Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Sustainability in Research (IJSR) tersebut menelusuri sejarah lahirnya sistem double-entry bookkeeping atau pembukuan berpasangan, beserta perkembangan memorandum, jurnal, dan buku besar (ledger) yang menjadi fondasi utama akuntansi modern.
Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem akuntansi tidak muncul secara tiba-tiba melalui satu penemuan tunggal. Sebaliknya, akuntansi berkembang secara bertahap selama berabad-abad sebagai respons terhadap semakin kompleksnya aktivitas perdagangan, kebutuhan pengendalian ekonomi, serta tuntutan hukum dan sosial dalam masyarakat.
Dari Catatan Sederhana Menuju Sistem Akuntansi Modern
Sebelum hadirnya perangkat lunak akuntansi dan teknologi blockchain, para pedagang menggunakan sistem pencatatan manual untuk mengelola transaksi mereka.
Penelitian ini menjelaskan bahwa perkembangan akuntansi berlangsung melalui tiga instrumen utama:
- Memorandum, yaitu catatan awal transaksi berdasarkan urutan kejadian.
- Jurnal, yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi ke dalam debit dan kredit.
- Ledger atau buku besar, yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan seluruh akun dan posisi keuangan.
Ketiga instrumen tersebut kemudian membentuk sistem double-entry bookkeeping, yaitu metode pencatatan yang mencatat setiap transaksi dalam dua sisi yang seimbang: debit dan kredit.
Menurut hasil telaah literatur, bentuk awal pembukuan berpasangan telah digunakan oleh para bankir di Italia Utara sejak abad ke-12. Sistem ini kemudian berkembang lebih luas pada abad ke-13 dan ke-14 seiring meningkatnya perdagangan kredit dan kebutuhan pengawasan piutang.
Sementara itu, tokoh yang selama ini dikenal sebagai “Bapak Akuntansi”, Luca Pacioli, pada tahun 1494 sebenarnya lebih berperan sebagai pihak yang mendokumentasikan dan menyusun praktik yang sudah berkembang sebelumnya di kalangan pedagang Italia.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa sejarah akuntansi merupakan proses evolusi panjang, bukan hasil karya satu individu semata.
Akuntansi Bukan Sekadar Soal Angka
Salah satu temuan penting penelitian ini adalah bahwa perkembangan akuntansi tidak hanya dipicu oleh kebutuhan teknis pencatatan transaksi.
Para peneliti menemukan bahwa memorandum, jurnal, dan ledger juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting.
Pada masa perdagangan abad pertengahan, hubungan bisnis banyak bergantung pada kepercayaan. Para pedagang membutuhkan bukti yang dapat menunjukkan hak dan kewajiban setiap pihak dalam transaksi kredit.
Dalam konteks tersebut, ledger berfungsi sebagai alat untuk membangun kepercayaan, legitimasi ekonomi, dan memelihara hubungan dagang jangka panjang.
Penelitian juga menunjukkan bahwa sistem akuntansi ikut membentuk struktur organisasi, mekanisme pengawasan, dan distribusi kekuasaan ekonomi dalam masyarakat.
Dengan kata lain, akuntansi tidak hanya mencatat realitas ekonomi, tetapi juga membantu membentuknya.
“Perkembangan memorandum, jurnal, dan ledger dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, politik, hukum, dan epistemologis, bukan semata-mata kebutuhan perdagangan,” tulis tim peneliti dalam kajiannya.
Pengaruh Matematika dan Rasionalitas Modern
Kajian ini juga menemukan hubungan erat antara perkembangan akuntansi dengan kemajuan matematika.
Kemampuan manusia menggunakan angka dan logika matematis memungkinkan aktivitas ekonomi dicatat secara lebih sistematis dan terukur.
Prinsip keseimbangan antara debit dan kredit menjadi dasar lahirnya sistem akuntansi modern. Melalui prinsip ini, perusahaan dapat menilai posisi keuangan, mengukur kinerja usaha, serta mengambil keputusan ekonomi secara lebih rasional.
Peneliti menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi intelektual masyarakat modern yang mulai mengandalkan dokumentasi numerik dan logika ilmiah dalam pengelolaan ekonomi.
Karena itu, sejarah akuntansi tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga mencerminkan perkembangan cara berpikir manusia tentang tanggung jawab, pengendalian, dan informasi.
Menyebar ke Berbagai Belahan Dunia
Meski Italia sering dianggap sebagai pusat kelahiran pembukuan modern, penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran akuntansi berlangsung melalui interaksi lintas budaya.
Sistem pembukuan berpasangan menyebar ke berbagai wilayah melalui perdagangan internasional, kolonialisme, dan transfer pengetahuan global.
Peneliti menemukan bukti perkembangan akuntansi di Kekaisaran Ottoman, Spanyol, hingga masyarakat Yoruba di Afrika Barat.
Di berbagai wilayah tersebut, praktik akuntansi mengalami adaptasi sesuai kondisi sosial, budaya, dan kelembagaan setempat.
Temuan ini menunjukkan bahwa sejarah akuntansi bersifat global dan tidak sepenuhnya berpusat pada Eropa.
Dari Buku Besar ke Blockchain
Bagian paling menarik dari penelitian ini adalah penjelasan mengenai hubungan antara sistem akuntansi klasik dengan teknologi digital masa kini.
Para peneliti menemukan adanya kesinambungan historis antara ledger tradisional dengan teknologi blockchain.
Jika dahulu ledger berbentuk buku besar fisik yang disimpan oleh pedagang, kini konsep yang sama berkembang menjadi distributed ledger technology, yaitu sistem pencatatan digital yang tersebar di banyak komputer.
Blockchain dianggap sebagai evolusi terbaru dari konsep ledger karena mampu menyediakan transparansi, keamanan, dan pencatatan transaksi secara real-time.
Meski medianya berubah dari kertas ke jaringan digital, prinsip dasar pencatatan transaksi tetap mempertahankan warisan yang berasal dari memorandum, jurnal, dan ledger klasik.
Temuan ini memperlihatkan bahwa inovasi teknologi modern sebenarnya masih berakar pada konsep-konsep akuntansi yang lahir berabad-abad lalu.
Implikasi bagi Pendidikan dan Dunia Bisnis
Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan akuntansi dan pengembangan teknologi keuangan.
Penulis menilai bahwa pembelajaran akuntansi seharusnya tidak hanya berfokus pada teknik pencatatan transaksi, tetapi juga memahami sejarah, dimensi sosial, serta perkembangan pemikiran yang melatarbelakangi sistem tersebut.
Bagi dunia bisnis dan pengembang teknologi keuangan, pemahaman terhadap akar historis akuntansi dapat membantu menciptakan sistem informasi yang lebih transparan, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Selain itu, penelitian ini membuka peluang kajian lebih lanjut mengenai perkembangan akuntansi di luar tradisi Eropa, termasuk di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Nusantara.
Profil Penulis
Masdar Ryketeng, S.E., M.Ak. merupakan akademisi bidang Akuntansi Terapan di Universitas Negeri Makassar. Penelitian dan publikasinya berfokus pada sejarah akuntansi, historiografi akuntansi, sistem informasi akuntansi, serta perkembangan pemikiran akuntansi modern.
Penelitian ini juga ditulis bersama:
- Samsinar, Universitas Negeri Makassar
- Hariany Idris, Universitas Negeri Makassar
- Anni Suryani, STIE AMKOP Makassar
- Atia Kirana, STIE AMKOP Makassar
Sumber Penelitian
Artikel Ilmiah: Examining the Origins of Double-Entry Bookkeeping, Memorandums, Journals, and Ledgers as the Foundation of Modern Accounting: A Literature Review
Jurnal: International Journal of Sustainability in Research (IJSR), Vol. 4 No. 3 Tahun 2026,
0 Komentar