Norma Subjektif dan Keragaman di Tempat Kerja dalam Membentuk Niat Kerja Generasi Z: Peran Moderasi Etika Kerja Islami di Industri Perhotelan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Malang - Keberagaman Tempat Kerja dan Nilai Etis Menjadi Kunci Minat Karier Perhotelan Generasi ZTemuan ini diungkapkan dalam riset Nurul Asfiah dari Universitas Muhammadiyah Malang dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana para pencari kerja muda menilai calon pemberi kerja di industri jasa.

Temuan ini diungkapkan dalam riset
Nurul Asfiah dari Universitas Muhammadiyah Malang menyoroti bahwa 
untuk menarik perhatian angkatan kerja termuda di dunia, industri perhotelan harus mengubah strategi perekrutan.

Pergeseran Demografis dan Tantangan Baru Industri Jasa
Sebagai kelompok yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, Generasi Z kini tumbuh menjadi segmen yang semakin dominan dalam pasar tenaga kerja global, khususnya pada industri yang berbasis pelayanan seperti perhotelan. Sektor perhotelan sangat bergantung pada interaksi antarmanusia dan kualitas layanan secara langsung. Oleh karena itu, kemampuan menarik minat talenta muda yang berkualitas menjadi prioritas strategis bagi keberlanjutan bisnisNamun, para profesional muda sering kali menunjukkan pandangan yang mendua atau ambivalen terhadap karier di bidang perhotelan. Di satu sisi, mereka tertarik dengan peluang keterlibatan sosial yang tinggi. Namun di sisi lain, mereka juga memiliki kekhawatiran nyata terkait kondisi kerja fisik dan keberlanjutan karier jangka panjang di sektor iniUntuk menjembatani perbedaan tersebut, dunia usaha dituntut memahami faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi keputusan karier mereka. Bagi Generasi Z, kompensasi konvensional saja tidak lagi cukup; mereka aktif mencari organisasi yang inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan keyakinan pribadi mereka.

Metodologi Sederhana: Mengukur Ekspektasi Tenaga Kerja Muda
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori untuk menguji hubungan antara pengaruh sosial, karakteristik organisasi, nilai etika, dan intensi kerja. Studi ini mengambil tempat di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia, sebuah wilayah yang dikenal luas sebagai pusat pendidikan sekaligus destinasi wisata yang mengalami pertumbuhan pesat di sektor perhotelan dan jasa.
  • Partisipan: Penelitian melibatkan 150 responden dari Generasi Z yang berdomisili atau sedang menempuh studi di Malang dan memiliki minat berkarier di industri perhotelan.
  • Profil Demografi: Mayoritas responden berada pada rentang usia transisi produktif yaitu 21–24 tahun (68%), dengan komposisi gender yang relatif seimbang antara laki-laki (48,7%) dan perempuan (51,3%).
  • Status Responden: Data dikumpulkan dari mahasiswa tingkat akhir (62%) dan lulusan baru (fresh graduates) dari program studi perhotelan, pariwisata, dan manajemen (38%).
  • Pengumpulan Data: Kuesioner terstruktur disebarkan secara daring menggunakan skala Likert lima poin untuk mengukur persepsi tekanan sosial, inklusivitas tempat kerja, etika kerja, dan minat kerja.
  • Analisis Data: Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui perangkat lunak SPSS.
Temuan Utama: Lingkungan Inklusif dan Keselarasan Moral Memikat Talenta
Hasil analisis empiris menunjukkan bahwa keputusan karier Generasi Z tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk oleh interaksi yang kuat antara validasi sosial dari luar dan penilaian terhadap nilai-nilai internal perusahaan.
  • Keberagaman Tempat Kerja Menjadi Penggerak Terkuat: Persepsi mengenai keberagaman dan inklusivitas organisasi terbukti memiliki pengaruh positif paling dominan terhadap niat melamar kerja, dengan nilai koefisien beta sebesar 0,407. Generasi Z sangat menghargai keadilan, kesetaraan, dan lingkungan multikultural yang memberikan peluang tumbuh sama rata.
  • Pentingnya Validasi Lingkungan Sosial: Norma subjektif yaitu ekspektasi dari keluarga, teman sebaya, dan jaringan media sosial memiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat kerja dengan koefisien beta 0,318. Dukungan sosial yang positif dari lingkaran terdekat secara langsung meningkatkan keinginan mereka untuk terjun ke industri perhotelan.
  • Peran Penguat Etika Kerja Islam (Islamic Work Ethic / IWE): Penelitian berhasil membuktikan bahwa IWE berfungsi sebagai variabel moderasi yang signifikan. Individu yang memegang teguh nilai etika kerja berlandaskan moral dan tanggung jawab spiritual merespons jauh lebih kuat terhadap lingkungan kerja yang beragam (efek interaksi sebesar 0,221) dan dukungan sosial positif (efek interaksi sebesar 0,176).
  • Daya Penjelas Model yang Tinggi: Secara simultan, norma subjektif dan keberagaman tempat kerja mampu menjelaskan 55,9% variasi dari niat kerja Generasi Z di sektor perhotelan, menandakan bahwa model penelitian ini memiliki relevansi statistik yang kuat.
Implikasi Nyata bagi Industri dan Manajemen Sumber Daya Manusia
Temuan dari penelitian ini memberikan panduan strategis yang jelas bagi para manajer sumber daya manusia (HRM), eksekutif perusahaan perhotelan, dan institusi pendidikan. Untuk memenangkan persaingan dalam merekrut talenta terbaik, pelaku industri perhotelan harus mengubah pendekatan komunikasi perekrutan merekaPerusahaan perlu menempatkan komitmen nyata terhadap program keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas di bagian depan kampanye pencitraan pemberi kerja (employer branding). Mengingat Generasi Z sangat terhubung secara digital dan peka terhadap opini lingkungan mereka, perusahaan dapat memanfaatkan advokasi karyawan di media sosial untuk membangun reputasi industri yang bersih dan positifSelain itu, mengintegrasikan prinsip-prinsip etika, transparansi, dan kejujuran ke dalam budaya operasional sehari-hari tidak hanya memenuhi ekspektasi moral pekerja muda, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kenyamanan, keterikatan, dan produktivitas dalam lingkungan pelayanan yang multikultural.

Profil Penulis
Nurul Asfiah adalah seorang akademisi, peneliti, dan staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia. Bidang keahlian dan fokus riset akademisnya berpusat pada manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, etika bisnis, serta strategi pengembangan talenta di sektor industri jasa yang kompetitif.

Sumber Penelitian

Nurul Asfiah (2026). Subjective Norms and Workplace Diversity in Shaping Generation Z's Employment Intentions: The Moderating Role of Islamic Work Ethic in the Hospitality Industry. Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK)Vol. 5, No. 1, Hal. 17-32
DOI: https://doi.org/10.55927/jambak.v5i1.3
URL: https://journaljambak.my.id/index.php/jambak

Posting Komentar

0 Komentar