TOMBARIRI – Transformasi
digital di sektor pendidikan terbukti membawa dampak positif terhadap performa
akademik siswa di daerah. Berdasarkan riset terbaru yang dirilis pada Mei 2026
oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Manado (UNIMA), penerapan strategi
media pembelajaran interaktif di SMK Negeri 1 Tombariri secara signifikan
berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, baik pada aspek kognitif,
psikomotorik, maupun kinestetik. Temuan ini menjadi sangat penting sebagai
acuan dalam memodernisasi metode pengajaran di sekolah vokasi agar lebih
relevan dengan karakteristik generasi digital.
Menjawab Tantangan Kelas Konvensional
Selama
ini, proses pembelajaran di sekolah tersebut masih didominasi oleh metode
ceramah satu arah dan ketergantungan pada buku teks cetak. Pendekatan
konvensional ini membuat suasana kelas cenderung monoton, sehingga partisipasi
siswa rendah dan berujung pada tidak tercapainya standar hasil belajar minimal
pada beberapa mata pelajaran. Padahal, pendidikan vokasi sangat membutuhkan
pengalaman belajar yang praktis, kontekstual, dan dinamis agar siswa dapat
berpikir kritis.
Metodologi Evaluasi Berbasis SWOT
Untuk
membedah fenomena ini, tim peneliti UNIMA menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif. Mereka mengamati interaksi kelas secara langsung, mewawancarai guru
serta siswa, dan menganalisis dokumen akademis. Selanjutnya, data diolah
menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk
merumuskan strategi implementasi media digital yang paling efektif dan
berkelanjutan di sekolah tersebut.
Temuan Utama: Stimulus Digital di Ruang Kelas
Penerapan
media interaktif berbasis gim dan desain visual membawa perubahan besar di
lingkungan sekolah. Berikut adalah beberapa temuan utama dari riset tersebut:
- · Peningkatan Motivasi dan Fokus: Penggunaan platform digital seperti Kahoot!, Canva, Wayground, dan Google Forms terbukti meningkatkan antusiasme, konsentrasi, dan rasa percaya diri siswa saat KBM berlangsung.
- · Fasilitas Smart Class yang Optimal: Optimalisasi fasilitas canggih sekolah seperti Interactive Flat Panel (IFP) dan Smart TV membuat materi visual, video, serta simulasi interaktif tersampaikan dengan lebih mendalam.
- · Kendala Konektivitas dan Literasi: Tantangan utama di lapangan berupa konektivitas internet yang tidak stabil karena faktor geografis, serta variasi tingkat literasi digital di antara tenaga pendidik.
- · Umpan Balik Waktu Nyata (Real-Time): Media digital memudahkan guru dalam melakukan evaluasi post-test secara cepat, akurat, dan langsung.
Implikasi dan Rekomendasi Kebijakan
Hasil
riset ini memberikan implikasi nyata bagi kebijakan pendidikan modern. Peneliti
menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bertumpu pada
ketersediaan alat, melainkan pada kesiapan kompetensi guru dan strategi
penggabungan metode (blended learning).
Dalam
artikel ilmiahnya, Jerry R.H. Wuisang dan tim dari Universitas Negeri Manado
merekomendasikan agar sekolah mengombinasikan metode interaktif digital dengan
interaksi konvensional secara seimbang. Langkah ini penting untuk menjaga
kemampuan berpikir kritis dan komunikasi sosial siswa, sekaligus menekan
potensi distraksi gawai seperti akses media sosial atau gim saat jam pelajaran.
Selain itu, program pelatihan digital berkelanjutan bagi guru dinilai mendesak
untuk segera diintegrasikan.
Profil Peneliti
- Fifie Posumah - Universitas Negeri Manado
- Dr. Joseph Philip Kambey, SE., MBA - Universitas Negeri Manado
- Prof. Dr. Robert Winerungan, M.Si - Universitas Negeri Manado
- Dr. Jerry R.H. Wuisang, SE., M.Si - Universitas Negeri Manado
- Gilly Tiwow, SE., M.Pd - Universitas Negeri Manado
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Strategies for Utilizing Interactive Learning Media to Enhance Student Learning Outcomes at SMK Negeri 1 Tombariri
- Nama Jurnal: Journal of Educational Analytics (JEDA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI / URL Resmi: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.14

0 Komentar