Lagu dan Rima Bantu Siswa Kelas 1 Kuasai Fonik Lebih Efektif, Guru Beri Penilaian Sangat Positif

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Isabela, Filipina - Belajar membaca tidak harus selalu dilakukan melalui latihan berulang yang membosankan. Penelitian terbaru yang dilakukan Winelyn B. Demonteverde dari Graduate School, Northeastern College, Inc., Santiago City, Filipina, bersama Celso C. Dumalig, menunjukkan bahwa penggunaan lagu dan rima dalam pembelajaran fonik mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperbaiki pelafalan, serta membantu anak-anak kelas 1 memahami hubungan antara huruf dan bunyi. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis musik dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat kemampuan literasi dasar sejak dini.

Kemampuan membaca merupakan fondasi utama bagi keberhasilan belajar anak di sekolah dasar. Salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai siswa kelas awal adalah fonik (phonics), yaitu kemampuan mengenali hubungan antara huruf dan bunyi. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran fonik sering kali dilakukan melalui pengulangan yang monoton sehingga membuat siswa cepat kehilangan minat belajar.

Karena itu, banyak guru mulai memanfaatkan lagu, nyanyian, dan rima sebagai media pembelajaran yang lebih menyenangkan. Ritme dan pengulangan dalam lagu dinilai membantu anak lebih mudah mengingat bunyi huruf, pola kata, hingga meningkatkan kesadaran fonemik, yaitu kemampuan membedakan bunyi-bunyi dalam bahasa. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana persepsi guru terhadap penggunaan strategi tersebut di kelas.

Guru dari Dua Sekolah Dasar Menjadi Responden

Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional dengan melibatkan tujuh guru kelas 1 dari San Lorenzo Ruiz Elementary School dan Arinda Elementary School di Taytay, Rizal, Filipina.

Para guru diminta mengisi kuesioner mengenai pengalaman mereka menggunakan lagu dan rima dalam pembelajaran fonik. Peneliti kemudian menganalisis jawaban tersebut menggunakan statistik deskriptif dan uji hubungan untuk melihat apakah karakteristik guru, seperti usia, jenis kelamin, pengalaman mengajar, dan tingkat pendidikan, berkaitan dengan persepsi mereka terhadap penggunaan lagu dalam pembelajaran.

Lagu Membantu Pelafalan hingga Mengurangi Gangguan di Kelas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru memberikan penilaian yang sangat positif terhadap penggunaan lagu dan rima. Nilai rata-rata keseluruhan mencapai 4,27 dari skala 5, yang termasuk kategori "Strongly Agree" atau sangat setuju.

Beberapa temuan penting penelitian meliputi:

  • Pelafalan siswa meningkat setelah menggunakan lagu dan rima (skor 4,97).
  • Kesadaran fonemik siswa meningkat (skor 4,86).
  • Guru percaya lagu merupakan media pembelajaran fonik yang efektif (skor 4,80).
  • Ketersediaan sumber belajar untuk pembelajaran berbasis musik dinilai cukup baik (skor 4,72).
  • Lagu membantu mengurangi perilaku mengganggu di kelas (skor 4,68).
  • Siswa menjadi lebih termotivasi berlatih fonik di rumah (skor 4,57).
  • Guru juga menyatakan akan terus menggunakan lagu dan rima pada pembelajaran fonik berikutnya (skor 4,44).

Meski demikian, penelitian juga menemukan bahwa penggunaan lagu belum sepenuhnya mampu meningkatkan kelancaran membaca (reading fluency) secara optimal. Aspek ini memperoleh skor paling rendah dibanding indikator lainnya, sehingga masih memerlukan strategi pembelajaran tambahan.

Karakteristik Guru Berpengaruh terhadap Persepsi

Selain mengevaluasi efektivitas lagu dan rima, penelitian juga menemukan bahwa persepsi guru dipengaruhi oleh karakteristik pribadi dan profesional mereka.

Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi guru dengan:

  • jenis kelamin,
  • usia,
  • lama pengalaman mengajar,
  • tingkat pendidikan terakhir.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman profesional maupun latar belakang pendidikan dapat memengaruhi cara guru memanfaatkan pendekatan kreatif dalam pembelajaran fonik. Guru yang lebih muda atau baru mengajar cenderung lebih terbuka terhadap strategi pembelajaran berbasis musik, sedangkan guru yang lebih berpengalaman tetap dapat menerapkannya secara efektif apabila memperoleh pelatihan dan dukungan yang memadai.

Penting bagi Pengembangan Literasi Anak Usia Dini

Penelitian ini memperkuat berbagai studi sebelumnya yang menyatakan bahwa musik memiliki kontribusi penting dalam pengembangan kemampuan membaca anak usia dini.

Lagu dan rima tidak hanya membantu siswa mengenali bunyi huruf, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar, partisipasi kelas, rasa percaya diri, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, pendekatan berbasis musik juga dinilai memberikan manfaat tambahan karena mampu membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami.

Meskipun demikian, peneliti mengingatkan bahwa lagu bukanlah satu-satunya solusi. Guru tetap perlu mengombinasikannya dengan metode fonik lain agar kemampuan membaca lancar dan pemahaman bacaan berkembang secara optimal.

Rekomendasi untuk Sekolah dan Orang Tua

Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberikan sejumlah rekomendasi, di antaranya:

  • Guru kelas 1 disarankan mengintegrasikan lagu dan rima secara rutin dalam pembelajaran fonik.
  • Sekolah perlu menyediakan pelatihan mengenai pembelajaran berbasis musik bagi guru.
  • Orang tua dapat mendukung perkembangan membaca anak dengan menyanyikan lagu fonik dan membaca cerita berima di rumah.
  • Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan mengukur secara langsung dampak lagu terhadap kemampuan membaca siswa.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran membaca tidak selalu harus dilakukan melalui metode konvensional. Dengan memanfaatkan unsur musik yang dekat dengan kehidupan anak, proses belajar dapat menjadi lebih menarik sekaligus mendukung perkembangan literasi sejak usia dini.

Profil Penulis

Winelyn B. Demonteverde merupakan peneliti dari Graduate School, Northeastern College, Inc., Santiago City, Filipina, dengan fokus penelitian pada pendidikan dasar dan pembelajaran literasi awal.

Celso C. Dumalig adalah akademisi dan peneliti yang menjadi penulis korespondensi dalam penelitian ini. Ia berafiliasi dengan Northeastern College, Inc. serta aktif dalam bidang pendidikan dasar, pengajaran fonik, dan pengembangan strategi pembelajaran literasi.

Sumber Penelitian

Judul: Teachers' Perceptions on the Use of Songs and Rhymes in Teaching Phonics to Grade 1 Pupils
Penulis: Winelyn B. Demonteverde & Celso C. Dumalig
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR), Vol. 5 No. 7
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar