K-Food Global Culinary Challenge 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea, Universitas Terbuka Medan Turut Meriahkan Ajang Internasional

Gambar: K-Food Global Culinary Challenge 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea, Universitas Terbuka Medan Turut Meriahkan Ajang Internasional


Medan – K-Food Global Culinary Challenge 2026 sukses diselenggarakan di Kota Medan sebagai puncak rangkaian kunjungan delegasi Hyejeon University, Korea Selatan, yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026. Ajang kuliner internasional yang diinisiasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara ini menjadi wadah pertukaran budaya, pendidikan, dan inovasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kegiatan yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Medan melalui delegasi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, turut melibatkan berbagai perguruan tinggi, sekolah, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkenalkan potensi kuliner, pendidikan, dan produk lokal Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas peluang pasar global.

K-Food Global Culinary Challenge 2026 menghadirkan kompetisi memasak dalam dua kategori utama, yaitu Indonesian Traditional Cuisine dan Locally Adapted K-Food Application. Kedua kategori tersebut menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong inovasi dalam pengembangan hidangan Korea yang disesuaikan dengan cita rasa lokal.

Selain kompetisi memasak, kegiatan juga diramaikan dengan seminar, workshop, demonstrasi memasak, pameran kuliner Korea, serta roadshow edukasi ke sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Sumatera Utara. Sebanyak 33 delegasi Hyejeon University yang terdiri atas profesor, mahasiswa, dan master chef berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka berkolaborasi dengan 20 siswa SMK yang mengikuti kompetisi memasak bersama peserta dari Korea Selatan. Suasana acara semakin semarak dengan kehadiran para guru, siswa pendukung, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan ajang internasional tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Medan mendorong keterlibatan institusi pendidikan, sekolah, perguruan tinggi, serta pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan momentum pertukaran pengetahuan di bidang pendidikan, kuliner, dan kewirausahaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kota Medan, termasuk keberagaman busana tradisional Melayu, Batak, serta berbagai etnis lainnya yang menjadi identitas daerah.

Penyelenggaraan K-Food Global Culinary Challenge 2026 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya BPD PHRI Sumatera Utara sebagai penyelenggara utama, Hyejeon University, Korea Selatan, sebagai mitra akademik sekaligus pengirim delegasi profesor dan chef, Pemerintah Kota Medan sebagai pendukung utama kegiatan, pelaku UMKM kuliner dan ekonomi kreatif Kota Medan, serta berbagai institusi pendidikan yang menjadi lokasi seminar, workshop, dan pertukaran pengetahuan, termasuk Universitas Terbuka Medan.

Dalam ajang tersebut, Universitas Terbuka Medan melalui Direkturnya Yasir Riady mengatakan UT juga turut berpartisipasi melalui stan pameran yang memperkenalkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh kepada delegasi internasional, peserta, pelaku industri, masyarakat umum, serta para pengunjung. Kehadiran Universitas Terbuka Medan menjadi bagian dari sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pariwisata, perhotelan, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

Stan Universitas Terbuka Medan berdampingan dengan berbagai stan mitra yang menampilkan produk UMKM, kuliner lokal, dan inovasi industri pendukung pariwisata. Partisipasi tersebut mencerminkan semangat kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun kerja sama lintas sektor melalui pendidikan, budaya, dan industri kreatif.

Melalui keikutsertaan dalam K-Food Global Culinary Challenge 2026, Universitas Terbuka Medan berharap hubungan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan semakin erat serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, maupun sektor ekonomi kreatif pada masa mendatang.

Penulis: Yasir Riady 

Posting Komentar

0 Komentar