Mereka menemukan bahwa pembagian dividen tunai masih menjadi jangkar utama psikologis pasar dalam menentukan pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan liquid dalam indeks LQ45
Dilema Dividen Versus Laba Ditahan di Pasar Berkembang
Pasar modal di negara berkembang seperti Indonesia memiliki karakteristik unik yang sangat dinamis
Secara teoretis, ada dua model populer yang sering diadu
Menyisir Data Keuangan Saham Blue Chip dengan Statistik
Untuk membuktikannya, tim peneliti menggunakan desain penelitian kuantitatif komparatif
Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, yakni menyaring emiten yang memiliki data laporan keuangan super lengkap sepanjang periode pengamatan, mencakup catatan laba bersih, nilai buku ekuitas, dividen per saham, hingga harga penutupan pasar
Temuan Utama: Efek Dominan Dividen Per Saham
Analisis data menunjukkan hasil yang menarik bagi lanskap investasi tanah air
- Daya Penjelas Gabungan Kuat: Secara simultan (bersama-sama), variabel laba bersih, nilai buku ekuitas, dan dividen memiliki relevansi nilai yang tinggi, mampu menjelaskan 65,8% variasi pergerakan harga saham LQ45
. - Dividen adalah Raja: Ketika diuji secara parsial (individu), dividen per saham (dividend per share) keluar sebagai variabel paling dominan dan signifikan secara statistik memengaruhi harga saham
. - Laba Bersih Mengejutkan Pasar: Sebaliknya, laba bersih dan nilai buku ekuitas secara mandiri justru tidak memperlihatkan pengaruh signifikan terhadap harga saham pada saat laporan dipublikasikan
.
Fenomena tidak signifikannya laba bersih ini didorong oleh kecenderungan pasar di mana harga saham biasanya sudah bergerak lebih dulu mengantisipasi informasi keuntungan jauh sebelum laporan resmi diterbitkan oleh emiten (prices lead earnings)
Implikasi Strategis Bagi Investor dan Kebijakan Publik
"Hasil studi ini mengindikasikan bahwa para investor di pasar modal Indonesia masih sangat bergantung pada kucuran dividen nyata sebagai sinyal utama stabilitas, komitmen manajemen, dan kualitas fundamental dari sebuah perusahaan," tulis Icha Mustamin beserta tim dalam laporan ilmiahnya
.
Bagi masyarakat umum dan investor ritel, riset ini memberikan literasi finansial berharga agar tidak sekadar tergiur oleh besaran laba bersih di atas kertas, melainkan memperhatikan konsistensi emiten dalam membagikan dividen tunai
Profil Peneliti
- Icha Mustamin, S.E., M.Si. (Penulis Utama & Korespondensi) – Akademisi dan peneliti di Politeknik Indonesia, fokus pada bidang Akuntansi Keuangan, Pasar Modal, dan Valuasi Saham
. - Prof. Dr. Amiruddin, S.E., M.Si., Ak., CA. – Dosen dan peneliti senior di Universitas Hasanuddin, ahli di bidang Akuntansi Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan
. - Dr. Darmawati, S.E., M.Si., Ak. – Akademisi di Universitas Hasanuddin, fokus pada riset Akuntansi Keperilakuan, Relevansi Nilai, dan Teori Pasar Modal
. - Endang Sriningsih, S.E., M.M. – Staf pengajar dan peneliti di Universitas Teknologi Akba, mendalami bidang Manajemen Keuangan dan Strategi Investasi
.
Sumber Publikasi Ilmiah
Judul Artikel Jurnal: Comparative Analysis of the Residual Income Valuation Model and the Dividend Discounting Model in Predicting Stock Prices of LQ45 Companies
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR), Vol. 5, No. 5, Halaman 759-770Tahun Publikasi: 2026
DOI Resmi:
0 Komentar