Ruang Kelas Tanpa Dekorasi Ternyata Hanya Tingkatkan Minat Belajar Secara Sedang

Ilustrasi by AI

Eastern Samar, Filipina — Studi terbaru yang dilakukan oleh Mebel I. Garado bersama Nicka B. Oprin, Michelle M. Binibini, dan Althea Jane E. Abletes dari Eastern Samar State University pada 2026 mengungkap bahwa kebijakan pengosongan dekorasi kelas atau “Baklas Operation” memang berpengaruh terhadap minat belajar siswa sekolah dasar, namun hanya pada tingkat sedang. Temuan ini penting karena kebijakan tersebut tengah diterapkan luas untuk menciptakan ruang belajar yang lebih fokus dan minim distraksi.

Kebijakan “Baklas Operation” lahir dari kekhawatiran bahwa terlalu banyak dekorasi visual di kelas justru mengganggu konsentrasi siswa. Selama ini, ruang kelas sekolah dasar identik dengan poster warna-warni, hasil karya siswa, dan berbagai alat bantu visual. Namun sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lingkungan visual yang terlalu padat dapat membuat anak sulit fokus dan menyerap materi pelajaran.

Di sisi lain, ruang kelas yang terlalu kosong juga memunculkan persoalan baru. Beberapa studi menunjukkan bahwa hilangnya elemen visual dapat menurunkan kreativitas, keterlibatan, bahkan semangat belajar siswa. Inilah yang mendorong tim peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana dampak kebijakan ini terhadap minat belajar siswa.

Penelitian dilakukan di Barbo Elementary School dengan melibatkan 30 siswa kelas 5 dan 6. Para siswa diminta mengisi kuesioner sederhana yang mengukur empat aspek utama minat belajar, yaitu motivasi datang ke sekolah, partisipasi dalam kegiatan kelas, perhatian saat belajar, serta rasa senang dalam belajar. Data kemudian dianalisis untuk melihat hubungan antara penerapan “Baklas Operation” dan minat belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan pola yang cukup konsisten. Secara umum, minat belajar siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 3,39. Artinya, meskipun lingkungan kelas tanpa dekorasi membantu mengurangi gangguan visual, hal ini belum mampu meningkatkan minat belajar secara signifikan.

Menariknya, banyak siswa mengaku lebih menyukai kelas yang memiliki warna dan dekorasi. Mereka merasa lebih bersemangat datang ke sekolah dan lebih menikmati proses belajar ketika ruang kelas terlihat hidup. Salah satu temuan menunjukkan bahwa pernyataan “saya lebih suka datang ke sekolah jika kelas terlihat berwarna” mendapatkan skor tertinggi dibanding pernyataan lain.

Dalam hal partisipasi, siswa juga cenderung lebih aktif ketika kelas memiliki elemen visual seperti poster dan gambar. Sebaliknya, ruang kelas yang terlalu polos membuat sebagian siswa merasa kurang tertarik untuk terlibat dalam diskusi atau aktivitas kelompok.

Namun, dari sisi fokus dan perhatian, hasilnya lebih kompleks. Kelas yang minim dekorasi memang membantu sebagian siswa lebih berkonsentrasi, tetapi tidak secara drastis meningkatkan pemahaman materi. Banyak siswa tetap merasa membutuhkan bantuan visual untuk memahami pelajaran dengan lebih cepat.

Aspek yang paling terdampak adalah rasa senang dalam belajar. Siswa secara jelas menyatakan bahwa mereka lebih menikmati pembelajaran di kelas yang memiliki tampilan visual menarik. Tanpa dekorasi, pembelajaran cenderung terasa lebih membosankan.

Secara statistik, penelitian ini juga menemukan adanya hubungan signifikan antara penerapan “Baklas Operation” dan minat belajar siswa. Ini berarti kebijakan tersebut memang memengaruhi pengalaman belajar siswa, baik secara positif maupun negatif, meskipun efeknya tidak terlalu kuat.

Peneliti dari Eastern Samar State University menekankan bahwa hasil ini menunjukkan pentingnya keseimbangan dalam desain ruang kelas. Lingkungan belajar yang terlalu ramai dapat mengganggu fokus, tetapi ruang yang terlalu kosong juga dapat menurunkan motivasi dan keterlibatan siswa. Kelas yang ideal adalah yang tetap sederhana, tetapi tetap memiliki elemen visual yang relevan dan mendukung pembelajaran.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam perumusan kebijakan sekolah. Pendekatan “satu aturan untuk semua” seperti penghapusan total dekorasi mungkin perlu ditinjau ulang. Sekolah dapat mempertimbangkan desain kelas yang lebih seimbang, dengan mengurangi dekorasi yang tidak relevan, tetapi tetap mempertahankan media pembelajaran yang membantu siswa memahami materi.

Profil Penulis
Mebel I. Garado – Eastern Samar State University
Nicka B. Oprin – Eastern Samar State University
Michelle M. Binibini – Eastern Samar State University
Althea Jane E. Abletes – Eastern Samar State University

Sumber Penelitian
“Influence of Baklas Operation on the Learning Interest of Elementary Pupils”
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026

Posting Komentar

0 Komentar