Pemodelan Kuantitatif Tren Perilaku Keuangan Konsumen di Era Digital: Tinjauan Literatur Sistematis


Ilustrasi by AI 
FORMOSA NEWS

Literasi Digital dan Psikologi Ubah Cara Masyarakat Kelola Keuangan di Era Fintech

Perubahan perilaku keuangan masyarakat di era digital kini tidak lagi sekadar soal angka dan logika. Penelitian terbaru oleh Retnoning Ambarwati dan Muhammad Sultan dari Universitas Tunas Pembangunan Surakarta pada 2026 menunjukkan bahwa literasi keuangan digital, faktor psikologis, dan transformasi teknologi secara bersamaan membentuk cara individu dan organisasi mengambil keputusan finansial. Studi ini dipublikasikan dalam International Journal of Asian Business and Management (IJABM) dan menjadi penting karena menjelaskan pola baru perilaku keuangan di tengah pesatnya penggunaan teknologi finansial.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin bergantung pada layanan keuangan digital seperti dompet elektronik, mobile banking, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Perubahan ini membawa dampak besar terhadap cara orang mengatur uang, mulai dari kebiasaan belanja hingga keputusan investasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan besar: apa yang sebenarnya menentukan perilaku keuangan seseorang di era digital?

Penelitian Ambarwati dan Sultan mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan pendekatan systematic literature review (SLR). Mereka menganalisis 16 artikel ilmiah terindeks Scopus yang terbit antara 2020 hingga 2025. Proses seleksi dilakukan secara ketat menggunakan metode PRISMA, dimulai dari 211 artikel awal hingga tersaring menjadi studi yang relevan dan berkualitas tinggi.

Literasi Keuangan Digital Jadi Fondasi Utama

Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital merupakan faktor paling dominan dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat. Individu yang memiliki pemahaman baik tentang produk keuangan digital, risiko, dan pengambilan keputusan cenderung lebih bijak dalam mengelola uang.

Data dari berbagai studi yang dianalisis menunjukkan bahwa literasi keuangan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan dengan koefisien mencapai 0,542 dan tingkat penjelasan sebesar 58,1 persen. Artinya, lebih dari setengah variasi perilaku keuangan dapat dijelaskan oleh kemampuan literasi digital seseorang.

“Literasi digital bukan hanya soal memahami, tetapi juga kemampuan menyaring informasi dan mengambil keputusan berbasis data,” tulis Retnoning Ambarwati dalam publikasinya.

Temuan ini mempertegas bahwa edukasi keuangan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah banjir informasi digital yang seringkali membingungkan pengguna.

Faktor Psikologis dan Sosial Tak Bisa Diabaikan

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa keputusan keuangan tidak sepenuhnya rasional. Faktor psikologis seperti kepribadian, sensitivitas terhadap risiko, hingga kondisi emosional berperan besar dalam menentukan perilaku finansial.

Individu dengan kecenderungan emosional tinggi, misalnya, lebih rentan mengambil keputusan impulsif, terutama dalam transaksi digital yang serba cepat. Sebaliknya, mereka yang memiliki kontrol diri baik cenderung lebih disiplin dalam menabung dan berinvestasi.

Selain itu, lingkungan sosial juga memengaruhi perilaku keuangan. Interaksi dengan orang lain, budaya organisasi, hingga gaya kepemimpinan di tempat kerja dapat membentuk kebiasaan finansial seseorang. Dalam konteks layanan digital, pengalaman pengguna yang empatik dan personal terbukti meningkatkan kualitas pengambilan keputusan keuangan.

Penelitian ini menegaskan bahwa perilaku keuangan di era digital harus dipahami secara multidisipliner—menggabungkan ekonomi, psikologi, dan teknologi.

Transformasi Digital Ubah Pola Transaksi

Transformasi teknologi finansial juga membawa perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat. Peralihan dari pembayaran tunai ke non-tunai menjadi salah satu indikator utama perubahan ini.

Kemudahan, kecepatan, dan insentif dari platform digital mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk beralih ke sistem cashless. Tidak hanya individu, organisasi juga mengalami perubahan dalam pengambilan keputusan keuangan.

Institusi kini lebih mengandalkan data dan teknologi, seperti kalkulasi Return on Investment (ROI), untuk menentukan strategi keuangan. Selain meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga memperkuat kepercayaan diri dan kinerja karyawan dalam mengambil keputusan finansial.

Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Kebijakan

Temuan penelitian ini memiliki implikasi luas. Bagi masyarakat, peningkatan literasi keuangan digital dapat membantu menghindari risiko seperti utang berlebihan atau penipuan digital.

Bagi pemerintah, hasil studi ini menegaskan pentingnya kebijakan yang mendorong edukasi keuangan berbasis teknologi. Program literasi digital perlu diperluas, terutama bagi kelompok rentan seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan generasi muda.

Sementara itu, bagi industri fintech, penelitian ini memberikan arah baru dalam pengembangan produk. Aplikasi keuangan tidak cukup hanya canggih secara teknologi, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek psikologis pengguna agar lebih efektif dan inklusif.

Menuju Model Perilaku Keuangan yang Terintegrasi

Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan model perilaku keuangan digital yang integratif. Model ini menggabungkan tiga elemen utama: literasi digital, faktor psikososial, dan transformasi teknologi.

Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif dibandingkan penelitian sebelumnya yang cenderung melihat faktor-faktor tersebut secara terpisah. Dengan model ini, para pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri dapat memahami perilaku keuangan secara lebih utuh.

Profil Penulis

Retnoning Ambarwati adalah akademisi di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta yang memiliki keahlian di bidang manajemen keuangan dan perilaku konsumen digital. Ia aktif melakukan penelitian terkait literasi keuangan dan transformasi digital.

Muhammad Sultan merupakan peneliti di universitas yang sama dengan fokus pada ekonomi digital dan pengambilan keputusan berbasis teknologi.

Sumber Penelitian

Ambarwati, R., & Sultan, M. (2026). Quantitative Modeling of Consumer Financial Behavior Trends in the Digital Era: A Systematic Literature Review. International Journal of Asian Business and Management (IJABM), Vol.5 No.2, 131–148.
DOIhttps://doi.org/10.55927/ijabm.v5i2.10
URL: https://journalijabm.my.id/index.php/ijabm/index

Posting Komentar

0 Komentar