Studi ini dilakukan menggunakan data UMKM di Indonesia selama periode pengamatan 2023–2025. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan kecil yang memiliki tata kelola keuangan yang baik dan taat terhadap kewajiban perpajakan memiliki peluang lebih besar untuk siap memasuki pasar modal. Temuan tersebut penting karena akses terhadap pendanaan menjadi tantangan utama bagi banyak UMKM yang ingin berkembang menjadi perusahaan dengan skala lebih besar.
Selama ini, IPO dipandang sebagai salah satu jalan strategis untuk memperoleh modal dalam jumlah besar. Namun, banyak UMKM masih menghadapi hambatan berupa lemahnya sistem administrasi keuangan dan rendahnya tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Kondisi tersebut dapat mengurangi kepercayaan investor dan memperlambat proses transformasi bisnis.
Menurut Rudy Sondang Sinaga, kepatuhan pajak merupakan indikator penting yang menunjukkan tingkat transparansi dan kedewasaan organisasi. Sementara itu, laporan keuangan yang berkualitas memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi finansial perusahaan sehingga membantu investor menilai prospek usaha secara lebih akurat.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Responden dipilih dari UMKM yang telah beroperasi minimal tiga tahun dan memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur. Data diperoleh melalui survei kepada pemilik usaha dan manajer keuangan, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap kesiapan IPO.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap kesiapan UMKM memasuki pasar modal.
Temuan Utama Penelitian
- Kepatuhan pajak berpengaruh positif terhadap kesiapan IPO, dengan koefisien pengaruh sebesar 0,352.
- Kualitas laporan keuangan memiliki pengaruh lebih besar, dengan koefisien sebesar 0,485.
- Mayoritas responden merupakan UMKM yang telah beroperasi lebih dari lima tahun.
- Sektor manufaktur menjadi kelompok usaha terbesar dalam sampel penelitian.
- Sebanyak 80 persen UMKM memiliki laporan keuangan terstruktur meskipun belum diaudit.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kualitas laporan keuangan memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan kepatuhan pajak. Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan yang akurat, sistematis, dan transparan menjadi faktor utama yang meningkatkan kepercayaan investor.
Penelitian ini juga mendukung teori sinyal (signaling theory), yang menjelaskan bahwa perusahaan dapat mengirimkan sinyal positif kepada pasar melalui penyajian informasi yang berkualitas. Laporan keuangan yang baik menunjukkan efisiensi manajemen, kekuatan pengendalian internal, dan potensi profitabilitas perusahaan di masa depan.
Di sisi lain, temuan tersebut sejalan dengan teori legitimasi (legitimacy theory). Kepatuhan terhadap aturan perpajakan dipandang sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap negara dan masyarakat. Ketaatan ini dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata regulator maupun investor.
Rudy Sondang Sinaga menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi saja belum cukup. Kemampuan menghasilkan laporan keuangan yang transparan merupakan faktor yang paling menentukan keberhasilan UMKM dalam bertransformasi menjadi perusahaan publik.
Penelitian ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya standarisasi tata kelola keuangan dan kepatuhan administratif bagi UMKM yang ingin meningkatkan skala usahanya.
Temuan tersebut memiliki implikasi yang luas. Bagi pelaku usaha, profesionalisasi sistem keuangan menjadi investasi strategis untuk memperoleh akses pendanaan yang lebih besar. Bagi pemerintah dan regulator, hasil penelitian ini menunjukkan perlunya program pendampingan dan peningkatan kapasitas UMKM dalam bidang akuntansi, pelaporan keuangan, dan kepatuhan perpajakan.
Dengan meningkatnya kualitas administrasi dan transparansi, UMKM Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investor serta memperluas sumber pembiayaan melalui pasar modal. Transformasi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat daya saing sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Profil Penulis
Rudy Sondang Sinaga merupakan akademisi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia berfokus pada bidang manajemen, tata kelola perusahaan, keuangan, serta pengembangan UMKM. Penelitiannya banyak membahas transparansi keuangan, kepatuhan regulasi, dan strategi penguatan kapasitas usaha kecil dan menengah.
Sumber Penelitian
Judul artikel: The Effect of Tax Compliance and Financial Statement Quality on the Initial Public Offering (IPO) Readiness of MSMEs
Penulis: Rudy Sondang Sinaga
Afiliasi: Universitas Kristen Indonesia
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4, Nomor 3
Tahun: 2026
Halaman: 189–196
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i3.7
URL: https://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs
0 Komentar