Kepercayaan diri dalam bekerja dan dukungan dari organisasi terbukti
mampu menekan angka kelelahan emosional atau burnout pada
personel kepolisian. Temuan ini diungkap oleh Tri Suci Dewa Akbar dan Eru
Ahmadia dari Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam penelitian yang dilakukan
pada tahun 2026 terhadap anggota Kepolisian Resor (Polres) Sanggau, Kalimantan
Barat. Hasil penelitian ini penting untuk memperkuat strategi manajemen sumber
daya manusia di instansi kepolisian agar personel tetap optimal dalam melayani
masyarakat di tengah tuntutan tugas yang berat.
Lingkungan kerja kepolisian yang menuntut kesiapan operasional tinggi,
jam kerja panjang, dan keterlibatan langsung dalam penanganan konflik sering
kali memicu kelelahan fisik maupun mental. Fenomena burnout
ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan personel, tetapi juga dapat
menurunkan motivasi kerja, yang secara tidak langsung tecermin dari data
absensi dan kasus pelanggaran disiplin di institusi tersebut dalam beberapa
tahun terakhir.
Untuk memahami dinamika ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif
asosiatif dengan melibatkan 90 anggota Polres Sanggau sebagai responden. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang mengukur sejauh mana efektivitas diri (self-efficacy)—yaitu keyakinan personel akan
kemampuannya menyelesaikan tugas—dan persepsi dukungan organisasi (perceived organizational support) memengaruhi tingkat burnout mereka.
Hasil analisis menunjukkan temuan kunci sebagai berikut:
·
Efektivitas diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout, artinya semakin tinggi kepercayaan diri
personel dalam bekerja, maka tingkat burnout cenderung
menurun.
·
Dukungan organisasi, seperti keadilan dalam perlakuan, perhatian dari
atasan, serta penghargaan dan kesejahteraan, juga terbukti signifikan dalam
menurunkan tingkat burnout.
·
Secara bersama-sama, kedua faktor tersebut berkontribusi sebesar 29%
dalam memengaruhi tingkat burnout personel,
sementara 71% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian.
Implikasi dari penelitian ini sangat krusial bagi pengembangan kebijakan
di lingkungan Polri maupun instansi lainnya dengan karakteristik tugas serupa.
Eru Ahmadia dan Tri Suci Dewa Akbar dari Universitas Muhammadiyah Pontianak
menekankan bahwa institusi perlu fokus pada peningkatan self-efficacy personel melalui pengembangan kompetensi,
sekaligus memastikan sistem dukungan organisasi yang kuat untuk menjaga
kesehatan mental dan performa anggota.
Profil
Penulis:
- Tri
Suci Dewa Akbar - Universitas Muhammadiyah Pontianak
- Eru
Ahmadia - Universitas Muhammadiyah Pontianak
Sumber
Penelitian:
0 Komentar