Transformasi digital di dunia pendidikan kini memasuki babak baru lewat pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)
Mengubah Data Menjadi Solusi Pembelajaran Agama
Selama ini, pemanfaatan ekosistem digital di berbagai sekolah Islam terpadu umumnya baru menyentuh aspek administrasi, seperti pembagian tugas mandiri atau sekadar mencatat kehadiran siswa secara digital
Metodologi Riset yang Sederhana namun Kuat
Penelitian ini menggunakan metode kombinasi berurutan (sequential explanatory design) untuk mendapatkan gambaran menyeluruh
Temuan Utama: Analitik Digital Dongkrak Nilai Rapor Siswa
Melalui analisis data yang cermat, riset ini menghasilkan beberapa poin temuan penting
- Pengaruh Signifikan: Peningkatan kompetensi Machine Learning pada guru secara langsung berkontribusi sebesar 46,2% terhadap variasi pencapaian prestasi belajar PAI siswa
. - Kemampuan Literasi Data Tertinggi: Guru-guru menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam membaca grafik performa serta ringkasan kuis digital siswa dengan perolehan skor rata-rata dimensi literasi data mencapai 3,78 dari skala 5
. - Tantangan Intervensi Prediktif: Dimensi intervensi pedagogis prediktif mendapatkan skor terendah sebesar 3,02
. Hal ini menunjukkan bahwa guru masih memerlukan pelatihan untuk memanfaatkan algoritma platform yang dapat mendeteksi risiko penurunan nilai siswa sebelum siswa tersebut benar-benar gagal . - Prestasi Belajar Siswa yang Tinggi: Rata-rata nilai rapor PAI siswa tercatat berada pada angka 81,6 dengan tingkat kelulusan mencapai 91,1% di atas batas minimal standar kelulusan sekolah
.
Secara praktis, guru-guru yang memiliki kompetensi teknologi tinggi memanfaatkan data dari Class Summary pada platform Quizizz Analytics dan Google Classroom untuk melihat materi apa saja yang paling banyak dijawab salah oleh siswa
Implikasi dan Sentuhan Manusia dalam Pendidikan Digital
Penerapan teknologi berbasis Machine Learning di lingkungan sekolah terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan meningkatkan antusiasme belajar mandiri bagi siswa
"Teknologi kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai alat bantu instruksional yang meringankan beban administrasi guru, sehingga guru justru memiliki lebih banyak waktu berkualitas untuk memberikan bimbingan spiritual dan moral yang tidak bisa digantikan oleh algoritma komputer," tulis Sulalatun Nikma dalam laporan penelitiannya
Rekomendasi strategis dari riset ini mendorong pihak manajemen sekolah dan pemangku kebijakan untuk mulai merancang program pelatihan pengolahan data berbasis AI yang terstruktur bagi guru-guru agama, memperkuat infrastruktur jaringan internet sekolah, serta merumuskan kurikulum pelatihan yang mengintegrasikan etika Islam dengan kemajuan teknologi modern
Profil Peneliti
- Sulalatun Nikma, S.Pd., M.Pd. – Dosen dan peneliti di Universitas Sunan Gresik
. Memiliki keahlian dalam bidang inovasi teknologi pembelajaran dan kurikulum pendidikan Islam terpadu . - Ani Khofiati, M.Pd. – Dosen Universitas Sunan Gresik dengan fokus keahlian pada evaluasi pembelajaran berbasis digital dan metodologi pengajaran
. - Medycha Emhandyaksa, M.Kom. – Dosen Universitas Sunan Gresik yang mendalami sistem informasi pendidikan, analitik data, dan implementasi kecerdasan buatan di dunia akademis
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: The Relationship Between Teachers’ Machine Learning Competence and Improvements in Islamic Education Achievement Among Students at Al Uswah Islamic Junior High School
- Nama Jurnal: International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR)
- Volume & Halaman: Vol. 4, No. 6, 2026: 579-590
- URL Resmi:
https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index - URL Resmi : https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr
0 Komentar