Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Cirebon - Strategi Konten TikTok: Studi Ungkap Peran Caption dan Hashtag Tingkatkan Engagement Kreator Game. Penelitian yang dilakukan oleh Habib Al Anshor dan Aghnia Dian Lestari dari Universitas Swadaya Gunung Jati dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa kesuksesan konten tidak semata ditentukan algoritma, melainkan strategi kreator dalam membaca audiens dan memanfaatkan fitur platform.
Peneltian yang dilakukan oleh Habib Al Anshor dan Aghnia Dian Lestari dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa konten game di TikTok berkembang pesat, tidak hanya sebagai hiburan singkat tetapi juga membentuk preferensi media dan identitas komunitas gamer.
Latar Belakang: Konten Game dan Dinamika Platform
TikTok sebagai platform video pendek memiliki sistem distribusi berbasis interaksi, seperti jumlah tontonan, durasi menonton, komentar, dan berbagi. Namun, penelitian ini menekankan bahwa angka-angka tersebut bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Justru, bagaimana kreator memahami dan memanfaatkan fitur seperti caption dan hashtag menjadi faktor penting dalam membangun koneksi dengan audiens. Perubahan tren, musim rilis game, hingga pembaruan algoritma TikTok juga turut memengaruhi performa konten. Karena itu, strategi kreator harus adaptif dan kontekstual.
Metode: Studi Kasus Mendalam pada Kreator @eanis
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui:
Peneltian yang dilakukan oleh Habib Al Anshor dan Aghnia Dian Lestari dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa konten game di TikTok berkembang pesat, tidak hanya sebagai hiburan singkat tetapi juga membentuk preferensi media dan identitas komunitas gamer.
Latar Belakang: Konten Game dan Dinamika Platform
TikTok sebagai platform video pendek memiliki sistem distribusi berbasis interaksi, seperti jumlah tontonan, durasi menonton, komentar, dan berbagi. Namun, penelitian ini menekankan bahwa angka-angka tersebut bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Justru, bagaimana kreator memahami dan memanfaatkan fitur seperti caption dan hashtag menjadi faktor penting dalam membangun koneksi dengan audiens. Perubahan tren, musim rilis game, hingga pembaruan algoritma TikTok juga turut memengaruhi performa konten. Karena itu, strategi kreator harus adaptif dan kontekstual.
Metode: Studi Kasus Mendalam pada Kreator @eanis
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui:
- Wawancara mendalam dengan kreator utama dan empat informan pendukung.
- Observasi langsung terhadap konten TikTok @eanis.
- Studi literatur terkait media sosial dan strategi konten.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami pengalaman, keputusan kreatif, serta interpretasi kreator terhadap respons audiens.
Temuan Utama: Strategi yang Berkembang dan Adaptif
Penelitian menemukan beberapa pola penting dalam strategi konten @eanis:
Temuan Utama: Strategi yang Berkembang dan Adaptif
Penelitian menemukan beberapa pola penting dalam strategi konten @eanis:
- Evolusi penggunaan caption Awalnya, caption dibuat panjang dan informatif untuk menjelaskan konteks game. Namun seiring berkembangnya audiens, caption menjadi lebih singkat, menarik, dan interaktif.
- Peran penting hashtag. Hashtag digunakan secara konsisten dengan kombinasi. Hashtag membantu menjangkau komunitas yang relevan, bukan sekadar mengejar viralitas.
- Konsistensi sebagai fondasi. Kreator secara rutin mengunggah konten dengan fokus pada genre spesifik, yaitu extraction shooter. Konsistensi ini membangun identitas kanal dan loyalitas audiens.
- Adaptasi terhadap tren, bukan ketergantungan. Konten mengikuti tren, tetapi tidak sepenuhnya bergantung padanya. Misalnya, unggahan gambar hanya dilakukan sesekali untuk mengikuti tren, bukan strategi utama.
- Interaksi audiens sebagai kunci. Engagement tidak dilihat sebagai angka, tetapi sebagai bentuk partisipasi sosial.
- Faktor “freshness” dari game baru. Game baru memang meningkatkan perhatian, tetapi tidak otomatis membuat konten viral. Kreator perlu mengolah momentum tersebut melalui narasi dan interaksi.
Implikasi: Strategi Lebih Penting dari Algoritma
Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan konten TikTok bukan hasil “rumus algoritma”, melainkan kombinasi:
- Pemahaman audiens.
- Konsistensi konten.
- Pemanfaatan fitur platform.
- Identitas kreator.
Temuan ini relevan bagi:
- Kreator konten digital.
- Pelaku industri kreatif.
- Praktisi pemasaran digital.
- Peneliti media sosial.
Strategi berbasis pengalaman dan interaksi terbukti lebih efektif dibanding sekadar mengejar viralitas.
Profil Penulis
Habib Al Anshor. Peneliti di bidang komunikasi digital dan media sosial, Universitas Swadaya Gunung Jati.
Profil Penulis
Habib Al Anshor. Peneliti di bidang komunikasi digital dan media sosial, Universitas Swadaya Gunung Jati.
Aghnia Dian Lestari, S.I.Kom., M.I.Kom. Dosen dan peneliti komunikasi digital di Universitas Swadaya Gunung Jati, dengan fokus pada strategi media sosial dan perilaku audiens.
Sumber Penelitian
Sumber Penelitian
Habib Al Anshor, Aghnia Dian Lestari. (2026). Affordances Platform and Strategy Game Content Creator on TikTok @Eanis. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 1, hlm. 231–242.

0 Komentar