Evolusi Bahasa Indonesia di TikTok: Pergeseran Makna dan Gaya Komunikasi di Ruang Digital

Ilustrasi by AI

Penggunaan bahasa Indonesia di platform video pendek TikTok kini mengalami transformasi yang signifikan, jauh dari pakem tata bahasa formal. Mad Rohim bersama tim peneliti dari Universitas Indraprasta PGRI melakukan kajian pragmatik pada 2026 untuk membedah bagaimana pola komunikasi cepat dan visual di TikTok mengubah struktur serta makna bahasa sehari-hari. Pemahaman ini krusial karena tren bahasa di ruang digital saat ini menjadi cerminan utama perubahan sosiolinguistik yang akan memengaruhi cara generasi muda berkomunikasi di masa depan.

Tantangan Komunikasi di Era Cepat

Di media sosial, efisiensi menjadi kunci. Interaksi di TikTok yang didorong oleh durasi video singkat dan elemen visual membuat pengguna cenderung meninggalkan struktur bahasa formal. Tantangannya, banyak pihak yang merasa khawatir bahwa pergeseran ini dapat merusak kaidah bahasa nasional. Namun, penelitian dari Universitas Indraprasta PGRI ini justru melihat bahwa ini adalah fenomena adaptasi bahasa yang wajar dalam ruang digital, di mana konteks dan fungsi komunikasi lebih diutamakan daripada sekadar kepatuhan pada aturan tata bahasa.

Cara Bahasa Bertransformasi

Peneliti menggunakan pendekatan pragmatik untuk melacak bagaimana makna terbentuk dalam interaksi di TikTok. Data diambil dari berbagai konten TikTok sepanjang 2026, mencakup ekspresi lisan dan teks pendukung dalam video. Fokus utama analisis adalah membedah bagaimana maksud komunikatif tetap tersampaikan meskipun pilihan kata, singkatan, dan gaya bahasa yang digunakan sangat jauh berbeda dari norma bahasa baku. Peneliti melacak hubungan antara konteks digital dengan bagaimana pengguna memaknai setiap interaksi.

Temuan Utama: Perubahan di Level Kata dan Makna

Penelitian ini mengungkapkan beberapa pola pergeseran bahasa yang dominan:

  • ·         Pilihan Kata (Diksi) yang Dinamis: Terjadi pergeseran besar dalam pemilihan kosakata yang lebih santai, singkat, dan cenderung lebih ekspresif untuk menarik perhatian penonton.
  • ·         Makna Kontekstual: Makna sebuah kata kini sangat bergantung pada konteks video dan tren yang sedang berlangsung, bukan lagi pada definisi kamus semata.
  • ·         Fungsi Komunikatif yang Intuitif: Pengguna TikTok lebih mengutamakan penyampaian pesan yang cepat dan efisien, sering kali mengabaikan tanda baca atau struktur kalimat yang lengkap.
  • ·         Adaptasi Budaya Digital: Bahasa yang digunakan di TikTok mencerminkan gaya hidup yang serba instan, di mana kreativitas dalam mengolah bahasa menjadi modal utama agar konten dapat viral.

Dampak bagi Masa Depan Literasi Digital

Pergeseran bahasa ini membawa dampak luas bagi pendidikan dan kebijakan literasi digital. Mad Rohim dan tim peneliti dari Universitas Indraprasta PGRI menekankan bahwa fenomena ini bukanlah kemunduran bahasa, melainkan bentuk kreativitas linguistik di ruang baru. Bagi dunia pendidikan, temuan ini menyarankan agar pengajaran bahasa Indonesia ke depannya lebih bersifat terbuka terhadap dinamika bahasa digital. Memahami pragmatik bahasa di media sosial akan membantu tenaga pendidik untuk lebih dekat dengan dunia siswa, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih bijak mengenai kapan harus menggunakan bahasa formal dan kapan bahasa santai digital digunakan secara tepat.

Profil Penulis:

  • Mad Rohim – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Bahasa dan Sastra Indonesia.
  • Yanti Nuryanti – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Linguistik.
  • Eros Rosmina – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Pendidikan Bahasa.
  • Dewi Rahmawati – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Sosiolinguistik.
  • Feri Muhamad Firdaus – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Pragmatik.
  • Ryan Hidayat – Peneliti, Universitas Indraprasta PGRI; bidang keahlian: Analisis Wacana.


Sumber Penelitian:

Rohim, M., Nuryanti, Y., Rosmina, E., Rahmawati, D., Firdaus, F. M., & Hidayat, R. (2026). "Indonesian Language Transformation on TikTok: A Pragmatic Study of Digital Space 2026". Journal of Language Development and Linguistics (JLDL), 5(1), 71-78. 

DOI: https://doi.org/10.55927/jldl.v5i1.16530

URL : https://journal.formosapublisher.org/index.php/jldl

 


Posting Komentar

0 Komentar