, penelitian juga menguji apakah profitabilitas mampu menjadi variabel mediasi antara likuiditas maupun struktur modal terhadap nilai perusahaan.

Profitabilitas Menjadi Penentu Utama Nilai Perusahaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator keuangan memberikan dampak yang sama terhadap nilai perusahaan.

Temuan utamanya meliputi:

  • Likuiditas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
    Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang terlalu tinggi justru cenderung memiliki nilai perusahaan lebih rendah.
  • Struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. 
    Besarnya penggunaan utang ternyata bukan faktor utama yang dipertimbangkan investor.
  • Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
    Semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba, semakin tinggi pula nilai perusahaan di mata pasar.
  • Likuiditas meningkatkan profitabilitas.
    Pengelolaan aset lancar yang baik membantu perusahaan menjalankan operasional secara lebih efisien sehingga laba meningkat.
  • Struktur modal yang lebih tinggi justru menekan profitabilitas.
    Penggunaan utang yang berlebihan meningkatkan beban bunga sehingga mengurangi kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

Profitabilitas Menjadi Penghubung Penting

Penelitian ini juga menemukan bahwa profitabilitas berhasil menjadi variabel mediasi antara likuiditas dan nilai perusahaan.

Artinya, likuiditas tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Dampaknya baru terasa apabila likuiditas tersebut mampu meningkatkan laba perusahaan terlebih dahulu.

Sebaliknya, profitabilitas tidak mampu memediasi hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan. Dengan kata lain, perubahan komposisi utang perusahaan tidak cukup kuat untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan laba.

Mengapa Likuiditas Tinggi Justru Menurunkan Nilai Perusahaan?

Menurut peneliti, kondisi ini dapat dijelaskan dari sudut pandang investor.

Likuiditas yang terlalu tinggi sering kali menunjukkan bahwa perusahaan menyimpan terlalu banyak aset lancar yang belum dimanfaatkan secara produktif. Dana yang seharusnya dapat digunakan untuk ekspansi, investasi, atau meningkatkan efisiensi operasional justru mengendap sebagai kas atau aset lancar lainnya.

Akibatnya, investor dapat menilai bahwa perusahaan kurang optimal dalam mengelola sumber dayanya sehingga prospek pertumbuhan dinilai lebih rendah. Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi dianggap lebih efisien dalam memanfaatkan aset sehingga memperoleh kepercayaan pasar yang lebih besar.

Implikasi bagi Dunia Usaha dan Investor

Temuan penelitian ini memberikan beberapa pelajaran penting.

Bagi manajemen perusahaan, menjaga likuiditas tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan pemanfaatan aset secara produktif agar mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Bagi investor, hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator profitabilitas, khususnya Return on Assets (ROA), layak menjadi pertimbangan utama ketika menilai prospek perusahaan sektor basic materials dibandingkan hanya melihat besarnya kas atau tingkat utang perusahaan.

Sementara itu, bagi pengambil kebijakan dan regulator pasar modal, penelitian ini memperlihatkan bahwa peningkatan efisiensi operasional perusahaan dapat menjadi strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan daya tarik investasi dibandingkan hanya mendorong perubahan struktur pendanaan perusahaan.

Diandra Saskia dan Iwan Firdaus dari Universitas Mercu Buana menyimpulkan bahwa profitabilitas merupakan mekanisme utama yang menghubungkan likuiditas dengan peningkatan nilai perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dianjurkan lebih fokus pada efisiensi pengelolaan aset serta pengendalian biaya operasional agar mampu meningkatkan laba dan pada akhirnya memperkuat kepercayaan investor.

Profil Penulis

Diandra Saskia merupakan peneliti dari Universitas Mercu Buana yang memiliki fokus kajian pada manajemen keuangan, analisis laporan keuangan, struktur modal, profitabilitas, dan nilai perusahaan.

Iwan Firdaus adalah akademisi di Universitas Mercu Buana yang menekuni bidang manajemen keuangan, investasi, tata kelola perusahaan, dan analisis kinerja perusahaan melalui pendekatan kuantitatif.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Liquidity and Capital Structure on Firm Value in Basic Materials Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange, with Profitability as a Mediating Variable
Penulis: Diandra Saskia & Iwan Firdaus
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 7, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i7.9
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar