MANILA — Perilaku konsumsi rumah tangga dan individu saat ini diakui secara global sebagai salah satu pemicu utama krisis iklim global. Di tengah tekanan perubahan lingkungan ini, sebuah studi komprehensif yang dirilis pada tahun 2026 oleh peneliti Mark Dariel B. Banuelos dan Karl P. Campos dari University of Southeastern Philippines menyoroti dinamika mendalam mengenai bagaimana ekosistem akademis di Filipina merespons tuntutan konsumsi berkelanjutan. Melibatkan ratusan responden terdidik dari berbagai Perguruan Tinggi (HEI) di Filipina, temuan ini mengungkap realitas penting bahwa niat matang untuk membeli produk ramah lingkungan memerlukan dukungan kontrol psikologis dan nilai moral yang kuat agar benar-benar terwujud menjadi aksi nyata yang konsisten di lapangan.
Melonjaknya pola konsumsi modern yang tidak terkendali telah membawa risiko keberlanjutan yang sangat serius di tingkat global. Berbagai studi panel antarpemerintah sebelumnya bahkan menegaskan bahwa aktivitas manusia bertanggung jawab langsung atas kenaikan suhu bumi yang memicu pemanasan global. Sebagian besar emisi karbon yang merusak atmosfer justru bersumber dari akumulasi aktivitas harian di tingkat rumah tangga. Untuk mengatasi kebuntuan ekologis ini, para pembuat kebijakan dan pelaku industri dituntut untuk memahami akar dari pembentukan sikap konsumsi masyarakat. Tantangan terbesarnya berada pada kesenjangan antara apa yang dipikirkan konsumen dengan apa yang benar-benar mereka lakukan di kasir pembayaran, sebuah fenomena sosiologis yang dikenal sebagai celah antara niat dan tindakan nyata.
Guna memetakan pola perilaku ini secara akurat, Mark Dariel B. Banuelos dan Karl P. Campos menerapkan desain penelitian kuantitatif prediktif dengan menyebarkan survei daring berbasis kuota kepada 704 konsumen aktif yang berbasis di lingkungan universitas Filipina. Sebagian besar responden merupakan kelompok masyarakat yang sangat terdidik, didominasi oleh lulusan sarjana dan magister berusia produktif yang secara ekonomi aktif. Melalui pendekatan statistik canggih bernama Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), tim peneliti menguji dua model teoretis besar sekaligus secara simultan. Model pertama menguji pengaruh karakteristik personal langsung berbasis nilai moral konsumen, sedangkan model kedua menguji rantai keputusan berbasis niat rasional yang diperluas dari Teori Perilaku Terencana.
Hasil analisis data memberikan gambaran yang sangat menarik mengenai profil psikologis civitas akademika di Filipina. Pada indikator karakteristik personal, nilai-nilai kepedulian sosial atau altruistik dan kepedulian terhadap alam mendapat skor tertinggi di antara konsumen. Hal ini menunjukkan adanya orientasi moral yang sangat kuat untuk melindungi lingkungan serta kesejahteraan makhluk hidup di sekitar mereka. Konsumen di lingkungan perguruan tinggi ini secara konsisten menyatakan preferensi yang sangat tinggi terhadap produk-produk yang tidak menyakiti hewan, menghormati hak asasi pekerja seperti bebas dari eksploitasi anak, menggunakan kemasan ramah lingkungan, serta diproduksi secara lokal di wilayah mereka sendiri.
Namun, kejutan besar muncul ketika jalur pengaruh dari kedua model tersebut dievaluasi secara statistik. Pada pengujian Model pertama, ditemukan bahwa faktor kepedulian lingkungan secara umum, nilai egois, dan norma personal yang mandiri ternyata tidak memiliki dampak signifikan langsung dalam mendorong praktik konsumsi berkelanjutan secara nyata. Perilaku ramah lingkungan di lapangan rupanya hanya mampu digerakkan secara signifikan oleh nilai altruistik yang tulus dan adanya rasa tanggung jawab yang dirasakan secara mendalam oleh individu. Ketika seseorang merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar atas dampak buruk dari keputusannya, barulah tindakan pelestarian alam itu benar-benar mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pengujian pada Model kedua membuktikan keunggulan yang jauh lebih besar dalam memprediksi tindakan nyata konsumen. Melalui model ini, ditemukan bahwa niat untuk membeli produk hijau bertindak sebagai jembatan atau mediator yang sangat krusial. Sikap positif terhadap konsumsi berkelanjutan dan kontrol perilaku yang dirasakan individu terbukti mampu meningkatkan niat beli produk hijau secara masif, yang pada akhirnya bermuara kuat pada penerapan praktik konsumsi ramah lingkungan di dunia nyata. Di sisi lain, tekanan sosial atau norma subjektif dari lingkungan sekitar terbukti tidak memiliki dampak langsung apa pun terhadap praktik nyata di lapangan, melainkan harus sepenuhnya diperkuat dan disaring terlebih dahulu melalui niat beli personal konsumen. Kesimpulan ini menegaskan bahwa faktor rasional terkontrol dan rencana pembelian yang matang memiliki daya prediksi yang jauh lebih kuat dan efektif dalam membentuk ekosistem konsumsi hijau dibandingkan sekadar dorongan moralitas semata.
Dampak dari temuan Mark Dariel B. Banuelos dan Karl P. Campos ini memberikan panduan strategis yang sangat berharga bagi dunia usaha, institusi pendidikan, dan perumus kebijakan publik. Bagi sektor korporasi dan pelaku pasar ramah lingkungan, strategi pemasaran tidak boleh lagi hanya berfokus pada kampanye narasi penyelamatan bumi secara umum. Pelaku usaha harus mulai merancang strategi komunikasi produk yang menyentuh rasa tanggung jawab personal konsumen serta menonjolkan transparansi etis, seperti jaminan bebas kekejaman pada hewan dan keadilan upah pekerja. Di sektor pendidikan tinggi dan kebijakan publik, intervensi yang paling efektif adalah dengan memfasilitasi kemudahan akses, keterjangkauan harga, dan ketersediaan produk berkelanjutan di lingkungan sekitar konsumen untuk memperkuat kontrol perilaku mereka, sehingga niat baik yang dimiliki masyarakat terdidik tidak layu di tengah jalan akibat hambatan struktural pasar.
Profil Penulis
- Mark Dariel B. Banuelos – University of Southeastern Philippines.
- Karl P. Campos – University of Southeastern Philippines.
Sumber Penelitian
Judul Artikel Jurnal: Models of Sustainable Consumption Practices of Consumers among Higher Education Institutions in the Philippines
Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR)
Tahun Publikasi: 2026
Tautan Resmi DOI:
Tautan URL Jurnal:
0 Komentar