Tim
pengabdian masyarakat dari STIE Indonesia Banking School memberdayakan ibu-ibu
PKK di RW 06 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, untuk memperkuat ketahanan
finansial keluarga melalui literasi keuangan, menabung, berinvestasi, dan
kewaspadaan terhadap bahaya pinjaman daring ilegal pada 3 April 2026. Program
ini menjadi krusial di tengah dinamika ekonomi modern, di mana rendahnya
literasi keuangan sering membuat ibu rumah tangga rentan terhadap jeratan utang
serta kurang optimal dalam mengelola aset keluarga.
Latar Belakang Masalah
Ibu
rumah tangga memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,
namun mereka sering menghadapi tantangan dalam membedakan antara kebutuhan dan
keinginan. Selain itu, minimnya pemahaman mengenai risiko produk keuangan
digital membuat banyak keluarga terjebak dalam pinjaman daring ilegal yang
menawarkan proses cepat tetapi dengan bunga tinggi dan praktik penagihan yang
merugikan.
Metodologi
Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif yang
melibatkan dosen dan mahasiswa dari STIE Indonesia Banking School, dengan
rangkaian aktivitas meliputi:
- · Identifikasi masalah: Melalui observasi langsung terhadap kebutuhan anggota PKK di lingkungan setempat.
- · Sosialisasi edukatif: Pemberian materi mengenai manajemen keuangan, strategi investasi, dan identifikasi pinjaman ilegal melalui diskusi interaktif serta tanya jawab.
- · Evaluasi: Pengukuran keberhasilan program melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk menilai perubahan pemahaman peserta.
Temuan Utama
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman
peserta terkait literasi keuangan:
- · Tingkat pemahaman awal peserta rata-rata berada di angka 76,1%, namun setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan hingga mencapai 100% pada seluruh indikator yang diuji.
- · Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran yang drastis dalam aspek pentingnya menabung, pemilihan instrumen investasi aman seperti emas, serta kemampuan mendeteksi karakteristik pinjaman daring ilegal.
- · Seluruh peserta (100%) menyatakan motivasi dan ketertarikan tinggi untuk mulai menerapkan kebiasaan mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana setelah mengikuti kegiatan.
Implikasi dan Dampak
Program
ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi interaktif sangat efektif mengubah
pola pikir dan perilaku keuangan ibu rumah tangga. Keberhasilan program ini
memberikan kontribusi nyata dalam membentuk keluarga yang lebih mandiri,
terencana, dan terlindungi dari risiko keuangan. Para peserta kini memiliki
kesiapan yang lebih baik untuk mengelola pendapatan dan merencanakan kebutuhan
masa depan secara efektif. Ke depannya, tim pengabdian merekomendasikan
pendampingan berkelanjutan terkait praktik pembukuan keuangan rumah tangga agar
kebiasaan baik ini dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Profil
Penulis:
- Ossi Ferli - STIE Indonesia Banking School
- Erric Wijaya- STIE
Indonesia Banking School
- Deva Olivia- STIE
Indonesia Banking School
- Evada
Rustinah- STIE Indonesia Banking School
- Astriani Puspita Maharani- STIE Indonesia Banking School
- Fathiyya Humairoh- STIE Indonesia Banking School
Sumber Penelitian
Ferli, O., Wijaya, E., Olivia, D., Rustinah, E., Maharani, A. P., & Humairoh, F. (2026). "Building Financially Resilient Families: Evidence from Financial Literacy Education among PKK Members in Pesanggrahan Jakarta". Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), 5(5), 425-436.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i5.33.
URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

0 Komentar