Materi Pembelajaran Selaras Tingkatkan Keterlibatan Siswa Kelas 6 di Filipina

Ilustrasi by AI

Guiuan, Filipina — Keselarasan materi pembelajaran dengan tujuan belajar terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap keterlibatan siswa di kelas. Temuan ini diungkap dalam riset terbaru yang ditulis oleh Sanny Rose Daganta, Angelica C. Catenza, Anita Jane A. Amano, dan Florabel C. Tejana dari Eastern Samar State University-Guiuan Campus, Filipina, yang dipublikasikan pada 2026 dalam East Asian Journal of Multidisciplinary Research.

Penelitian ini menyoroti bagaimana materi ajar yang dirancang sesuai kurikulum, tujuan pembelajaran, dan evaluasi mampu membuat siswa lebih aktif, lebih fokus, dan lebih tertarik mengikuti proses belajar. Temuan ini dinilai penting karena keterlibatan siswa menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan dasar.

Di banyak negara Asia, reformasi pendidikan terus menekankan pentingnya sinkronisasi antara kurikulum, metode mengajar, dan bahan ajar. Namun di lapangan, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, distribusi buku yang lambat, hingga ketidaksesuaian materi dengan kebutuhan siswa masih menjadi persoalan utama.

Kondisi serupa juga terjadi di Filipina. Banyak sekolah dasar masih mengandalkan bahan ajar buatan guru atau modul belajar mandiri sebagai alternatif buku resmi. Di satu sisi, hal ini menunjukkan kreativitas guru. Namun di sisi lain, belum semua materi benar-benar sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti melakukan studi terhadap 31 siswa kelas 6 di Barbo Elementary School, Guiuan, Eastern Samar. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dirancang khusus untuk mengukur dua hal utama, yaitu tingkat keselarasan materi pembelajaran dan tingkat keterlibatan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keselarasan materi pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,33 dari skala 5. Ini berarti materi yang digunakan guru dinilai sesuai dengan tujuan pembelajaran, standar kurikulum, dan aktivitas evaluasi di kelas.

Pada aspek tujuan pembelajaran, siswa merasa materi yang digunakan membantu mereka memahami apa yang harus dipelajari. Sementara pada aspek kurikulum, materi dinilai relevan dengan tingkat kelas dan kompetensi yang ditargetkan.

Di sisi lain, tingkat keterlibatan siswa juga menunjukkan hasil yang sangat tinggi dengan rata-rata 4,28. Siswa lebih aktif mendengarkan, menyelesaikan tugas, dan terlibat dalam kegiatan belajar saat materi yang digunakan terasa relevan dan mudah dipahami.

Secara perilaku, siswa menunjukkan tingkat partisipasi paling tinggi. Mereka lebih fokus dan lebih jarang terdistraksi saat menggunakan materi pembelajaran yang sesuai. Dari sisi emosional, siswa mengaku lebih menikmati proses belajar dan merasa lebih percaya diri saat mengerjakan tugas.

Sementara secara kognitif, siswa lebih terdorong untuk berpikir mendalam, menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, bahkan mengulang pelajaran di luar jam sekolah.

Yang paling menarik, penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara keselarasan materi ajar dan keterlibatan siswa, dengan nilai korelasi sebesar 0,369 dan nilai signifikansi 0,040. Meski hubungan ini tergolong rendah, hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kualitas dan kesesuaian materi, semakin tinggi pula keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Menurut Daganta dan tim dari Eastern Samar State University, temuan ini memperkuat pandangan bahwa bahan ajar bukan hanya pelengkap proses belajar, tetapi elemen penting yang dapat membangun motivasi, perhatian, dan pemahaman siswa.

Temuan ini juga memberi pesan kuat kepada guru, sekolah, dan penyusun kurikulum agar lebih serius dalam meninjau kualitas materi pembelajaran. Materi yang baik bukan sekadar lengkap, tetapi harus selaras dengan tujuan, relevan dengan konteks siswa, dan mampu mendukung evaluasi pembelajaran.

Dalam konteks pendidikan dasar di Asia Tenggara, penelitian ini menjadi pengingat bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga pada alat bantu belajar yang digunakan setiap hari di kelas.

Jika sekolah mampu menyediakan materi yang tepat, proses belajar bisa menjadi lebih efektif, lebih menarik, dan lebih berdampak pada perkembangan akademik siswa.

Profil Penulis:
Sanny Rose Daganta — Eastern Samar State University-Guiuan Campus
Angelica C. Catenza — Eastern Samar State University-Guiuan Campus
Anita Jane A. Amano — Eastern Samar State University-Guiuan Campus
Florabel C. Tejana — Eastern Samar State University-Guiuan Campus

Sumber Jurnal:
Instructional Materials Alignment and Pupil Engagement Among Grade 6 Learners
East Asian Journal of Multidisciplinary Research (2026)


Posting Komentar

0 Komentar