Tim
pengabdian masyarakat dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menginisiasi
skema pembayaran perumahan berbasis syariah yang disebut cash tempo
untuk memperluas akses kepemilikan rumah subsidi. Inovasi ini dikembangkan
untuk menjawab kendala calon pembeli yang kesulitan memenuhi persyaratan uang
muka besar dan enggan menggunakan sistem perbankan berbasis bunga.
Latar Belakang Masalah
Kebutuhan
akan perumahan yang layak terus meningkat, namun tidak semua masyarakat
berpenghasilan rendah dapat mengakses fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
subsidi yang disediakan pemerintah melalui perbankan. Selain terkendala
keterbatasan dana awal (down payment), banyak calon konsumen yang
memiliki preferensi religius untuk menghindari sistem bunga (riba) karena
dianggap tidak sesuai dengan prinsip keadilan dalam ekonomi Islam. Kesenjangan
antara tingginya permintaan hunian dan minimnya pilihan skema pembiayaan yang
inklusif inilah yang mendorong perlunya alternatif pembiayaan yang lebih
adaptif.
Metodologi
Penelitian
ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang
melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, pengembang perumahan (PT Griya Karya
Sentosa), tim pemasaran, dan calon konsumen. Proses pendampingan dilakukan
melalui beberapa tahapan sistematis:
- · Identifikasi Masalah: Melalui observasi lapangan dan interaksi langsung untuk memahami hambatan transaksi.
- · Perencanaan: Diskusi partisipatif untuk merancang skema pembayaran yang fleksibel namun tetap layak secara bisnis.
- · Implementasi: Simulasi skema cash tempo secara langsung kepada calon konsumen sebagai alternatif tanpa bunga.
- · Refleksi: Evaluasi bersama untuk menilai efektivitas skema serta merumuskan langkah perbaikan.
Temuan Utama
Hasil pendampingan menunjukkan bahwa skema cash tempo menjadi
solusi yang relevan bagi segmen pasar tertentu:
- · Skema ini menawarkan fleksibilitas pembayaran angsuran langsung kepada pengembang tanpa melibatkan bunga bank.
- · Calon konsumen yang sebelumnya enggan melanjutkan proses pembelian karena masalah riba kembali menunjukkan minat setelah mengetahui adanya opsi pembayaran ini.
- · Bagi pengembang, skema ini membuka peluang pasar baru, meskipun memerlukan manajemen risiko dan arus kas yang lebih disiplin.
- · Pengembang menetapkan skema pembayaran yang dapat dicicil hingga maksimal 12 bulan dengan uang muka minimum 30%.
Implikasi dan Dampak
Penerapan
skema cash tempo memberikan angin segar bagi upaya inklusi keuangan di
sektor properti. Bagi masyarakat, inovasi ini memberikan akses yang lebih adil
dan sesuai dengan nilai-nilai keyakinan mereka. Sementara itu, bagi pengembang,
langkah ini merupakan bentuk adaptasi strategi pemasaran yang lebih solutif
terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Para peneliti menekankan bahwa
keberhasilan skema ini sangat bergantung pada penguatan aspek administratif,
seperti penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan edukasi
bagi konsumen agar transaksi tetap terukur dan berkelanjutan.
Profil
Penulis:
- Ning
Wijayanti-- UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
- Kukuh Trisnafi-- UIN Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung
- Cindy
Wakhidatul Maqfiroh-- UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
- Muhammad Aswad- UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Sumber
Penelitian
Wijayanti, N., Trisnafi, K., Maqfiroh, C. W.,
& Aswad, M. (2026). "Supervision of the Implementation of A
Sharia-Based Cash Tempo Scheme to Improve Access to Subsidized Housing
Ownership". Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), 5(5),
373-386.
DOI:
https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i5.29.
URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

0 Komentar