Integrasi nilai-nilai Islam dalam Strategic Human Resource Management (SHRM) atau manajemen sumber daya manusia strategis dinilai mampu memperkuat ketahanan organisasi dan menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Temuan itu diungkap dalam penelitian Haidilia Maharani, Muhardi, dan Tasya Aspiranti dari Universitas Islam Bandung yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA). Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual baru yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai etika Islam dapat menjadi aset strategis dalam pengelolaan organisasi modern.
Penelitian menyoroti tantangan organisasi modern yang semakin kompleks akibat persaingan bisnis global, perkembangan teknologi, dan tuntutan tata kelola perusahaan yang lebih etis. Dalam situasi tersebut, SHRM dipandang menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan pengelolaan sumber daya manusia dengan tujuan jangka panjang organisasi.
Namun menurut penelitian, banyak teori SHRM modern masih terlalu berfokus pada efisiensi ekonomi, produktivitas, dan performa bisnis semata, sehingga sering mengabaikan dimensi etika dan spiritual yang sebenarnya berpengaruh besar terhadap perilaku karyawan dan keberlanjutan organisasi. Kondisi ini kerap memunculkan kesenjangan antara kebijakan formal perusahaan dengan budaya kerja nyata di lapangan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian mengintegrasikan empat nilai utama Islam ke dalam praktik SHRM, yaitu:
- amanah (kepercayaan dan tanggung jawab),
- adl (keadilan),
- ihsan (keunggulan atau kebaikan terbaik),
- dan shura (musyawarah).
Peneliti menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut membentuk kerangka etika yang tidak hanya mengatur perilaku individu, tetapi juga memengaruhi proses pengambilan keputusan organisasi secara menyeluruh. Integrasi nilai moral dan spiritual dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, komitmen karyawan, dan kualitas tata kelola organisasi.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui systematic literature review (SLR) dan analisis tematik. Peneliti menelaah berbagai publikasi akademik dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang diterbitkan antara 2015 hingga 2026. Dari sekitar 120 artikel awal, sebanyak 35 artikel dipilih untuk dianalisis secara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai Islam berpengaruh terhadap berbagai fungsi utama manajemen SDM, seperti:
- rekrutmen dan seleksi karyawan,
- evaluasi kinerja,
- sistem kompensasi,
- praktik kepemimpinan,
- serta proses pengambilan keputusan organisasi.
Konsep adl misalnya mendorong keadilan dalam proses rekrutmen dan penilaian kinerja, sementara amanah menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi. Di sisi lain, shura memperkuat budaya kepemimpinan partisipatif dan musyawarah, sedangkan ihsan mendorong karyawan untuk mencapai kualitas kerja terbaik.
Penelitian menemukan organisasi yang menerapkan SHRM berbasis nilai Islam cenderung memiliki budaya organisasi yang lebih kuat dengan tingkat kepercayaan, integritas, akuntabilitas, dan rasa saling menghormati yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai membantu memperkuat kohesi internal organisasi sekaligus mengurangi konflik di lingkungan kerja.
Penelitian juga menyoroti pentingnya motivasi spiritual dalam meningkatkan keterlibatan karyawan (employee engagement). Karyawan yang memandang pekerjaannya sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual cenderung memiliki motivasi intrinsik, disiplin, konsistensi, dan komitmen kerja yang lebih tinggi terhadap organisasi.
Temuan penting lainnya berkaitan dengan peran sumber daya tidak berwujud (intangible resources). Penelitian menyebut budaya organisasi, kepercayaan, loyalitas, dan komitmen karyawan sebagai aset strategis yang sulit ditiru pesaing. Dalam perspektif Resource-Based View (RBV), aset tidak berwujud tersebut menjadi faktor utama pembentuk keunggulan kompetitif jangka panjang organisasi.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengembangkan model konseptual yang menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam memengaruhi praktik SHRM, kemudian membentuk sumber daya organisasi tidak berwujud yang akhirnya memperkuat keunggulan kompetitif berkelanjutan. Model ini memperluas teori RBV dengan memasukkan dimensi spiritual sebagai aset strategis organisasi.
Penelitian juga menekankan bahwa dimensi etika dan spiritual seharusnya tidak lagi diposisikan sebagai unsur tambahan dalam manajemen perusahaan. Sebaliknya, manajemen berbasis nilai perlu menjadi bagian dari strategi utama organisasi, terutama di lingkungan masyarakat mayoritas Muslim.
Menurut peneliti, banyak organisasi masih kesulitan mengintegrasikan nilai moral dan spiritual secara sistematis ke dalam kebijakan SDM formal. Akibatnya, sering muncul ketidaksesuaian antara nilai perusahaan dan perilaku karyawan di lapangan. Penelitian ini menilai kerangka SHRM berbasis nilai dapat membantu memperkuat tata kelola etis dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Penelitian merekomendasikan organisasi untuk mulai menerapkan strategi SDM berbasis nilai yang menekankan kepemimpinan etis, transparansi, keterlibatan karyawan, dan motivasi spiritual. Penelitian lanjutan juga disarankan untuk menguji model konseptual tersebut secara empiris pada berbagai jenis organisasi dan sektor industri.
Temuan ini dinilai penting bagi organisasi yang ingin membangun model bisnis berkelanjutan dengan menggabungkan performa kompetitif dan tanggung jawab etis. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai moral dan spiritual dalam strategi organisasi dapat memperkuat ketahanan perusahaan, loyalitas karyawan, dan keberhasilan jangka panjang.
Profil Penulis
- Haidilia Maharani merupakan peneliti yang berafiliasi dengan Universitas Islam Bandung dan Universitas Pamulang dengan fokus kajian Strategic Human Resource Management, manajemen Islam, dan keberlanjutan organisasi.
- Muhardi adalah akademisi Universitas Islam Bandung yang meneliti bidang manajemen strategis, pengembangan organisasi, dan praktik bisnis etis.
- Tasya Aspiranti merupakan peneliti Universitas Islam Bandung yang fokus pada manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan pengembangan organisasi berkelanjutan.
Sumber Penelitian
Maharani, H., Muhardi, & Aspiranti, T. (2026). The Role of Strategic Human Resource Management Based on Islamic Values in Sustainable Competitive Advantage of Organizations. International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4 No. 2, 247–258.

0 Komentar