BITUNG –
Literasi keuangan siswa sekolah menengah atas di Kota Bitung masih berada pada
tahap dasar dan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan
ini dilaporkan oleh Fanda Kristin Kambey bersama tim peneliti dari Program
Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri
Manado (UNIMA), dalam penelitian yang dipublikasikan pada Mei 2026 di Journal
of Educational Analytics (JEDA). Hasil penelitian ini penting karena
menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman siswa tentang pengelolaan
keuangan dan perilaku keuangan yang mereka praktikkan sehari-hari.
Di tengah
meningkatnya penggunaan media sosial, platform belanja daring, dan gaya hidup
digital di kalangan Generasi Z, kemampuan mengelola keuangan menjadi semakin
penting. Namun, kemudahan akses terhadap berbagai produk dan tren konsumsi juga
meningkatkan risiko perilaku konsumtif pada remaja. Kondisi ini menjadi
perhatian karena siswa SMA merupakan kelompok yang mulai belajar mengelola uang
secara mandiri, terutama mereka yang tinggal jauh dari orang tua atau tinggal
di rumah kos.
Penelitian
dilakukan terhadap 15 siswa SMA di Kota Bitung yang telah mempelajari mata
pelajaran Ekonomi dan tinggal terpisah dari orang tua mereka. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dan dianalisis untuk memahami bagaimana siswa
memandang, menerapkan, dan merencanakan pengelolaan keuangan pribadi mereka.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami konsep dasar
literasi keuangan, terutama dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan
serta memahami prinsip sederhana pengelolaan uang. Namun, pemahaman tersebut
belum selalu diwujudkan dalam tindakan nyata. Banyak siswa masih mengambil
keputusan keuangan berdasarkan dorongan emosional dan pengaruh lingkungan
digital, khususnya media sosial.
Beberapa
temuan utama penelitian meliputi:
- Pemahaman siswa tentang literasi keuangan masih berada pada tingkat dasar.
- Terdapat kesenjangan antara pengetahuan keuangan dan praktik pengelolaan keuangan sehari-hari.
- Keputusan konsumsi siswa sering dipengaruhi oleh media sosial dan faktor emosional.
- Sebagian besar siswa belum menyadari pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
- Kebiasaan menabung dan menyusun anggaran keuangan masih belum dilakukan secara konsisten.
Penelitian
juga menemukan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap
perilaku keuangan siswa. Paparan terhadap promosi produk, tren konsumsi, dan
gaya hidup digital membentuk cara pandang siswa terhadap aktivitas ekonomi.
Akibatnya, meskipun memahami konsep pengelolaan keuangan yang baik, mereka
masih sering terdorong untuk membeli barang berdasarkan keinginan dibanding
kebutuhan.
Menurut
Fanda Kristin Kambey dan tim dari Universitas Negeri Manado, kondisi ini
menunjukkan bahwa literasi keuangan siswa masih berada pada fase transisi dari
tahap memahami konsep menuju tahap penerapan dalam kehidupan nyata. Pengetahuan
keuangan yang dimiliki siswa belum sepenuhnya terinternalisasi menjadi perilaku
keuangan yang bijak dan berkelanjutan.
Aspek
lain yang menjadi perhatian adalah rendahnya kesadaran siswa terhadap
pentingnya perencanaan keuangan masa depan. Banyak siswa lebih fokus pada
kebutuhan jangka pendek dan gaya hidup konsumtif dibandingkan mempersiapkan
stabilitas keuangan jangka panjang. Padahal, kemampuan menyusun anggaran,
menabung, dan merencanakan penggunaan uang sejak usia muda merupakan fondasi
penting bagi kesejahteraan finansial di masa depan.
Temuan
penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan. Sekolah
didorong untuk mengembangkan pembelajaran ekonomi yang lebih kontekstual dan
dekat dengan realitas kehidupan siswa. Guru juga dapat memanfaatkan
contoh-contoh nyata dari media sosial, perilaku konsumen, dan pengelolaan
keuangan sehari-hari agar materi literasi keuangan lebih mudah dipahami dan
diterapkan.
Bagi
siswa, penelitian ini menjadi pengingat bahwa kemampuan mengelola keuangan
tidak cukup hanya dipahami secara teori. Kebiasaan menyusun anggaran, menabung,
mengendalikan pengeluaran, serta memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan
perlu dibangun sejak dini untuk menghindari masalah keuangan di masa depan.
Profil Penulis
- Fanda Kristin Kambey - Universitas Negeri Manado
- Dr. Jerry R.H. Wuisang - Universitas Negeri Manado
- Dr. Febry Senduk - Universitas Negeri Manado
- Dr. Allen Manongko - Universitas Negeri Manado
- Dr. Edwin Wantah - Bisnis, Universitas Negeri Manado
Sumber Penelitian
Kambey, F.K., Wuisang, J.R.H., Senduk, F., Manongko, A., & Wantah, E. (2026). Analysis of Financial Literacy in Financial Management by Students in High School in Bitung City. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 2, Mei 2026, halaman 259–266.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.13

0 Komentar