Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Malang - Budidaya Ikan Biofloc Dorong Transformasi Ekonomi Desa dan Kemandirian Masyarakat. Pengabdian yang dilakukan oleh Dian Candra Dewi, Choirul Anam, Alfiana dari Universitas Widyagama, serta Iva Khoiril Mala dari Universitas Negeri Malang dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 4 Tahun 2026 menyoroti bahwa kombinasi pelatihan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan strategi pemasaran digital mampu mempercepat transformasi desa menuju ekonomi yang lebih mandiri dan produktif.
Pengabdian yang dilakukan oleh Dian Candra Dewi, Choirul Anam, Alfiana dari Universitas Widyagama, serta Iva Khoiril Mala dari Universitas Negeri Malang menyoroti bahwa potensi lahan perikanan desa mencapai 60–75 persen, namun tingkat pemanfaatannya masih berkisar 30–40 persen.
Kesenjangan Potensi dan Kapasitas
Di Desa Senggreng, kondisi tersebut terlihat jelas. Masyarakat sebenarnya memiliki minat tinggi terhadap usaha budidaya ikan, tetapi terbatas oleh kurangnya pengetahuan teknologi, kemampuan manajemen usaha, dan akses pemasaran. Sistem biofloc yang memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas air dan efisiensi pakan masih jarang digunakan. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya kelembagaan ekonomi desa dan minimnya pemanfaatan pemasaran digital. Padahal, penetrasi internet di Indonesia sudah melampaui 77 persen, tetapi pelaku usaha perikanan yang memanfaatkan digital marketing masih relatif rendah.
Pendekatan Partisipatif dan Praktis
Tim peneliti menerapkan metode Participatory Action Research (PAR), yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi program. Program berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan melibatkan kelompok pembudidaya ikan, pemuda desa, dan pelaku UMKM lokal.
Kegiatan utama meliputi:
Pengabdian yang dilakukan oleh Dian Candra Dewi, Choirul Anam, Alfiana dari Universitas Widyagama, serta Iva Khoiril Mala dari Universitas Negeri Malang menyoroti bahwa potensi lahan perikanan desa mencapai 60–75 persen, namun tingkat pemanfaatannya masih berkisar 30–40 persen.
Kesenjangan Potensi dan Kapasitas
Di Desa Senggreng, kondisi tersebut terlihat jelas. Masyarakat sebenarnya memiliki minat tinggi terhadap usaha budidaya ikan, tetapi terbatas oleh kurangnya pengetahuan teknologi, kemampuan manajemen usaha, dan akses pemasaran. Sistem biofloc yang memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas air dan efisiensi pakan masih jarang digunakan. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya kelembagaan ekonomi desa dan minimnya pemanfaatan pemasaran digital. Padahal, penetrasi internet di Indonesia sudah melampaui 77 persen, tetapi pelaku usaha perikanan yang memanfaatkan digital marketing masih relatif rendah.
Pendekatan Partisipatif dan Praktis
Tim peneliti menerapkan metode Participatory Action Research (PAR), yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi program. Program berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan melibatkan kelompok pembudidaya ikan, pemuda desa, dan pelaku UMKM lokal.
Kegiatan utama meliputi:
- Pelatihan teknis budidaya ikan sistem biofloc.
- Pendampingan manajemen usaha.
- Pelatihan pemasaran digital.
- Pembentukan kelompok usaha berbasis komunitas.
Pendekatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis praktik langsung. Masyarakat belajar dengan cara “learning by doing”, mulai dari pembuatan kolam biofloc hingga simulasi pemasaran produk secara online.
Hasil Nyata: Keterampilan dan Produktivitas Meningkat
Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek:
Hasil Nyata: Keterampilan dan Produktivitas Meningkat
Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek:
- Keterampilan teknis meningkat: masyarakat mampu mengelola kolam biofloc secara mandiri.
- Produktivitas naik: sistem biofloc berpotensi meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat dibanding metode konvensional.
- Efisiensi biaya: penggunaan pakan menjadi lebih hemat.
- Kemampuan manajerial berkembang: masyarakat mulai memahami pengelolaan usaha secara lebih profesional.
- Adopsi digital marketing: pelaku usaha mulai memanfaatkan media sosial untuk menjual produk.
Menurut tim peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberhasilan program ini. “Ketika masyarakat memahami teknologi dan manajemen usaha, mereka lebih percaya diri untuk mengembangkan bisnis secara mandiri,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial Berkelanjutan
Secara ekonomi, program ini mulai menunjukkan potensi peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha budidaya yang lebih efisien. Sementara secara sosial, terjadi peningkatan solidaritas, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar yang aktif.
Peneliti juga menekankan bahwa keberhasilan ini didukung oleh integrasi tiga faktor utama:
Dampak Ekonomi dan Sosial Berkelanjutan
Secara ekonomi, program ini mulai menunjukkan potensi peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha budidaya yang lebih efisien. Sementara secara sosial, terjadi peningkatan solidaritas, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar yang aktif.
Peneliti juga menekankan bahwa keberhasilan ini didukung oleh integrasi tiga faktor utama:
- Penguatan sumber daya manusia.
- Inovasi teknologi biofloc.
- Strategi pemasaran digital.
Kombinasi ini terbukti efektif dalam menciptakan perubahan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Profil Penulis
Profil Penulis
Dian Candra Dewi – Akademisi Universitas Widyagama, fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Choirul Anam – Dosen Universitas Widyagama, ahli dalam pengembangan komunitas dan pemasaran.
Alfiana – Peneliti Universitas Widyagama di bidang kewirausahaan sosial.
Iva Khoiril Mala – Dosen Universitas Negeri Malang, spesialis ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Sumber Penelitian
Dewi, D. C., Anam, C., Alfiana, & Mala, I. K. (2026). Economic Empowerment of Rural Communities through the Development of Biofloc Fish Farming Based on Human Resource Development and Local Product Marketing Strategies. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 4, 213–224.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.15
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcsSumber Penelitian
Dewi, D. C., Anam, C., Alfiana, & Mala, I. K. (2026). Economic Empowerment of Rural Communities through the Development of Biofloc Fish Farming Based on Human Resource Development and Local Product Marketing Strategies. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 4, 213–224.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.15

0 Komentar