MINAHASA
– Kualitas layanan publik di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten
Minahasa masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat efektivitas
pelayanan kepada masyarakat. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang
dilakukan oleh Jendry Paendong, Jerry R.H. Wuisang, Jenny Kaligis, Feibry
Senduk, dan Silvana Oroh dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri
Manado (UNIMA). Studi yang dipublikasikan pada Mei 2026 dalam Journal of
Educational Analytics (JEDA) menunjukkan bahwa meskipun mekanisme pelayanan
sekolah telah berjalan cukup baik, berbagai aspek seperti sarana prasarana,
kompetensi petugas, dan efisiensi prosedur masih memerlukan perbaikan.
Temuan
tersebut menjadi penting karena sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga
pendidikan, tetapi juga sebagai penyedia layanan publik bagi siswa, orang tua,
dan masyarakat. Di era tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin
tinggi, kualitas pelayanan administrasi sekolah menjadi salah satu indikator
penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
Penelitian
dilakukan di tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 2 Tompaso, SMA Negeri 2 Langowan,
dan SMA Negeri 2 Tondano. Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tenaga pendidik, tenaga kependidikan,
serta pihak terkait dalam penyelenggaraan layanan administrasi sekolah.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar prosedur pelayanan telah tersedia
dan berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Namun, implementasinya masih
menghadapi sejumlah hambatan yang memengaruhi kualitas layanan secara
keseluruhan.
Beberapa
temuan utama penelitian meliputi:
- Mekanisme pelayanan administrasi di sekolah pada dasarnya telah tersusun dan berjalan cukup baik.
- Proses pelayanan masih sangat bergantung pada persetujuan kepala sekolah untuk beberapa dokumen penting, sehingga memperlambat penyelesaian layanan.
- Banyak masyarakat belum memahami secara penuh persyaratan dan prosedur administrasi yang harus dipenuhi.
- Sarana dan prasarana pendukung pelayanan dinilai masih terbatas, terutama dalam kapasitas perangkat kerja.
- Kompetensi petugas pelayanan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
- Sekolah telah menyediakan saluran pengaduan langsung maupun daring sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Penelitian
juga menemukan bahwa masyarakat masih menilai sebagian layanan administrasi
sekolah berjalan lambat dan belum sepenuhnya memenuhi harapan publik. Beberapa
permasalahan yang muncul antara lain keterlambatan proses administrasi,
kurangnya disiplin dalam pelaksanaan tugas, serta minimnya sosialisasi mengenai
prosedur pelayanan kepada masyarakat.
Menurut
Jendry Paendong dan tim peneliti dari Universitas Negeri Manado, peningkatan
kualitas pelayanan publik di sekolah tidak cukup hanya dengan memperbaiki
prosedur administrasi. Perubahan juga perlu dilakukan melalui penguatan budaya
pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan
masyarakat. Kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus terus
ditingkatkan agar mampu memberikan layanan yang profesional dan akuntabel.
Penelitian
ini menyoroti pentingnya modernisasi fasilitas pelayanan. Ketersediaan
perangkat komputer, printer, jaringan pendukung, hingga sumber listrik cadangan
dinilai penting untuk mengurangi hambatan operasional yang dapat memperlambat
pelayanan administrasi. Selain itu, penyampaian informasi yang lebih jelas
kepada masyarakat dapat membantu mengurangi kesalahan dokumen dan mempercepat
proses layanan.
Tim
peneliti merekomendasikan sejumlah langkah strategis, termasuk peningkatan
sosialisasi prosedur pelayanan kepada masyarakat, penambahan sumber daya
pendukung pelayanan, peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, serta penguatan
koordinasi antar sekolah dalam menerapkan standar pelayanan yang lebih efektif
dan konsisten.
Temuan
ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan pendidikan di daerah. Kualitas
layanan publik yang baik dapat meningkatkan kepuasan masyarakat, memperkuat
kepercayaan terhadap institusi pendidikan, serta mendukung terciptanya tata
kelola sekolah yang lebih profesional dan akuntabel. Bagi pemerintah daerah,
hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan juga
harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan administrasi yang diterima
masyarakat setiap hari.
Profil Penulis
- Jendry
Paendong - Universitas
Negeri Manado
- Dr. Jerry
R.H. Wuisang - Universitas
Negeri Manado
- Dr. Jenny
Kaligis - Universitas
Negeri Manado
- Dr.
Feibry Senduk - Universitas
Negeri Manado
- Dr.
Silvana Oroh - Universitas
Negeri Manado
Sumber Penelitian
Paendong,
J., Wuisang, J.R.H., Kaligis, J., Senduk, F., & Oroh, S. (2026). Strategies
for Improving the Quality of Public Services in High School Schools in Minahasa
District. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 2, Mei
2026, hlm. 289–296.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.16

0 Komentar