Debat panjang mengenai penggunaan bahasa di ruang kelas kembali
mengemuka setelah Dante Abegail, Duterte Caren Mae, dan Sellote Resheil dari
Cebu Technological University melakukan meta-sintesis terhadap berbagai studi
efektivitas pembelajaran bahasa. Penelitian yang dipublikasikan pada Februari
2026 ini membandingkan dua pendekatan kontras: kebijakan
"English-Only" (EOP) yang mewajibkan penggunaan bahasa Inggris penuh,
dengan metode "Multilingual Scaffolding" yang mengizinkan penggunaan
bahasa ibu sebagai jembatan belajar. Hasil kajian ini sangat krusial bagi dunia
pendidikan, terutama dalam menentukan strategi pengajaran yang paling efektif
untuk meningkatkan kecakapan bahasa siswa tanpa mengabaikan faktor psikologis
mereka.
Dilema di Ruang Kelas Bahasa
Selama ini, kebijakan "English-Only" sering diterapkan dengan
asumsi bahwa lingkungan yang eksklusif berbahasa Inggris akan memaksa siswa
untuk belajar lebih cepat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bagi
siswa dengan tingkat kemampuan rendah, metode ini justru menciptakan hambatan
psikologis, kecemasan, dan penurunan keterlibatan dalam kelas. Di sisi lain,
pendekatan multilingual scaffolding menawarkan fleksibilitas
dengan memungkinkan siswa menggunakan bahasa ibu untuk memahami konsep yang
lebih kompleks, sebelum sepenuhnya beralih ke bahasa target.
Cara Peneliti Menyimpulkan Data
Para peneliti melakukan meta-sintesis kualitatif dengan menganalisis
berbagai studi literatur dari jurnal-jurnal English as a Second Language
(ESL) dan English as a Foreign Language (EFL) yang diterbitkan
antara tahun 2015 hingga 2025. Dengan menggunakan kerangka analisis dokumen dan
pengkodean tematik, tim peneliti menyatukan data dari berbagai konteks
pendidikan untuk memetakan dampak nyata dari kedua kebijakan tersebut terhadap kefasihan,
pemahaman konsep, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa di dalam kelas.
Temuan Utama: Efektivitas vs.
Kenyamanan Belajar
Hasil kajian menunjukkan perbedaan dampak yang signifikan antara kedua
metode tersebut:
- ·
Keunggulan "English-Only": Efektif dalam
meningkatkan kelancaran berbicara secara teknis dan akurasi tata bahasa bagi
siswa yang sudah memiliki kemampuan dasar yang baik.
- ·
Tantangan "English-Only": Menimbulkan
hambatan emosional (kecemasan) yang besar bagi siswa dengan kemampuan rendah,
yang justru menghambat proses belajar mereka.
- ·
Kekuatan Multilingual Scaffolding: Terbukti sangat
efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih dalam dan meningkatkan
partisipasi aktif siswa, terutama saat materi pelajaran dirasa sulit.
- ·
Sinergi Pembelajaran: Pendekatan yang
mengizinkan penggunaan bahasa ibu sebagai penyangga (scaffolding) mampu
membangun kepercayaan diri siswa sebelum mereka benar-benar mahir menggunakan
bahasa target secara penuh.
Dampak bagi Masa Depan Pendidikan
Bahasa
Temuan dari Cebu Technological University ini memberikan sinyal bagi
para praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan bahwa tidak ada satu pendekatan
yang cocok untuk semua kondisi. Dante Abegail dan tim menekankan bahwa sekolah
harus lebih bijak dalam menerapkan kebijakan bahasa. Pendekatan multilingual scaffolding terbukti mampu menciptakan
lingkungan belajar yang lebih inklusif dan meminimalisir rasa takut salah pada
diri siswa. Kebijakan pendidikan yang tepat di masa depan sebaiknya
mempertimbangkan keseimbangan antara tantangan bahasa Inggris yang ketat dengan
dukungan bahasa ibu, agar proses pemerolehan bahasa berjalan lebih alami dan
efektif.
Profil
Penulis:
- Dante
Abegail – Peneliti, Cebu Technological University; bidang keahlian: Pedagogi
Bahasa dan Akuisisi Bahasa.
- Duterte
Caren Mae – Peneliti, Cebu Technological University; bidang keahlian: Pendidikan
Bahasa Inggris.
- Sellote
Resheil – Peneliti, Cebu Technological University; bidang keahlian: Kebijakan
Pendidikan Bahasa dan Pengajaran Bilingual.
Sumber
Penelitian:
Abegail, D., Mae, D. C., & Resheil, S. (2026). "Comparative Efficacy of English-Only Policies and Multilingual Scaffolding: A Meta-Synthesis of Language Proficiency Outcomes". Journal of Language Development and Linguistics (JLDL), 5(1), 111-128.
DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3780
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/jldl

0 Komentar