Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri mulai menunjukkan hasil yang positif. Penelitian terbaru yang dilakukan E. Halimatu Sa’diah, Irma Purnamasari, dan Berry Sastrawan dari Universitas Djuanda Bogor menemukan bahwa Program Bogor Career Center (BCC) yang dikelola Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor berada dalam kategori “sangat baik” dan dinilai efektif membantu masyarakat memperoleh akses terhadap informasi lowongan kerja, pelatihan kompetensi, dan peluang penempatan kerja.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) tahun 2026 ini dilakukan di tengah meningkatnya kembali tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor pada tahun 2025 setelah sebelumnya mengalami tren penurunan selama lima tahun berturut-turut. Kondisi tersebut mendorong perlunya evaluasi terhadap berbagai program ketenagakerjaan yang telah dijalankan pemerintah daerah, termasuk Bogor Career Center (BCC).
Bogor Career Center merupakan platform layanan ketenagakerjaan yang dikembangkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor untuk mengintegrasikan informasi pasar kerja, layanan penempatan tenaga kerja, pelatihan kompetensi, serta komunikasi antara pencari kerja dan perusahaan. Program ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pengangguran yang masih menjadi persoalan sosial dan ekonomi di wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat tersebut.
Menurut E. Halimatu Sa’diah dan tim peneliti, berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan program penanggulangan pengangguran sangat dipengaruhi oleh kualitas sosialisasi program, ketepatan sasaran, kemudahan akses informasi, serta kemampuan sistem dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja. Karena itu, efektivitas BCC perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 57 responden yang terdiri dari tujuh pengelola program BCC dan 50 pengguna layanan dari masyarakat. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Penilaian efektivitas dilakukan menggunakan teori efektivitas Sutrisno yang mencakup lima dimensi utama, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Bogor Career Center memperoleh skor rata-rata 4,43 dari skala 5 dan masuk kategori “sangat baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum program telah berjalan efektif dalam memberikan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat Kabupaten Bogor.
Dimensi pemahaman program memperoleh skor rata-rata 4,53. Sebagian besar responden menyatakan memahami tujuan program BCC serta mengetahui cara memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Tingginya tingkat pemahaman ini menunjukkan bahwa informasi mengenai program telah tersampaikan dengan cukup baik kepada pengguna layanan.
Pada aspek ketepatan sasaran, program memperoleh skor 3,95. Hasil ini menunjukkan bahwa layanan BCC dinilai cukup sesuai dengan kebutuhan pencari kerja dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Meski demikian, penelitian menemukan masih terdapat ruang untuk meningkatkan jangkauan program agar lebih banyak kelompok masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia.
Salah satu capaian terbaik ditemukan pada dimensi ketepatan waktu. Penelitian mencatat skor rata-rata 4,67, tertinggi di antara seluruh dimensi yang diukur. Responden menilai layanan BCC mampu memberikan akses cepat terhadap informasi lowongan kerja dan proses pelayanan yang relatif efisien. Kecepatan layanan menjadi salah satu faktor yang paling diapresiasi oleh pengguna program.
Sementara itu, dimensi pencapaian tujuan memperoleh skor 4,23. Banyak responden mengakui bahwa pelatihan yang diselenggarakan BCC membantu meningkatkan kompetensi kerja mereka. Bahkan, 45 dari 50 pengguna layanan menyatakan sangat setuju bahwa pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Temuan paling menonjol muncul pada dimensi perubahan nyata yang memperoleh skor rata-rata 4,79, tertinggi di antara seluruh indikator efektivitas. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat merasakan dampak langsung dari keberadaan BCC, terutama dalam bentuk akses yang lebih mudah terhadap peluang kerja dan peningkatan kesempatan memperoleh pekerjaan.
Data penelitian menunjukkan bahwa BCC berhasil membantu penempatan 5.077 tenaga kerja pada tahun 2024 dan 4.243 tenaga kerja pada tahun 2025. Angka tersebut memperlihatkan peran penting BCC sebagai penghubung antara pencari kerja dan perusahaan. Meski demikian, peneliti mencatat bahwa capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memberikan dampak yang lebih besar terhadap penurunan angka pengangguran secara keseluruhan.
Penelitian juga menemukan bahwa kepuasan masyarakat terhadap layanan BCC berada pada tingkat yang sangat tinggi. Pengguna layanan menilai informasi lowongan kerja yang tersedia cukup jelas, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, platform BCC dianggap membantu masyarakat memperoleh informasi pekerjaan secara lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keterbatasan sosialisasi program kepada seluruh lapisan masyarakat. Penelitian menemukan bahwa masih banyak responden yang bersikap netral atau tidak mengetahui secara penuh berbagai layanan yang disediakan BCC. Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan jangkauan informasi menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah daerah.
Menurut E. Halimatu Sa’diah dan tim peneliti dari Universitas Djuanda, keberhasilan BCC menunjukkan bahwa integrasi layanan ketenagakerjaan berbasis informasi dapat menjadi strategi efektif dalam mengurangi kesenjangan antara pencari kerja dan kebutuhan industri. Namun, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan peningkatan sosialisasi, perluasan akses digital, dan penguatan pelatihan kompetensi agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Penelitian merekomendasikan agar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor memperluas promosi program melalui media digital, kantor desa, dan berbagai saluran komunikasi masyarakat. Selain itu, peningkatan jumlah pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja di masa depan.
Secara lebih luas, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa program ketenagakerjaan berbasis teknologi dan informasi memiliki potensi besar dalam membantu pemerintah daerah menghadapi tantangan pengangguran. Ketika informasi pekerjaan dapat diakses lebih cepat, pelatihan lebih relevan dengan kebutuhan industri, dan komunikasi antara perusahaan dengan pencari kerja berjalan lebih efektif, maka peluang terciptanya pasar kerja yang lebih inklusif akan semakin besar.
Profil Penulis
E. Halimatu Sa’diah merupakan peneliti dari Universitas Djuanda Bogor yang memiliki minat kajian pada administrasi publik, pelayanan ketenagakerjaan, dan evaluasi program pemerintah.
Irma Purnamasari, adalah akademisi Universitas Djuanda yang aktif meneliti bidang administrasi publik, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kebijakan sosial.
Berry Sastrawan, merupakan dosen dan peneliti yang fokus pada kebijakan publik, inovasi pelayanan pemerintah, dan pengembangan program pembangunan daerah.
Sumber Penelitian
Judul: The Effectiveness of the Bogor Career Center (BCC) Program at the Bogor Regency Manpower Office.
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS).
Tahun Publikasi: 2026.
Volume: 4 Nomor 4 .
Halaman: 361–370
DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i4.245

0 Komentar