Ekoenzim semakin dikenal sebagai solusi multifungsi untuk berbagai keperluan, mulai dari pembersih rumah tangga hingga penyubur tanaman. Penelitian yang dilakukan oleh Intan Oktaviani dan tim dari Universitas Veteran Bangun Nusantara pada Mei 2026 ini melakukan skrining awal terhadap karakteristik fisik dan biokimia larutan ekoenzim yang dibuat dari kombinasi buah dan rempah-rempah dengan jenis gula yang berbeda.
Latar Belakang dan Tujuan
Meskipun ekoenzim populer, standarisasi mengenai kualitas larutan yang dihasilkan dari bahan baku yang bervariasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fisik (warna, bau, dan pH) serta profil biokimia (kandungan metabolit primer dan sekunder) dari ekoenzim yang dihasilkan. Pemahaman mengenai profil ini penting untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan ekoenzim dalam aplikasi praktis.
Metodologi Penelitian
Peneliti melakukan serangkaian pengamatan laboratorium terhadap sampel larutan ekoenzim:
- Analisis Fisik: Mengamati perubahan warna, tekstur bau yang dihasilkan (apakah segar atau menyengat), dan mengukur tingkat keasaman (pH) menggunakan pH meter.
- Analisis Biokimia: Menguji keberadaan metabolit primer dan sekunder untuk mengetahui senyawa aktif apa saja yang terbentuk selama proses fermentasi.
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik yang konsisten dari larutan ekoenzim yang diuji:
- Profil Warna dan Aroma: Larutan ekoenzim menunjukkan warna cokelat khas dengan aroma yang segar dan menyengat, yang mengindikasikan proses fermentasi berjalan dengan baik.
- Tingkat Keasaman (pH): Larutan memiliki nilai pH yang bersifat asam, yang merupakan ciri khas ekoenzim berkualitas karena mengandung asam asetat dan asam organik lainnya hasil fermentasi.
- Kandungan Biokimia: Proses fermentasi berhasil membentuk berbagai metabolit yang berperan aktif, memberikan potensi manfaat bagi lingkungan.
Implikasi bagi Penggunaan Ekoenzim
Temuan ini memberikan gambaran bagi masyarakat dan praktisi lingkungan bahwa pemilihan jenis buah dan rempah, serta jenis gula, memengaruhi profil kimiawi ekoenzim. Dengan mengetahui karakteristik fisik dan biokimia ini, pengguna dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan ekoenzim sebagai agen pembersih alami atau biokatalis dalam pengolahan limbah. Penelitian ini menjadi langkah awal yang penting menuju standarisasi produksi ekoenzim di tingkat rumah tangga maupun skala yang lebih luas.
Profil Penulis:
- Intan Oktaviani Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia.
- Yastin Indriawati Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia.
- Hany Fatikha Utama Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia.
- Agus Purwanto Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia.
- Ratna Dewi Eskundari Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia.
Sumber Penelitian: Oktaviani, I., Indriawati, Y., Utama, H. F., Purwanto, A., & Eskundari, R. D. (2026). "Initial Screening of Physical and Biochemical Characteristics of Ecoenzyme Solutions from Fruits and Spices". International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), 4(5), 723-730.
0 Komentar