Kepemimpinan dan Kompensasi Adil Mendorong Kinerja Karyawan di Timor-Leste

Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS- Timor Leste - Kepemimpinan yang efektif dan kompensasi yang adil memiliki hubungan langsung yang lebih kuat dengan kinerja karyawan dibandingkan kepuasan kerja, menurut penelitian terhadap 200 karyawan di Timor-Leste yang diterbitkan pada 2026. Kajian ini dilakukan oleh Veronica Sunarto Ximenes dari Z & Z International School di Dili, Timor-Leste, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta; Miswanto Miswanto dari STIE YKPN Yogyakarta; serta Titik Kusmantini dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Temuan mereka menunjukkan bahwa motivasi kerja memperkuat pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja, tetapi justru memperlemah hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja. Hasil ini memberikan panduan praktis bagi organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas tenaga kerja di negara berkembang seperti Timor-Leste.

Kinerja Karyawan Tidak Hanya Ditentukan Kepuasan Kerja

Kinerja karyawan menjadi perhatian penting bagi organisasi yang menghadapi perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Banyak manajer beranggapan bahwa karyawan yang puas dengan pekerjaannya secara otomatis akan memiliki kinerja yang lebih baik. Namun, hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja tidak selalu sama di setiap organisasi dan negara.

Penelitian Veronica Sunarto Ximenes, Miswanto Miswanto, dan Titik Kusmantini mengkaji persoalan tersebut dengan melihat hubungan antara empat faktor utama, yaitu gaya kepemimpinan, kompensasi, kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

Kajian ini penting karena bukti empiris mengenai perilaku karyawan di Timor-Leste masih relatif terbatas dibandingkan negara-negara dengan sistem manajemen sumber daya manusia yang lebih mapan. Perubahan kondisi ekonomi dan perkembangan organisasi di Timor-Leste membuat pemahaman mengenai faktor pendorong kinerja karyawan semakin relevan.

Survei terhadap 200 Karyawan di Timor-Leste

Para peneliti menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan melibatkan 200 karyawan yang bekerja di berbagai organisasi di Timor-Leste. Responden dipilih karena memiliki pengalaman kerja dan pemahaman mengenai praktik kepemimpinan, sistem kompensasi, kondisi kerja, serta tuntutan kinerja di organisasi masing-masing.

Kuesioner yang digunakan mengukur lima aspek utama:

  • Gaya kepemimpinan
  • Kompensasi
  • Kepuasan kerja
  • Motivasi kerja
  • Kinerja karyawan

Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk melihat pengaruh langsung masing-masing faktor terhadap kinerja karyawan. Analisis juga digunakan untuk mengetahui apakah motivasi kerja dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara kepemimpinan, kompensasi, kepuasan kerja, dan kinerja.

Komposisi responden terdiri atas 103 laki-laki dan 97 perempuan. Lebih dari separuh responden berusia 25–29 tahun, sementara kelompok terbesar memiliki pengalaman kerja antara satu hingga tiga tahun.

Secara umum, responden memberikan penilaian positif terhadap kondisi kerja mereka. Kepuasan kerja memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yaitu 4,34 dari skala lima poin. Selanjutnya, kinerja karyawan mencapai 4,13, kompensasi 3,99, motivasi kerja 3,97, dan gaya kepemimpinan 3,94.

Kepemimpinan dan Kompensasi Memberikan Pengaruh Terkuat

Hasil utama penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara kepuasan kerja dan faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi kinerja.

Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hubungan tersebut memiliki koefisien regresi β = 0,412 dengan tingkat signifikansi p < 0,05.

Kompensasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Koefisien pengaruhnya mencapai β = 0,382. Hasil ini menunjukkan bahwa kompensasi yang adil dan sesuai dapat berkaitan dengan kinerja yang lebih baik.

Kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Koefisiennya hanya β = 0,033 dengan p > 0,05.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa karyawan yang merasa puas belum tentu secara otomatis memiliki kinerja yang lebih tinggi. Kinerja dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kualitas kepemimpinan, sistem penghargaan, motivasi, dan kondisi organisasi.

Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan 57,3 persen variasi kinerja karyawan. Sementara itu, 42,7 persen lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar variabel yang dianalisis.

Motivasi Memperkuat Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi

Motivasi kerja menjadi salah satu temuan penting dalam penelitian ini. Faktor tersebut dapat mengubah kekuatan hubungan antara kondisi kerja tertentu dan kinerja karyawan.

Penelitian menunjukkan bahwa karyawan dengan motivasi kerja tinggi merespons kepemimpinan yang efektif dengan kinerja yang lebih baik. Motivasi kerja secara signifikan memperkuat hubungan positif antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan dengan koefisien interaksi β = 0,043.

Motivasi juga memperkuat pengaruh kompensasi terhadap kinerja. Koefisien interaksinya mencapai β = 0,028.

Secara praktis, kompensasi yang adil dan kepemimpinan yang efektif dapat menghasilkan dampak kinerja yang lebih besar ketika karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi.

Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi tidak dapat mengandalkan satu strategi manajemen saja. Kepemimpinan yang baik dan kompensasi yang layak tetap penting, tetapi pengaruh keduanya dapat semakin kuat ketika karyawan memiliki dorongan internal untuk memberikan usaha terbaik.

Temuan Mengejutkan tentang Kepuasan Kerja

Hasil yang paling menarik berkaitan dengan hubungan antara kepuasan kerja, motivasi, dan kinerja.

Alih-alih memperkuat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja, motivasi kerja justru memperlemah hubungan tersebut. Koefisien interaksinya bernilai negatif, yaitu β = −0,021.

Para peneliti menafsirkan temuan ini sebagai indikasi bahwa karyawan dengan motivasi tinggi mungkin tidak terlalu bergantung pada kepuasan kerja sebagai alasan utama untuk mempertahankan kinerja. Mereka dapat terdorong oleh faktor lain, seperti ambisi pribadi, tujuan karier, komitmen profesional, insentif finansial, atau rasa tanggung jawab.

Veronica Sunarto Ximenes, Miswanto Miswanto, dan Titik Kusmantini menunjukkan bahwa peran motivasi kerja tidak selalu sama dalam setiap hubungan antarvariabel. Motivasi dapat memperkuat pengaruh kepemimpinan dan kompensasi, tetapi bekerja dengan cara berbeda dalam hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja.

Temuan ini memberikan perspektif yang lebih kompleks terhadap anggapan umum bahwa karyawan yang lebih bahagia dalam pekerjaannya akan selalu memiliki kinerja yang lebih tinggi.

Implikasi bagi Manajer dan Organisasi

Temuan penelitian ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi perusahaan, lembaga publik, sekolah, dan organisasi lainnya.

Pertama, kualitas kepemimpinan sangat penting. Pemimpin yang mampu memberikan arahan yang jelas, berkomunikasi secara efektif, mendukung karyawan, mengambil keputusan secara adil, dan melibatkan pegawai dalam pencapaian tujuan organisasi dapat menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan kinerja.

Kedua, kompensasi harus dipandang adil dan sesuai dengan kontribusi karyawan. Gaji dan penghargaan bukan sekadar biaya administrasi, tetapi dapat memengaruhi persepsi karyawan terhadap hubungan antara usaha yang diberikan dan penghargaan yang diterima.

Ketiga, organisasi perlu mengelola motivasi kerja secara strategis. Motivasi dapat memperkuat dampak positif dari kepemimpinan yang baik dan kompensasi yang adil.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa organisasi tidak sebaiknya hanya mengandalkan program peningkatan kepuasan kerja. Menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan tetap penting, tetapi kepuasan saja belum tentu menjamin peningkatan kinerja. Manajer perlu menggabungkan kepemimpinan yang efektif, sistem penghargaan yang adil, strategi motivasi, dan target kinerja yang jelas.

Bagi pembuat kebijakan dan organisasi di negara berkembang, temuan ini menegaskan pentingnya menyesuaikan strategi manajemen sumber daya manusia dengan konteks organisasi dan budaya lokal. Pendekatan yang berhasil di satu negara belum tentu memberikan hasil yang sama di negara lain.

Profil Penulis

Veronica Sunarto Ximenes — berafiliasi dengan Z & Z International School, Dili, Timor-Leste, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta. Bidang keahliannya mencakup manajemen sumber daya manusia, kinerja karyawan, motivasi kerja, kepemimpinan, dan perilaku organisasi.

Miswanto Miswanto — STIE YKPN Yogyakarta. Bidang keahliannya meliputi manajemen, kepemimpinan, manajemen sumber daya manusia, kinerja karyawan, dan studi organisasi.

Titik Kusmantini — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Bidang keahliannya mencakup ekonomi, manajemen bisnis, manajemen sumber daya manusia, dan kinerja organisasi.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: How Work Motivation Shapes the Effects of Leadership, Compensation, and Job Satisfaction on Employee Performance: Evidence from Timor-Leste
Jurnal: International Journal of Economics, Business Management and Accounting (IJEBMA)
Tahun Publikasi: 2026
Volume: 8, Nomor 2, halaman 47–66
URL: https://journal.multitechpublisher.com/index.php/ijebma

Posting Komentar

0 Komentar