Kebijakan Upah Minimum Dinilai Lebih Berpengaruh dalam Menekan Kemiskinan di Kabupaten Samosir

Illustration by AI

Samosir – Kebijakan upah minimum terbukti memiliki pengaruh yang lebih nyata terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir dibandingkan peningkatan jumlah wisatawan maupun rata-rata lama sekolah. Temuan tersebut dipublikasikan oleh Maylin Sophie Anta Sirait dan Syamsul Huda dari Departemen Ekonomi Pembangunan, UPN “Veteran” Jawa Timur dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research edisi Juli 2026. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa peningkatan pendapatan masyarakat melalui kebijakan pengupahan masih menjadi strategi paling efektif dalam upaya mengurangi kemiskinan di daerah yang memiliki potensi pariwisata besar seperti Samosir.

Kabupaten Samosir dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba yang terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai program pengembangan pariwisata telah dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik perkembangan tersebut, tingkat kemiskinan di Samosir masih tergolong tinggi dibandingkan banyak daerah lain di Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini menganalisis pengaruh jumlah kunjungan wisatawan, rata-rata lama sekolah, dan upah minimum terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir. Peneliti menggunakan data sekunder periode 2015–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Samosir. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda disertai pengujian asumsi klasik, uji parsial (t-test), dan uji simultan (F-test) untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel terhadap tingkat kemiskinan.

Sebelum analisis regresi dilakukan, model penelitian terlebih dahulu diuji melalui uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Seluruh hasil pengujian menunjukkan bahwa model memenuhi persyaratan statistik sehingga layak digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Dengan demikian, hasil regresi yang diperoleh dinilai cukup andal dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan memiliki hubungan negatif terhadap tingkat kemiskinan. Artinya, semakin banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Samosir, kecenderungan tingkat kemiskinan akan menurun. Namun, secara statistik pengaruh tersebut belum signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata karena manfaat ekonomi masih terkonsentrasi pada kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.

Variabel rata-rata lama sekolah juga menunjukkan hubungan negatif terhadap kemiskinan. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin besar peluang terjadinya penurunan angka kemiskinan. Meskipun demikian, pengaruh tersebut juga belum signifikan secara statistik. Menurut peneliti, peningkatan pendidikan belum otomatis mampu mengurangi kemiskinan apabila tidak diikuti dengan tersedianya lapangan kerja dan kesempatan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan. Dengan kata lain, investasi pada pendidikan tetap penting, tetapi perlu didukung oleh kebijakan pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan produktif.

Berbeda dengan dua variabel sebelumnya, upah minimum menunjukkan hasil yang paling kuat. Penelitian menemukan bahwa kenaikan upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan pekerja melalui kebijakan pengupahan secara langsung mampu meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, serta mengurangi risiko kemiskinan. Selama periode penelitian, kebijakan upah minimum menjadi faktor yang paling nyata dalam mendukung penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Samosir.

Analisis secara keseluruhan juga menunjukkan bahwa ketiga variabel, yaitu jumlah wisatawan, rata-rata lama sekolah, dan upah minimum, secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Model penelitian mampu menjelaskan sekitar 92,83 persen variasi tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Temuan ini memperlihatkan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan pendekatan yang bersifat menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan pendapatan, tetapi juga melalui pembangunan sektor ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Maylin Sophie Anta Sirait dan Syamsul Huda dari UPN “Veteran” Jawa Timur, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah, tetapi manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan destinasi wisata perlu disertai dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan keterampilan masyarakat agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dinikmati secara lebih merata. Di sisi lain, kebijakan upah minimum tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi kemiskinan secara langsung.

Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif. Pengembangan sektor pariwisata sebaiknya tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai ekonomi pariwisata. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan perlu dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, sementara kebijakan pengupahan tetap diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sesuai kondisi ekonomi daerah. Pendekatan yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir secara berkelanjutan.

Profil Penulis

Maylin Sophie Anta Sirait – Departemen Ekonomi Pembangunan, UPN “Veteran” Jawa Timur

Syamsul Huda – Departemen Ekonomi Pembangunan, UPN “Veteran” Jawa Timur

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Impact of the Number of Tourists, Average Length of School Attendance, and the Minimum Wage on the Poverty Rate in Samosir Regency, North Sumatra

Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.96

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar