Kualitas Produk dan Ulasan Online Pulihkan Niat Beli Konsumen Bika Ambon Ci Mehong Setelah Isu Higienitas Viral


Ilustrasi by AI 

Pengaruh media sosial yang besar membuat industri kuliner lokal sangat rentan terhadap isu reputasi. Ketika narasi negatif atau kekhawatiran terkait keamanan pangan menyebar secara daring, konsumen dapat dengan cepat mengubah penilaian mereka terhadap sebuah merek. Fenomena ini diteliti oleh Made Pradnyan Permana Usadi dan I Komang Oka Permadi, dua peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan pada Juni 2026 di International Journal of Asian Business and Management, kedua peneliti mengkaji bagaimana cara memulihkan niat beli konsumen setelah diterpa isu higienitas yang viral. Studi kasus ini berfokus pada produk kuliner populer, Bika Ambon Ci Mehong, yang sempat menghadapi kritik publik di platform TikTok terkait masalah kebersihan pada awal tahun 2025. Hasil riset ini menjadi sangat penting karena menunjukkan bahwa informasi negatif di internet tidak serta-merta membuat konsumen langsung menolak produk kuliner, melainkan memicu proses reevaluasi psikologis yang berpusat pada pemulihan rasa percaya terhadap merek.

Pentingnya Kepercayaan Diri Merek dalam Krisis Kuliner

Menurut data riset, industri makanan saat ini tidak hanya kompetitif dari segi rasa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh paparan digital dan ulasan konsumen di dunia maya. Ketika kasus higienitas melanda Bika Ambon Ci Mehong, respons konsumen menjadi sangat beragam. Sebagian pelanggan menunjukkan keraguan akibat banyaknya alternatif merek lain, sementara sebagian lainnya tetap memiliki minat beli ulang yang kuat.

Riset ini bertujuan memetakan dinamika tersebut dengan menggunakan kerangka kerja psikologi konsumen Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Melalui pendekatan ini, ulasan konsumen secara daring (online customer review) dan persepsi kualitas produk diposisikan sebagai rangsangan luar (stimulus). Rangsangan tersebut kemudian memengaruhi kondisi psikologis internal konsumen, yakni kepercayaan pada merek (brand trust sebagai organism), yang pada akhirnya menentukan respons perilaku berupa niat untuk membeli kembali (repurchase intention sebagai response).

Metodologi Sederhana Berbasis Data Pengikut Instagram

Penelitian kuantitatif ini dilakukan dalam rentang waktu dua bulan dengan menyasar populasi pengguna media sosial yang aktif.

  • Kriteria Responden: Responden merupakan pengikut (followers) aktif akun Instagram resmi Bika Ambon Ci Mehong yang telah mengetahui produk tersebut dan terpapar oleh informasi atau diskusi terkait isu keamanan pangan yang sempat viral.
  • Jumlah Sampel: Melalui teknik purposive sampling, terkumpul data valid dari 112 responden. Angka ini ditentukan berdasarkan kalkulasi jumlah indikator pertanyaan dalam instrumen penelitian.
  • Teknik Analisis: Data primer yang dikumpulkan via Google Forms dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji keabsahan hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel.

Temuan Utama: Kualitas Produk Jadi Kunci Utama Pemulihan Citra

Berdasarkan pengujian model struktural, riset ini menghasilkan beberapa temuan penting yang menunjukkan cara konsumen mengambil keputusan pascakrisis:

  1. Efek Positif Ulasan Daring: Ulasan konsumen yang positif secara signifikan meningkatkan kepercayaan pada merek dan niat beli ulang konsumen. Hal ini membuktikan bahwa testimoni dari pembeli lain yang menyatakan produk tetap aman berfungsi sebagai penentu kredibilitas di dunia digital.
  2. Kualitas Produk Penentu Terkuat: Kualitas produk terbukti menjadi prediktor paling kuat dalam membangun kembali kepercayaan merek kuliner. Konsumen meletakkan indikator kesegaran, daya tahan, kesesuaian informasi, dan tampilan fisik sebagai bukti nyata kelayakan konsumsi.
  3. Peran Mediasi Kepercayaan Merek: Analisis data menunjukkan bahwa kepercayaan pada merek memediasi hubungan antara ulasan daring serta kualitas produk terhadap niat beli ulang secara parsial (partial mediation). Artinya, kualitas produk dan ulasan yang baik dapat memicu niat beli secara langsung, namun dampaknya akan jauh lebih kuat jika mampu menyentuh aspek psikologis kepercayaan konsumen terlebih dahulu.

Implikasi Kebijakan Bisnis dan Strategi Pemulihan

Hasil studi ini memberikan panduan praktis bagi para pelaku usaha kuliner skala UMKM hingga modern dalam mengelola krisis komunikasi di era digital. Perusahaan tidak bisa sekadar mengandalkan klarifikasi sepihak di media sosial yang sering kali dianggap membela diri oleh publik.

Strategi operasional terbaik didasarkan pada peningkatan kontrol kualitas secara transparan. Merek yang terkena dampak isu kebersihan harus memperlihatkan bukti visual mengenai proses produksi yang higienis dan manajemen mutu produk. Di sisi lain, pengelolaan ulasan konsumen di lokapasar (marketplace) maupun media sosial harus ditangani secara responsif. Menanggapi keluhan konsumen secara sopan, terbuka, dan cepat akan mempercepat pemulihan reputasi bisnis pascakrisis keamanan pangan.

Profil Peneliti

  • Made Pradnyan Permana Usadi, S.E., M.M. adalah dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia. Bidang keahliannya berfokus pada Manajemen Pemasaran, Perilaku Konsumen, dan Pemasaran Digital. (Korespondensi: mdpradnyan@unmas.ac.id).
  • I Komang Oka Permadi, S.E., M.M. adalah dosen dan akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia, dengan fokus riset pada Manajemen Pemasaran Strategis dan Pengembangan Bisnis Lokal.

Sumber Publikasi Ilmiah

Judul Artikel Jurnal: Repurchase Intention after Viral Food Safety-Related Concerns: The Mediating Role of Brand Trust in Online Customer Review and Product Quality
Nama Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Volume & Halaman: Vol. 5, No. 3, 2026: 245-262
Tahun Publikasi: 2026 
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/ijabm.v5i3.18
URL :  https://journalijabm.my.id/index.php/ijabm/index

Posting Komentar

0 Komentar