Pengaruh Pengaruh Teman Sebaya dan Literasi Ekonomi terhadap Niat Pembelian Tiket Konser: Peran Mediasi Penyembahan Selebriti


Ilustrasi by AI 

Pengaruh Teman dan Fanatisme Lebih Kuat daripada Literasi Ekonomi dalam Pembelian Tiket Konser Blackpink

Fenomena penggemar K-pop di Indonesia ternyata lebih dipengaruhi ikatan emosional dan lingkungan sosial dibanding pertimbangan ekonomi rasional saat membeli tiket konser. Temuan itu diungkap dalam penelitian terbaru oleh Sandi Dimas Utomo dan Mohamad Arief Rafsanjani dari State University of Surabaya atau Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Penelitian dipublikasikan pada 2026 di jurnal ilmiah Indonesian Journal of Society Development.

Riset tersebut meneliti bagaimana pengaruh teman sebaya, literasi ekonomi, dan celebrity worship atau pemujaan terhadap selebritas dalam membentuk minat membeli tiket konser Blackpink di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan sosial dan kedekatan emosional dengan idol jauh lebih menentukan dibanding kemampuan memahami konsep ekonomi.

Penelitian ini menjadi menarik karena dilakukan di tengah fenomena unik konser Blackpink 2025 di Asia. Meski grup K-pop asal Korea Selatan itu memiliki jutaan penggemar aktif di Indonesia dan tingkat interaksi digital yang sangat tinggi, penjualan tiket konser mereka di Jakarta tidak sepenuhnya sold out seperti di beberapa negara Asia lainnya.

Menurut peneliti, kondisi itu memperlihatkan adanya jarak antara antusiasme fandom di media sosial dengan keputusan nyata untuk membeli tiket konser. Faktor emosional dan sosial ternyata bekerja lebih kompleks dibanding sekadar kemampuan finansial atau pengetahuan ekonomi seseorang.

Penelitian dilakukan pada Oktober hingga November 2025 terhadap 348 penggemar Blackpink di Indonesia. Responden berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Mayoritas responden adalah perempuan berusia 15 hingga 34 tahun, kelompok usia yang memang menjadi basis utama konsumen K-pop.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan lewat WhatsApp, X, TikTok, dan Instagram. Peneliti juga melakukan pengumpulan data langsung di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, yang menjadi lokasi konser Blackpink.

Metode analisis menggunakan pendekatan statistik Structural Equation Modeling–Partial Least Squares atau PLS-SEM untuk melihat hubungan antara pengaruh teman sebaya, literasi ekonomi, celebrity worship, dan niat membeli tiket konser.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya memiliki dampak signifikan terhadap minat membeli tiket konser. Lingkungan sosial, percakapan antarpenggemar, serta rekomendasi komunitas fandom terbukti memperkuat keinginan seseorang untuk hadir di konser.

Selain itu, celebrity worship juga berpengaruh kuat terhadap purchase intention atau niat membeli tiket. Penggemar yang memiliki keterikatan emosional tinggi terhadap idol cenderung rela mengeluarkan biaya lebih besar demi menghadiri konser.

Penelitian menemukan beberapa poin penting:

  • Pengaruh teman sebaya meningkatkan minat membeli tiket konser
  • Celebrity worship memperkuat keinginan menghadiri konser
  • Pengaruh sosial juga meningkatkan tingkat celebrity worship
  • Literasi ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli tiket
  • Celebrity worship menjadi penghubung antara pengaruh teman dan niat membeli tiket

Temuan paling menarik muncul pada variabel literasi ekonomi. Meski sebagian besar responden memiliki tingkat pemahaman ekonomi yang tinggi, kemampuan tersebut ternyata tidak banyak memengaruhi keputusan pembelian tiket konser.

Menurut peneliti, kondisi ini terjadi karena konser K-pop termasuk konsumsi berbasis pengalaman emosional atau experiential consumption. Dalam konteks tersebut, keputusan membeli tidak semata didorong logika finansial, melainkan oleh nilai emosional, identitas sosial, dan pengalaman pribadi.

“Literasi ekonomi tidak selalu menjadi faktor dominan ketika keputusan konsumsi dipengaruhi emosi dan keterikatan psikologis,” tulis peneliti dalam pembahasannya.

Penelitian juga menemukan bahwa celebrity worship tidak terbentuk secara individual semata. Lingkungan pertemanan dan komunitas fandom memiliki peran besar dalam membangun kedekatan emosional terhadap idol.

Interaksi di media sosial, berbagi konten, diskusi antarfans, hingga aktivitas komunitas ternyata memperkuat rasa memiliki terhadap grup idola. Pada akhirnya, hubungan emosional itu mendorong penggemar untuk membeli tiket konser sebagai bentuk loyalitas dan ekspresi identitas diri.

Dari sudut pandang pendidikan ekonomi, hasil penelitian ini memberi catatan penting. Selama ini literasi ekonomi sering dianggap mampu membentuk perilaku konsumsi rasional. Namun dalam praktiknya, keputusan ekonomi manusia juga dipengaruhi faktor emosional dan sosial.

Peneliti menilai pendidikan ekonomi di masa depan perlu memasukkan pemahaman tentang psikologi konsumen, pengaruh media sosial, dan perilaku fandom agar lebih relevan dengan realitas generasi muda saat ini.

Bagi industri hiburan dan promotor konser, penelitian ini juga memiliki implikasi strategis. Pendekatan pemasaran berbasis komunitas dinilai lebih efektif dibanding sekadar promosi harga atau penawaran diskon.

Membangun interaksi antarfans, menciptakan pengalaman eksklusif, serta memperkuat hubungan emosional antara artis dan penggemar dapat meningkatkan minat pembelian tiket konser secara signifikan.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya populer Korea Selatan telah berkembang menjadi bagian dari identitas sosial generasi muda Indonesia. Konsumsi hiburan tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi simbol kedekatan emosional dan keanggotaan komunitas.

Profil Penulis

Sandi Dimas Utomo merupakan peneliti dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya. Fokus kajiannya meliputi perilaku konsumen, pendidikan ekonomi, dan budaya populer.

Mohamad Arief Rafsanjani adalah akademisi dan peneliti di Universitas Negeri Surabaya yang meneliti bidang pendidikan ekonomi, perilaku konsumsi, serta pengaruh sosial dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Sumber Penelitian

Judul penelitian: The Influence of Peer Influence and Economic Literacy on Concert Ticket Purchase Intention: The Mediating Role of Celebrity Worship
Jurnal: Indonesian Journal of Society Development, Vol. 5 No. 2 Tahun 2026, halaman 187–204.
Penulis: Sandi Dimas Utomo dan Mohamad Arief Rafsanjani.
Afiliasi: State University of Surabaya.
DOIhttps://doi.org/10.55927/ijsd.v5i2.21
URLhttps://journalijsd.my.id/index.php/ijsd/index


Posting Komentar

0 Komentar