Pengaruh Likuiditas dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Sektor Pertambangan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia)

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Strategi Sektor Pertambangan: Mengapa Likuiditas Berlebih Justru Bisa Menurunkan Nilai Perusahaan di Bursa Efek. Penelitian ini diungkapkan dalam riset Naufal Karuna Bumi Adhiatmiko dan Iwan Firdaus dari Universitas Nusa Cendana dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa pengelolaan likuiditas yang tidak efisien dapat mengirimkan sinyal negatif ke pasar, meskipun di sisi lain ketersediaan dana tersebut sangat krusial untuk mendorong profitabilitas operasional perusahaan.

Dilema Kas Melimpah di Sektor Padat Modal

Sektor pertambangan memegang peran yang sangat strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Berdasarkan data domestik, sektor ini menyumbang angka yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui instrumen pajak, royalti, hingga penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan industri ini terus didorong oleh peningkatan produksi komoditas utama seperti batu bara, nikel, dan timah, serta diperkuat oleh kebijakan hilirisasi yang masif dari pemerintahNamun, antusiasme pasar terhadap komoditas ternyata tidak selalu sejalan dengan pergerakan nilai perusahaan tambang di bursa efek. Sepanjang tahun 2020 hingga 2024, nilai perusahaan yang diukur melalui metode Tobin's Q justru memperlihatkan tren yang fluktuatif dan cenderung menurunKondisi tersebut memicu pertanyaan besar bagi para pelaku pasar: mengapa perusahaan dengan fundamental yang terlihat kokoh tidak selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari investor? Guna menjawab teka-teki ini, Adhiatmiko dan Firdaus menguji keterkaitan antara tingkat likuiditas (kemampuan membayar kewajiban jangka pendek) dan leverage (tingkat utang) terhadap nilai perusahaan, dengan menempatkan kemampuan mencetak laba (profitabilitas) sebagai jembatan atau variabel mediasi.

Membedah Metode Analisis Data Panel
Dalam menyusun studi ini, tim peneliti Universitas Mercu Buana menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan kausalitas. Data yang digunakan sepenuhnya merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan resmi yang dirilis melalui situs Bursa Efek Indonesia (BEI)Riset ini menerapkan teknik sampling jenuh berbasis purposive sampling, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria ketat langsung dijadikan unit analisis. Berdasarkan kriteria tersebut, terpilih 8 perusahaan pertambangan di BEI untuk diamati secara konsisten selama rentang waktu lima tahun (2020–2024), sehingga menghasilkan total 40 observasi data panelUntuk memproses data tersebut, peneliti menggunakan perangkat lunak statistik EViews 12 dengan model estimasi Random Effect Model (Model Efek Acak). Pengukuran variabel dilakukan dengan indikator keuangan standar:

  • Nilai Perusahaan diukur menggunakan rasio Tobin's Q.
  • Likuiditas diukur melalui Current Ratio (CR).
  • Leverage dihitung menggunakan Debt to Equity Ratio (DER).
  • Profitabilitas diproksikan melalui Return on Assets (ROA).
Temuan Utama: Efek Negatif Likuiditas dan Peran Sentral Laba
Melalui pengolahan data regresi panel dan Uji Sobel (Sobel Test), penelitian ini menghasilkan tiga temuan fundamental yang mengubah cara pandang terhadap keuangan perusahaan tambang:
  • Likuiditas Tinggi Menurunkan Nilai Perusahaan. Secara mengejutkan, tingkat likuiditas (Current Ratio) terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Setiap peningkatan kas atau aset lancar yang tidak produktif justru membuat nilai pasar perusahaan menurun.
  • Utang Tidak Memengaruhi Persepsi Pasar.. Variabel leverage (Debt to Equity Ratio) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas maupun nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa bagi investor sektor tambang, besar atau kecilnya proporsi utang bukan menjadi tolok ukur utama kinerja, karena karakteristik industri ini lebih bergantung pada kapasitas produksi dan pergerakan harga komoditas global.
  • Profitabilitas sebagai Jembatan Mutlak. Kemampuan perusahaan menghasilkan laba (Return on Assets) terbukti memiliki pengaruh positif yang sangat kuat terhadap nilai perusahaan. Menariknya, uji mediasi menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif secara signifikan terhadap profitabilitas. Artinya, ketersediaan kas yang cukup sangat dibutuhkan untuk membiayai operasional tambang agar bisa mencetak laba; dan melalui laba tinggi itulah nilai perusahaan di mata investor baru akan meningkat.
Implikasi Kebijakan dan Rekomendasi Bagi Investor
Hasil penelitian ini memberikan implikasi nyata bagi manajemen perusahaan dan para pelaku investasi di Indonesia. Industri pertambangan merupakan sektor yang padat modal dan membutuhkan biaya operasional yang sangat substansial untuk kegiatan eksplorasi serta pengembangan lahanBagi manajemen emiten pertambangan, tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan kas. Perusahaan direkomendasikan untuk mempertahankan tingkat likuiditas pada proporsi yang optimal dan tidak berlebihan. Menimbun aset lancar terlalu besar tanpa dialokasikan pada investasi jangka panjang yang produktif akan dinilai oleh pasar sebagai bentuk ketidakefektifan manajemen dalam mengelola danaSementara itu, bagi komunitas investor, riset ini memberikan panduan berharga agar tidak terkecoh oleh laporan perusahaan yang hanya mengunggulkan tingkat keamanan kas jangka pendek atau struktur modal yang bebas utang. Fokus utama evaluasi investasi sebaiknya diarahkan pada kinerja profitabilitas (ROA). Kemampuan emiten dalam mengonversi aset menjadi keuntungan bersih merupakan sinyal paling dominan yang terbukti mampu menggerakkan harga saham dan mendongkrak nilai fundamental perusahaan di pasar modal.

Profil Peneliti
Naufal Karuna Bumi Adhiatmiko adalah peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta. Ia memiliki keahlian dalam bidang manajemen keuangan korporasi, analisis pasar modal, dan evaluasi nilai perusahaan di sektor industri strategis.
Iwan Firdaus adalah staf pengajar dan peneliti senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta. Bidang keahliannya meliputi manajemen keuangan strategis, analisis ekonometrika data panel, serta kajian mediasi kinerja keuangan pada emiten di Bursa Efek Indonesia.

Sumber Penelitian
Naufal Karuna Bumi Adhiatmiko,  Iwan Firdaus (2026). The Effect of Liquidity and Leverage on Firm Value with Profitability as an Intervening Variable (A Study of the Mining Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange). Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 5, Tahun 2026: Hal. 1247-1260
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i5.62
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar