Distribusi Jadi Faktor Terkuat yang Mendorong Pembelian Kosmetik Halal di Palembang

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Palembang - Masyarakat Palembang ternyata lebih mempertimbangkan kemudahan memperoleh produk dibandingkan harga saat membeli kosmetik halal. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan Diah Isnaini Asiati dan Vivi Fitriani dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Indonesia, yang dipublikasikan pada tahun 2026 dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR). Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi distribusi, gaya hidup, kualitas produk, serta pengetahuan konsumen memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan membeli kosmetik halal, sedangkan harga dan promosi justru tidak memberikan pengaruh signifikan.

Hasil penelitian ini menjadi penting karena industri kosmetik halal terus berkembang pesat di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi salah satu pasar utama kosmetik halal. Pertumbuhan industri tersebut juga didukung oleh kebijakan pemerintah mengenai penyelenggaraan jaminan produk halal. Di sisi lain, meningkatnya jumlah produsen kosmetik membuat persaingan semakin ketat sehingga perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang benar-benar memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk.

Palembang dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan pusat ekonomi terbesar di Sumatera Selatan sekaligus pasar potensial bagi produk kosmetik halal. Peneliti menilai bahwa keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk, tetapi juga oleh akses distribusi, pengetahuan mengenai kehalalan produk, serta gaya hidup masyarakat yang terus berubah mengikuti tren kecantikan modern.

Untuk memperoleh gambaran tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 konsumen kosmetik halal di Kota Palembang. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mereka yang pernah membeli dan menggunakan kosmetik halal. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap keputusan pembelian.

Analisis menunjukkan bahwa kombinasi antara bauran pemasaran—yang meliputi produk, harga, distribusi, dan promosi—bersama karakteristik pembeli berupa pengetahuan dan gaya hidup secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli kosmetik halal. Model penelitian bahkan mampu menjelaskan sekitar 93,5 persen variasi keputusan pembelian responden, sehingga menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel-variabel tersebut.

Namun ketika setiap faktor dianalisis secara terpisah, hasilnya memperlihatkan perbedaan yang menarik.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Distribusi menjadi faktor paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik halal.
  • Gaya hidup merupakan faktor kedua yang paling kuat memengaruhi konsumen.
  • Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan membeli.
  • Pengetahuan konsumen mengenai kosmetik halal juga meningkatkan kemungkinan pembelian.
  • Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
  • Promosi juga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan membeli kosmetik halal.

Distribusi menjadi faktor utama karena konsumen lebih memilih produk yang mudah ditemukan melalui toko resmi, apotek, pusat perbelanjaan maupun marketplace daring. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden masih menganggap kosmetik halal belum mudah diperoleh. Lebih dari separuh responden mengaku kesulitan menemukan produk yang diinginkan, baik secara langsung maupun melalui penjualan daring. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan produk menjadi pertimbangan yang lebih penting dibandingkan sekadar promosi atau potongan harga.

Selain distribusi, kualitas produk juga tetap menjadi perhatian utama. Konsumen menilai keamanan, manfaat, kesesuaian dengan jenis kulit, serta kemasan produk sebelum memutuskan membeli. Penelitian menunjukkan masih banyak responden yang menganggap kemasan kosmetik halal kurang menarik atau kurang praktis. Oleh karena itu, pengembangan desain kemasan dan penyampaian informasi produk dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk kosmetik halal.

Pengetahuan mengenai kehalalan produk juga terbukti memengaruhi keputusan pembelian. Konsumen yang memahami sertifikasi halal, keamanan bahan baku, legalitas produk, dan proses produksi cenderung lebih yakin dalam memilih kosmetik halal. Meski demikian, penelitian juga menemukan bahwa masih banyak responden yang belum memahami secara utuh mengenai perlindungan konsumen terhadap bahan-bahan yang tidak halal maupun pentingnya sertifikasi resmi. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi yang lebih intensif dari produsen maupun pemerintah mengenai produk kosmetik halal.

Gaya hidup menjadi faktor internal yang juga memiliki pengaruh besar. Konsumen yang menjadikan kosmetik sebagai bagian dari identitas diri, penampilan, dan tren kecantikan modern cenderung memiliki keputusan pembelian yang lebih kuat. Menurut penulis, kosmetik halal tidak lagi dipandang hanya sebagai produk yang memenuhi aspek agama, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, aman, modern, dan bertanggung jawab.

Sebaliknya, hasil penelitian memperlihatkan bahwa harga bukan lagi pembeda utama. Meskipun sebagian responden menganggap harga kosmetik relatif mahal, mereka tetap lebih mengutamakan kualitas, keamanan, kemudahan memperoleh produk, dan jaminan kehalalan dibandingkan mencari produk dengan harga paling murah. Demikian pula dengan promosi. Iklan, influencer, maupun rekomendasi dari teman ternyata tidak secara langsung mendorong keputusan pembelian. Banyak responden lebih percaya pada pengalaman pribadi, informasi produk yang transparan, dan kredibilitas merek daripada pesan promosi semata.

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi industri kosmetik halal di Indonesia. Perusahaan disarankan memperluas jaringan distribusi, memastikan produk tersedia di berbagai saluran penjualan resmi, meningkatkan kualitas produk dan kemasan, serta memperkuat edukasi mengenai sertifikasi halal dan keamanan produk. Strategi pemasaran juga sebaiknya lebih menekankan transparansi informasi dan pembangunan kepercayaan konsumen daripada hanya mengandalkan promosi atau penggunaan figur publik.

Menurut Diah Isnaini Asiati dan Vivi Fitriani dari Universitas Muhammadiyah Palembang, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan membeli kosmetik halal merupakan kombinasi antara faktor pemasaran dan karakteristik konsumen. Kemudahan memperoleh produk, pemahaman mengenai kehalalan, kualitas produk, dan kesesuaian dengan gaya hidup menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan harga maupun promosi konvensional.

Profil Penulis

Diah Isnaini Asiati merupakan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palembang yang memiliki bidang kajian pemasaran, perilaku konsumen, dan manajemen. Penelitian ini ditulis bersama Vivi Fitriani, yang juga berasal dari Universitas Muhammadiyah Palembang, dengan fokus penelitian pada pemasaran dan perilaku konsumen, khususnya dalam industri kosmetik halal.

Sumber Penelitian

Judul artikel: The Influence of the Marketing Mix and Buyer Characteristics on Halal Cosmetics Purchase Decisions in Palembang City

Penulis: Diah Isnaini Asiati & Vivi Fitriani

Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)

Volume 5, Nomor 7, Tahun 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i7.156

Posting Komentar

0 Komentar