Peneliti Universitas Riau Tawarkan Pendidikan Kewirausahaan Berbasis AI dengan Nilai Budaya Melayu

Ilustrasi by AI

Riau – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan kewirausahaan berkembang sangat cepat di berbagai negara. Namun, sebagian besar model yang digunakan masih didominasi pendekatan teknologi ala Barat yang lebih menekankan efisiensi dan keuntungan ekonomi. Tim peneliti dari Universitas Riau menawarkan pendekatan berbeda dengan mengintegrasikan nilai budaya Melayu sebagai fondasi etika dalam pendidikan kewirausahaan berbasis AI.

Kajian tersebut dilakukan oleh Dina Elsa, Hasnah Faizah AR, Mahdum, Hermandra, dan Elmustian dari Universitas Riau. Hasil penelitian dipublikasikan pada tahun 2026 dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS).

Menurut para peneliti, perkembangan Generative AI dan machine learning telah mengubah cara masyarakat berbisnis dan belajar. Perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki landasan moral dan budaya yang kuat agar mampu membangun bisnis yang berkelanjutan.

Budaya dan etika masih terpinggirkan

Tim peneliti menemukan bahwa sebagian besar penelitian global mengenai AI dalam pendidikan kewirausahaan masih berfokus pada kemampuan teknologi, inovasi digital, dan peningkatan keuntungan. Aspek budaya lokal dan nilai moral justru berada di pinggiran pembahasan.

"Ketika AI diterapkan tanpa pijakan budaya, terdapat risiko lahirnya model bisnis yang individualistis dan mengabaikan kepentingan sosial," tulis para peneliti Universitas Riau.

Mereka menilai aktivitas kewirausahaan bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari perilaku sosial yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat. Karena itu, teknologi seharusnya berkembang sejalan dengan nilai-nilai lokal.

Menelaah 137 artikel internasional

Penelitian dilakukan melalui kombinasi metode bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Tim mengumpulkan artikel dari basis data Scopus dan Web of Science hingga 5 Mei 2026.

Sebanyak 137 artikel dianalisis untuk memetakan perkembangan riset global mengenai AI dan pendidikan kewirausahaan. Dari jumlah tersebut, 29 artikel inti yang memiliki kualitas dan relevansi tinggi dipilih untuk dianalisis lebih mendalam.

Analisis menggunakan perangkat Biblioshiny dan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola, tema penelitian, serta celah yang masih belum banyak dikaji.

Publikasi meningkat pesat setelah era Generative AI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian mengenai AI dalam pendidikan kewirausahaan mengalami lonjakan besar sejak 2024.

Beberapa temuan utama penelitian antara lain:

  • Terdapat 137 artikel yang diterbitkan pada periode 1993-2026.
  • Laju pertumbuhan publikasi mencapai 8,96 persen per tahun.
  • Sebanyak 406 penulis dari berbagai negara terlibat dalam bidang penelitian ini.
  • Rata-rata usia artikel hanya 3,26 tahun, menunjukkan bidang ini masih sangat baru.
  • Puncak jumlah publikasi terjadi pada 2025 dengan 42 artikel.
  • Sebagian besar penelitian berasal dari institusi di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Tim Universitas Riau juga menemukan lima kelompok tema utama penelitian global, yaitu model pendidikan, kecerdasan buatan, inovasi, peluang bisnis, dan teknologi.

Meski demikian, tema yang berkaitan dengan budaya dan nilai lokal masih sangat sedikit.

Nilai Melayu menjadi dasar pendidikan kewirausahaan berbasis AI

Untuk mengisi kekosongan tersebut, para peneliti mengusulkan kerangka pendidikan kewirausahaan digital yang berlandaskan filosofi Melayu.

Model tersebut dibangun melalui tiga prinsip utama.

1. Asas Amanah
Prinsip ini diterapkan pada tingkat institusi. Perguruan tinggi diharapkan memiliki kebijakan yang menjamin transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam penggunaan AI.

2. Asas Gotong Royong
Pada tingkat pembelajaran, AI diposisikan sebagai mitra kolaboratif antara mahasiswa dan dosen. Proses belajar tidak bersifat individualistis, tetapi diarahkan untuk menciptakan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

3. Asas Marwah
Pada tingkat individu, mahasiswa dibekali kemampuan digital sekaligus etika agar mampu membangun usaha yang adil, bermartabat, dan menjaga reputasi pribadi maupun bangsa.

Menurut Dina Elsa dan tim Universitas Riau, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya "dekolonisasi" pendidikan kewirausahaan yang selama ini banyak mengadopsi paradigma Barat.

Penting bagi Asia Tenggara dan Indonesia

Penelitian ini dinilai memiliki implikasi penting bagi perguruan tinggi di Indonesia dan Asia Tenggara. Integrasi AI dengan nilai budaya lokal diyakini dapat melahirkan wirausahawan digital yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga tetap berpegang pada identitas budaya.

Selain itu, pendekatan ini dinilai mampu mendorong lahirnya inovasi yang lebih autentik dan kontekstual, sehingga pelaku usaha tidak hanya meniru hasil keluaran mesin atau algoritma.

Para peneliti juga merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas model tersebut secara langsung di berbagai universitas serta mengembangkan instrumen pengukuran berbasis nilai Amanah, Gotong Royong, dan Marwah.

Profil Penulis

Dina Elsa, M.Pd. merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Riau yang memiliki fokus kajian pada transformasi digital, pendidikan kewirausahaan, kecerdasan buatan, serta bibliometrik.

Prof. Dr. Hasnah Faizah AR, Prof. Dr. Mahdum, Prof. Dr. Hermandra, dan Prof. Dr. Elmustian merupakan dosen dan peneliti Universitas Riau yang aktif meneliti bidang pendidikan, budaya Melayu, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai lokal.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Decolonizing AI-Driven Entrepreneurship Education: A Global Bibliometric Synthesis and the Malay Etho-Cultural Framework
Penulis: Dina Elsa, Hasnah Faizah AR, Mahdum, Hermandra, dan Elmustian
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4 Nomor 3
Tahun: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i3.4
URL: http://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs
Halaman: 147–168

Posting Komentar

0 Komentar