Penelitian tersebut dipublikasikan pada tahun 2026 di jurnal ilmiah International Journal of Sustainable Applied Sciences dan menyoroti kondisi pegawai di PKMI-1 Medan, sebuah lembaga pendidikan yang mengalami penurunan jumlah siswa dalam beberapa tahun terakhir.
Para peneliti menemukan bahwa peningkatan kualitas pelatihan, dorongan motivasi kerja, serta penerapan disiplin yang konsisten mampu meningkatkan performa pegawai secara signifikan. Temuan ini dinilai penting karena kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru, tetapi juga oleh tenaga administrasi, petugas keamanan, teknisi, hingga staf pendukung lainnya.
Penurunan Jumlah Siswa Jadi Sorotan
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa PKMI-1 Medan mengalami penurunan jumlah siswa secara bertahap dalam lima tahun terakhir. Pada tahun ajaran 2021/2022, jumlah siswa tercatat sebanyak 754 orang. Angka itu terus turun hingga menjadi 465 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Penurunan tersebut diduga berkaitan dengan menurunnya kualitas pelayanan internal sekolah. Peneliti mencatat masih terdapat pegawai yang kurang produktif, terlambat datang, meninggalkan ruangan kerja saat jam operasional, hingga lambat menyelesaikan administrasi sekolah.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Dalam dunia pendidikan modern, pelayanan administrasi dan manajemen sekolah menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan siswa dan orang tua.
Menurut penulis penelitian, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing institusi pendidikan.
Meneliti 30 Pegawai PKMI-1 Medan
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh pegawai PKMI-1 Medan sebanyak 30 orang. Para responden diminta mengisi kuesioner menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat pelatihan, motivasi, disiplin kerja, dan performa kerja mereka.
Data kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda untuk melihat pengaruh masing-masing faktor terhadap kinerja pegawai.
Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut sama-sama berpengaruh positif terhadap performa kerja pegawai.
Berikut hasil utama penelitian:
- Pelatihan kerja memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,245
- Motivasi kerja memiliki pengaruh sebesar 0,215
- Disiplin kerja memiliki pengaruh sebesar 0,203
- Ketiga faktor secara bersama-sama menjelaskan 84,4 persen variasi kinerja pegawai
Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peningkatan atau penurunan performa pegawai dipengaruhi langsung oleh pelatihan, motivasi, dan disiplin kerja.
Motivasi Jadi Faktor Paling Dominan
Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah motivasi kerja menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Pegawai yang mendapatkan penghargaan, kesempatan berkembang, suasana kerja harmonis, serta pengakuan dari institusi cenderung memiliki semangat kerja lebih tinggi. Mereka juga dinilai lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.
Penelitian ini sejalan dengan teori motivasi Herzberg yang menyebut bahwa penghargaan dan pengakuan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas seseorang.
“Motivasi menjadi penggerak utama yang memengaruhi faktor emosional dan psikologis pegawai dalam bekerja,” tulis para peneliti dari Universitas Methodist Indonesia tersebut.
Dalam praktiknya, motivasi tidak selalu berkaitan dengan kenaikan gaji. Pengakuan atas kerja pegawai, komunikasi yang baik, hingga peluang pengembangan diri juga terbukti meningkatkan semangat kerja.
Pelatihan Tingkatkan Kompetensi Pegawai
Selain motivasi, pelatihan kerja juga terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan performa pegawai.
Pelatihan yang diterapkan di PKMI-1 Medan meliputi pelatihan pelayanan siswa, administrasi sekolah, hingga pengelolaan sistem keuangan. Program tersebut membantu pegawai memahami tugas mereka secara lebih efektif dan profesional.
Peneliti menjelaskan bahwa pelatihan bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sikap kerja yang lebih disiplin dan produktif.
Pegawai yang memahami prosedur kerja dengan baik cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas serta mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan organisasi.
Disiplin Kerja Dinilai Masih Perlu Diperkuat
Faktor disiplin kerja juga menjadi perhatian penting dalam penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa kedisiplinan pegawai masih perlu diperkuat, terutama terkait ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap aturan kerja.
Menurut penelitian tersebut, disiplin yang baik mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib dan efisien. Pegawai yang disiplin dinilai lebih konsisten dalam menjaga kualitas pekerjaan serta memenuhi target institusi.
PKMI-1 Medan disebut telah menerapkan sejumlah aturan seperti absensi ketat, jam kerja tetap, dan evaluasi rutin. Namun, implementasi disiplin masih perlu dilakukan secara konsisten agar budaya kerja profesional dapat terbentuk secara menyeluruh.
Penting untuk Dunia Pendidikan dan Manajemen SDM
Temuan penelitian ini tidak hanya relevan bagi PKMI-1 Medan, tetapi juga bagi lembaga pendidikan lain maupun organisasi di sektor publik dan swasta.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya dibangun melalui rekrutmen pegawai, tetapi juga membutuhkan sistem pelatihan berkelanjutan, motivasi kerja yang sehat, serta budaya disiplin yang kuat.
Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa kualitas layanan sekolah dipengaruhi oleh seluruh elemen organisasi, bukan hanya tenaga pengajar.
Sementara bagi dunia manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memperkuat pentingnya investasi pada pengembangan pegawai sebagai strategi meningkatkan kualitas layanan dan daya saing institusi.
Profil Penulis
Yuli Tripasa Purba merupakan peneliti dari Universitas Methodist Indonesia yang fokus pada kajian manajemen sumber daya manusia dan kinerja organisasi pendidikan.
Anton A.P. Sinaga adalah akademisi Universitas Methodist Indonesia yang meneliti bidang manajemen organisasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Thomas Sumarsan Goh juga merupakan dosen dan peneliti dari Universitas Methodist Indonesia dengan bidang kajian manajemen dan efektivitas organisasi.
Sumber Penelitian
Artikel ini disusun berdasarkan penelitian berjudul “The Effect of Training, Motivation and Work Discipline on Employee Performance at PKMI-1 Medan” yang diterbitkan dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 4 No. 4 Tahun 2026.
DOI resmi penelitian: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i4.427
URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar