Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - OpenMeetings Berbasis Docker Dinilai Efisien untuk Infrastruktur Kuliah Online Kampus. Penelitian yang dilakukan oleh Davy Putra Ananda, Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono, Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, Juwita Istiqomah Trahira, dan Neny Rosmawarni dari UPN Veteran Jakarta dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Computer and Information Science (FJCIS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa platform open-source Apache OpenMeetings yang dijalankan menggunakan Docker dan Windows Subsystem for Linux 2 (WSL2) mampu menghadirkan sistem video conference yang ringan, stabil, dan efisien untuk pembelajaran daring.
Penelitian yang dilakukan oleh Davy Putra Ananda, Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono, Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, Juwita Istiqomah Trahira, dan Neny Rosmawarni dari UPN Veteran Jakarta menyoroti bahwa pendidikan masih bergantung pada layanan konferensi video komersial seperti Zoom atau Google Meet yang membutuhkan biaya langganan rutin serta menyimpan data di server pihak ketiga.
Sistem Menguji Implementasi Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Penelitian ini menjadi relevan karena banyak institusi pendidikan masih bergantung pada layanan konferensi video komersial seperti Zoom atau Google Meet yang membutuhkan biaya langganan rutin serta menyimpan data di server pihak ketiga. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai privasi data akademik dan kemandirian infrastruktur digital kampus. Para peneliti kemudian menguji implementasi Apache OpenMeetings versi 9.0.0 yang dijalankan melalui teknologi container Docker dan WSL2 pada sistem operasi Windows 11. Tujuannya adalah melihat apakah sistem open-source dapat memberikan performa stabil tanpa membutuhkan perangkat keras mahal. Apache OpenMeetings sendiri merupakan platform konferensi video open-source yang menyediakan fitur ruang rapat virtual, papan tulis digital, berbagi layar, manajemen peserta, hingga rekaman sesi pembelajaran. Platform ini mendukung teknologi WebRTC sehingga komunikasi audio dan video dapat berjalan langsung melalui browser tanpa plugin tambahan.
Metode untuk Menguji Implementasi Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Dalam pengujian, tim peneliti menggunakan perangkat dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-11 dan RAM 8 GB. Sistem dijalankan menggunakan Docker Desktop yang terintegrasi dengan WSL2, yaitu teknologi virtualisasi ringan dari Microsoft yang memungkinkan kernel Linux berjalan secara native di Windows. Metode penelitian menggunakan pendekatan Network Design Life Cycle (NDLC). Tahapan dimulai dari analisis kebutuhan sistem, desain arsitektur jaringan, simulasi prototipe, hingga implementasi penuh server video conference.
Temuan Utama Menguji Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Hasilnya menunjukkan performa yang cukup impresif untuk ukuran sistem konferensi video mandiri. Server OpenMeetings berhasil aktif hanya dalam waktu sekitar 11,1 detik setelah proses inisialisasi container Docker dijalankan. Konsumsi sumber daya juga tergolong rendah.
Temuan utama penelitian meliputi:
Penelitian yang dilakukan oleh Davy Putra Ananda, Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono, Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, Juwita Istiqomah Trahira, dan Neny Rosmawarni dari UPN Veteran Jakarta menyoroti bahwa pendidikan masih bergantung pada layanan konferensi video komersial seperti Zoom atau Google Meet yang membutuhkan biaya langganan rutin serta menyimpan data di server pihak ketiga.
Sistem Menguji Implementasi Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Penelitian ini menjadi relevan karena banyak institusi pendidikan masih bergantung pada layanan konferensi video komersial seperti Zoom atau Google Meet yang membutuhkan biaya langganan rutin serta menyimpan data di server pihak ketiga. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai privasi data akademik dan kemandirian infrastruktur digital kampus. Para peneliti kemudian menguji implementasi Apache OpenMeetings versi 9.0.0 yang dijalankan melalui teknologi container Docker dan WSL2 pada sistem operasi Windows 11. Tujuannya adalah melihat apakah sistem open-source dapat memberikan performa stabil tanpa membutuhkan perangkat keras mahal. Apache OpenMeetings sendiri merupakan platform konferensi video open-source yang menyediakan fitur ruang rapat virtual, papan tulis digital, berbagi layar, manajemen peserta, hingga rekaman sesi pembelajaran. Platform ini mendukung teknologi WebRTC sehingga komunikasi audio dan video dapat berjalan langsung melalui browser tanpa plugin tambahan.
Metode untuk Menguji Implementasi Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Dalam pengujian, tim peneliti menggunakan perangkat dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-11 dan RAM 8 GB. Sistem dijalankan menggunakan Docker Desktop yang terintegrasi dengan WSL2, yaitu teknologi virtualisasi ringan dari Microsoft yang memungkinkan kernel Linux berjalan secara native di Windows. Metode penelitian menggunakan pendekatan Network Design Life Cycle (NDLC). Tahapan dimulai dari analisis kebutuhan sistem, desain arsitektur jaringan, simulasi prototipe, hingga implementasi penuh server video conference.
Temuan Utama Menguji Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Hasilnya menunjukkan performa yang cukup impresif untuk ukuran sistem konferensi video mandiri. Server OpenMeetings berhasil aktif hanya dalam waktu sekitar 11,1 detik setelah proses inisialisasi container Docker dijalankan. Konsumsi sumber daya juga tergolong rendah.
Temuan utama penelitian meliputi:
- Penggunaan CPU stabil di angka 4,94 persen.
- Konsumsi RAM hanya sekitar 1,339 GiB.
- Penggunaan memori hanya 17,56 persen dari total RAM.
- Sistem mampu menjalankan sinkronisasi audio dan video real-time dengan stabil.
Server tetap berjalan ringan meski memproses layanan multimedia dan WebRTC secara bersamaan
Peneliti menyebut efisiensi tersebut membuktikan bahwa pendekatan containerization lebih hemat sumber daya dibanding virtual machine tradisional.
Dampak dan Implikasi Menguji Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Dampak dan Implikasi Menguji Apache OpenMeetings Versi 9.0.0
Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena pengujian dilakukan pada skenario server tunggal dengan skala lokal. Peneliti merekomendasikan studi lanjutan untuk menguji performa sistem pada ribuan pengguna aktif sekaligus serta melakukan audit keamanan jaringan secara menyeluruh. Menurut peneliti, pendekatan open-source seperti ini dapat menjadi solusi strategis bagi institusi pendidikan yang ingin membangun infrastruktur komunikasi digital mandiri dengan biaya lebih efisien namun tetap stabil dan aman. Implementasi teknologi ini dinilai sangat relevan untuk kampus, sekolah, hingga lembaga pelatihan yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap platform asing sekaligus menjaga kedaulatan data pendidikan.
Profil Penulis
Davy Putra Ananda merupakan peneliti di bidang sistem informasi dan infrastruktur digital dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono fokus pada pengembangan jaringan komputer dan virtualisasi server di UPN Veteran Jakarta.
Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, dan Juwita Istiqomah Trahira meneliti bidang teknologi komunikasi digital, multimedia server, serta sistem pembelajaran daring.
Neny Rosmawarni adalah dosen dan peneliti teknologi informasi di UPN Veteran Jakarta dengan fokus penelitian pada sistem jaringan, virtualisasi, dan pengembangan infrastruktur digital pendidikan.
Sumber Penelitian
Davy Putra Ananda, Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono, Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, Juwita Istiqomah Trahira, Neny Rosmawarni (2026). Microservices-Based Open-Source Video Conference Deployment for Optimized Online Learning Infrastructure. Formosa Journal of Computer and Information Science, Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjcis.v5i1.16470
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjcis
Profil Penulis
Davy Putra Ananda merupakan peneliti di bidang sistem informasi dan infrastruktur digital dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono fokus pada pengembangan jaringan komputer dan virtualisasi server di UPN Veteran Jakarta.
Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, dan Juwita Istiqomah Trahira meneliti bidang teknologi komunikasi digital, multimedia server, serta sistem pembelajaran daring.
Neny Rosmawarni adalah dosen dan peneliti teknologi informasi di UPN Veteran Jakarta dengan fokus penelitian pada sistem jaringan, virtualisasi, dan pengembangan infrastruktur digital pendidikan.
Sumber Penelitian
Davy Putra Ananda, Muhammad Fadhil Ramadhan Wicassono, Farhah Safrila Diva, Abdullah Rasyid, Juwita Istiqomah Trahira, Neny Rosmawarni (2026). Microservices-Based Open-Source Video Conference Deployment for Optimized Online Learning Infrastructure. Formosa Journal of Computer and Information Science, Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjcis.v5i1.16470
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjcis

0 Komentar