Strategi pemasaran menggunakan influencer dinilai semakin penting bagi bisnis kuliner di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Business Analytics mengungkap bahwa pelaku usaha kuliner perlu mengubah pendekatan pemasaran dari sekadar menciptakan keinginan menjadi memberikan alasan rasional bagi konsumen untuk tetap berbelanja. Penelitian ini dilakukan oleh Luckhy Natalia Anastasye Lotte dari Universitas Papua bersama Silvia Ekasari, Dadang Suhardi, Susanto, dan Halim Dwi Putra dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Penelitian tersebut menyoroti kondisi industri kuliner yang kini menghadapi tantangan ganda, yaitu meningkatnya biaya operasional dan menurunnya kemampuan belanja masyarakat akibat tekanan ekonomi. Dalam situasi ini, pelaku usaha kuliner tidak lagi cukup mengandalkan promosi visual atau tren media sosial, tetapi harus mampu menunjukkan nilai nyata dari produk yang ditawarkan.
Peneliti menjelaskan bahwa industri kuliner saat ini berkembang dalam ekosistem yang sangat kompetitif. Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku, biaya sewa, dan upah pekerja, bisnis kuliner juga harus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada platform digital dan layanan pesan antar online.
Di era digital, makanan tidak lagi dipandang hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan identitas sosial. Konsumen modern cenderung memilih produk kuliner yang memiliki pengalaman visual menarik dan mudah dibagikan di media sosial. Kondisi ini membuat strategi pemasaran berbasis influencer menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha kuliner.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi strategi dengan dukungan data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber akademik terkait pemasaran digital serta bisnis kuliner.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi utama yang dinilai efektif untuk bisnis kuliner di tengah melemahnya daya beli masyarakat:
- Mengutamakan mikro dan nano influencer yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi dibanding sekadar jumlah pengikut besar.
- Fokus pada influencer lokal untuk meningkatkan kunjungan langsung ke outlet.
- Menggunakan pendekatan konten rasional yang menonjolkan nilai ekonomis dan manfaat nyata produk.
- Menggabungkan promosi seperti bundling menu, flash sale, dan kode promo eksklusif.
- Memanfaatkan platform video pendek seperti TikTok dan Instagram Reels untuk memperbesar jangkauan organik.
- Mengukur efektivitas promosi melalui kode unik dan pelacakan tautan digital.
Penelitian juga menemukan bahwa konsumen saat ini lebih tertarik pada ulasan yang jujur dan edukatif dibanding promosi yang terlalu berlebihan. Influencer yang memberikan kritik konstruktif, rekomendasi menu hemat, dan pengalaman nyata dianggap lebih dipercaya oleh audiens.
Selain itu, strategi storytelling dinilai menjadi elemen penting dalam pemasaran kuliner digital. Konten yang menceritakan proses memasak, asal bahan baku, hingga pengalaman menikmati makanan dinilai lebih efektif membangun hubungan emosional dengan konsumen.
Peneliti juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dan analisis data dalam bisnis kuliner modern. Data perilaku konsumen dari platform digital kini menjadi aset penting untuk menentukan strategi promosi yang lebih personal dan tepat sasaran.
Luckhy Natalia Anastasye Lotte dan tim peneliti menyimpulkan bahwa strategi influencer marketing di masa pelemahan ekonomi harus lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada nilai nyata bagi konsumen. Menurut mereka, keberhasilan promosi digital tidak lagi hanya ditentukan oleh popularitas influencer, tetapi oleh tingkat kepercayaan dan kedekatan influencer dengan audiensnya.
Temuan ini dinilai penting bagi pelaku UMKM kuliner, pemilik restoran, dan praktisi pemasaran digital di Indonesia. Di tengah persaingan industri yang semakin ketat dan kondisi ekonomi yang belum stabil, strategi pemasaran berbasis influencer yang lebih autentik dan terukur dapat membantu bisnis mempertahankan pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi promosi.
Profil Penulis
- Luckhy Natalia Anastasye Lotte - Universitas Papua
- Silvia Ekasari - STIE Manajemen Bisnis Indonesia
- Dadang Suhardi - Universitas Kuningan
- Susanto - STIE Bisnis Indonesia
- Halim Dwi Putra - Politeknik Negeri Bengkalis
Sumber Penelitian
Lotte, L. N. A., Ekasari, S., Suhardi, D., Susanto, & Putra, H. D. (2026). A Study of Culinary Business Marketing Strategies Using Influencers Amidst Weakening Consumer Purchasing Power. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6 No. 2, April 2026, halaman 335–344.

0 Komentar