Penelitian ini menjadi sangat penting karena gen LOX-1 memiliki peran krusial dalam mendeteksi risiko penyakit hati berlemak non-alkohol atau Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
Hubungan Kolesterol Jahat dan Kerusakan Hati
Penyakit NAFLD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, yaitu Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH)
Secara biologis, penumpukan kolesterol jahat yang teroksidasi (oxidized low-density lipoprotein atau oxLDL) di dalam tubuh menjadi pemicu utama peradangan sistematis ini
Metode Pengujian Sampel Darah di Laboratorium
Dalam riset ini, tim peneliti melibatkan 35 sukarelawan dengan usia rata-rata 43 tahun, yang terdiri dari 27 perempuan dan 8 laki-laki
Proses pengujian dilakukan dengan mengambil sampel darah tepi dari para sukarelawan
Untuk melihat variasi genetik LOX-1 secara spesifik pada kode 3'UTR188C/T, peneliti menggunakan teknik penggandaan DNA yang dikombinasikan dengan pemotongan enzim khusus, atau dikenal dengan metode PCR-RFLP
Mayoritas Responden Memiliki Genotipe Heterozigot CT
Berdasarkan analisis genetik yang telah dilakukan, para peneliti menemukan distribusi variasi gen (genotipe) LOX-1 yang menarik pada masyarakat Medan yang menjadi sampel
- Genotipe CT (Heterozigot): Ditemukan pada 15 partisipan atau sekitar 43% dari total sampel
. - Genotipe CC (Homozigot): Ditemukan pada 17 partisipan atau sekitar 49% dari total sampel
. - Genotipe TT (Homozigot): Hanya ditemukan pada 3 partisipan atau sekitar 8% dari total sampel
.
Secara keseluruhan, frekuensi kemunculan Alel C (varian utama) sangat mendominasi dengan persentase mencapai 67% (ditemukan pada 47 indikator biologis), sementara Alel T (varian minor) hanya sebesar 33% (ditemukan pada 23 indikator biologis)
Manfaat bagi Kebijakan Kesehatan dan Dunia Medis
Shahrul Rahman dan Harun Al Rasyid menjelaskan dalam laporannya bahwa gen LOX-1 secara tidak langsung dapat memperburuk cedera sel hati pada pasien NASH
Penemuan ini memiliki implikasi besar bagi masa depan dunia kedokteran dan kebijakan publik di Indonesia:
- Pengobatan Personal (Personalized Medicine): Dokter dapat memetakan profil genetik pasien terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa rentan mereka terhadap kerusakan hati akibat pola makan tinggi lemak
. - Pencegahan Dini Penyakit Jantung: Karena variasi gen LOX-1 juga berkaitan dengan retensi lemak jahat di dinding pembuluh darah, hasil ini membantu mendeteksi risiko penyumbatan kardiovaskular sejak dini
. - Edukasi Publik Berbasis Data: Pemerintah dan institusi pendidikan dapat memanfaatkan data genetik lokal ini untuk merancang kampanye intervensi nutrisi yang lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat urban.
Profil Peneliti
Shahrul Rahman, S.Ked., M.Sc. – Dosen dan peneliti di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Memiliki keahlian di bidang biokimia medis, genetika manusia, dan analisis analitik kesehatan.
Dr. dr. Harun Al Rasyid, Sp.JP(K) – Staf pengajar dan akademisi di Universitas Sumatera Utara (USU). Spesialis dalam bidang kardiologi, kedokteran vaskular, dan studi biomolekular penyakit kronis.Sumber Penelitian
Judul Artikel Jurnal: Overview of LOX-1 Gen 3'UTR188C/T Polymorphism in Medan, Indonesia
Nama Jurnal: Asian Journal of Healthcare Analytics (AJHA)Tahun Publikasi: 2026
Tautan Resmi (DOI):
0 Komentar