Edukasi Investasi Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SMK di Jakarta

Ilustrasi by AI

Jakarta — Literasi keuangan di kalangan pelajar vokasi kembali menjadi sorotan setelah tim peneliti dari STIE Indonesia Banking School bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar program edukasi investasi untuk siswa SMK Pembangunan Jaya YAKAPI, Jakarta. Program yang dilaksanakan pada 20 April 2026 ini menunjukkan hasil signifikan: pemahaman siswa tentang investasi legal meningkat tajam dari 73,3 persen menjadi 96 persen, sementara minat untuk mulai berinvestasi melonjak dari 20 persen menjadi 92 persen. Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa tahun 2026.

Artikel berjudul Collaborative Investment Education with the Indonesia Stock Exchange: Improving Financial Literacy among Vocational Students in Jakarta ditulis oleh Ossi Ferli, Paulina Harun, Zhafirah Kirana Zahra, Erlinda Argiyanti, Muhammad Dwi Laksono, dan Galuh Ratna Manggalih dari STIE Indonesia Banking School. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan investasi sejak usia sekolah untuk memperkuat kesiapan finansial generasi muda.

Fenomena rendahnya literasi keuangan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Meskipun teknologi digital telah mempermudah akses investasi melalui berbagai aplikasi, banyak pelajar masih belum memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Bahkan, risiko investasi bodong masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda yang belum memiliki pemahaman cukup. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi pasar modal yang lebih masif dan terstruktur.

Dalam program ini, sebanyak 25 siswa kelas XII Akuntansi menjadi peserta utama. Tim peneliti menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa sebelum dan sesudah seminar. Materi disampaikan secara interaktif oleh perwakilan Bursa Efek Indonesia, mencakup pengenalan saham, reksa dana, obligasi, serta cara membedakan platform investasi legal dan ilegal. Pendekatan sederhana ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep investasi yang selama ini dianggap rumit.

Hasilnya menunjukkan perubahan yang sangat jelas. Sebelum seminar, hanya 20 persen siswa yang pernah mencoba investasi, dan hanya 13,3 persen yang memiliki aplikasi investasi di ponselnya. Setelah mendapatkan materi, sebanyak 92 persen siswa menyatakan siap mempertimbangkan investasi di pasar modal. Ini menunjukkan bahwa hambatan utama bukanlah minat, tetapi kurangnya akses pengetahuan yang benar.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sebelum seminar, sebanyak 26,7 persen siswa belum memahami apa itu investasi legal. Setelah sesi edukasi selesai, angka pemahaman naik menjadi 96 persen. Artinya, edukasi langsung dari institusi resmi seperti BEI terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa mengenali investasi yang aman dan terpercaya.

Menariknya, seluruh siswa sejak awal sebenarnya sudah memiliki pola pikir terbuka. Sebanyak 100 persen responden menolak anggapan bahwa investasi hanya untuk orang kaya. Hal ini menjadi modal penting bagi pendidikan keuangan di sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa mulai menyadari bahwa investasi bisa dimulai dengan nominal kecil dan dapat menjadi langkah awal membangun kemandirian ekonomi sejak muda.

Menurut Ossi Ferli dan tim dari STIE Indonesia Banking School, kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga resmi seperti Bursa Efek Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi keuangan tidak cukup sekali, tetapi harus menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan finansial yang sehat bagi generasi muda. Dengan meningkatnya literasi keuangan, peluang generasi muda untuk terhindar dari penipuan finansial sekaligus membangun aset jangka panjang akan semakin besar.

Dampak penelitian ini tidak hanya relevan untuk dunia pendidikan, tetapi juga bagi kebijakan publik. Integrasi pendidikan investasi ke dalam kurikulum sekolah dinilai dapat menjadi strategi nasional dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Jika dilakukan secara luas, model seperti ini berpotensi mempercepat pertumbuhan investor muda di Indonesia.

Profil Penulis
Ossi Ferli — STIE Indonesia Banking School
Paulina Harun — STIE Indonesia Banking School
Zhafirah Kirana Zahra — STIE Indonesia Banking School
Erlinda Argiyanti — STIE Indonesia Banking School
Muhammad Dwi Laksono — STIE Indonesia Banking School
Galuh Ratna Manggalih — STIE Indonesia Banking School

Sumber Penelitian
Collaborative Investment Education with the Indonesia Stock Exchange: Improving Financial Literacy among Vocational Students in Jakarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF), Vol. 5 No. 3, 2026

Posting Komentar

0 Komentar