Mahasiswa
program Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Makassar semakin mengandalkan
kecerdasan buatan (AI) generatif dalam rutinitas akademik mereka, mulai dari
persiapan kelas hingga pengerjaan tugas akhir. Penelitian yang diterbitkan
dalam Journal of Educational Analytics (JEDA) pada Mei 2026 oleh
Munawwarah dan Faathir Almur ini menyoroti bagaimana ketergantungan terhadap
teknologi tersebut memengaruhi pola belajar mahasiswa di kelas. Hasil
penelitian ini menjadi krusial karena penggunaan AI yang tidak dibarengi dengan
literasi memadai berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis dan integritas
akademik mahasiswa.
Fenomena Ketergantungan AI dalam Pembelajaran
Kehadiran
alat seperti ChatGPT dan sistem berbasis AI lainnya telah mengubah cara
mahasiswa mengakses informasi dan menyelesaikan tugas. Meskipun teknologi ini
memberikan kemudahan dan kecepatan, muncul kekhawatiran mengenai pergeseran
perilaku belajar, di mana mahasiswa cenderung menggunakan AI sebagai sumber
utama daripada hanya sebagai alat bantu pendukung. Munawwarah dan Almur
menemukan bahwa mahasiswa sering kali menggunakan AI untuk meringkas materi
kompleks atau menyelesaikan masalah akademik secara instan.
Metode Penelitian
Penelitian
ini menerapkan desain survei metode campuran (mixed-methods) terhadap 40
mahasiswa Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Makassar selama satu semester.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang menggabungkan skala Likert
dan pertanyaan terbuka untuk menggali pengalaman langsung mahasiswa. Analisis
data mencakup statistik deskriptif, korelasi, regresi, dan analisis tematik
untuk memahami hubungan antara penggunaan AI, literasi AI, serta dampaknya
terhadap hasil belajar.
Temuan Utama: Literasi adalah Kunci
Hasil
studi menunjukkan bahwa ketergantungan pada AI tidak serta-merta berdampak
buruk, melainkan sangat bergantung pada cara mahasiswa menggunakannya. Berikut
adalah poin penting temuan penelitian:
- · Manfaat vs. Risiko: Mahasiswa yang menggunakan AI dengan bijak merasakan manfaat besar dalam klarifikasi konsep sulit, namun ada risiko nyata berupa pembelajaran dangkal jika mahasiswa terlalu pasif menerima jawaban AI.
- · Peran Literasi AI: Mahasiswa yang memiliki literasi AI tinggi dan kebiasaan memverifikasi informasi secara kritis cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan risiko integritas yang jauh lebih rendah.
- · Pola Penggunaan: AI paling sering diakses selama kegiatan kelas dan saat pengerjaan tugas, yang menunjukkan integrasi teknologi yang dalam dalam proses belajar aktif.
Implikasi untuk Dunia Pendidikan
Penelitian
ini menegaskan bahwa pelarangan AI bukan solusi efektif. Munawwarah dan Faathir
Almur merekomendasikan institusi pendidikan tinggi untuk segera
mengintegrasikan pelatihan literasi AI ke dalam kurikulum. Dosen diharapkan
mampu mendesain tugas yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menggunakan
AI, tetapi juga mengevaluasi dan memvalidasi kebenaran informasi yang
dihasilkan. Langkah ini penting untuk menjaga standar akademik dan memastikan
AI berfungsi sebagai alat penguat kemampuan kognitif, bukan pengganti proses
berpikir mandiri.
Profil
Penulis:
- Munawwarah - Universitas Negeri Makassar.
- Faathir Almur - Universitas Negeri Makassar.
Sumber
Penelitian:
Munawwarah, & Almur, F. (2026). Student Dependence on Generative AI and Its Impact on Classroom Learning: A Mixed-Methods Study in Chemistry Education. Journal of Educational Analytics (JEDA), 5(2), 375-390.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.1
URL: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda

0 Komentar