Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Edukasi Terpadu Tingkatkan Pengetahuan Ibu soal Stunting hingga 19,3 Persen. Pengabdian yang dilakukan oleh Nia Reviani, Stephan Gilchrist,
Cyndi Christine Gultom, Alifa Hasna
Ramadhani Fachly, Robert Kristianto, Eklesia
Stefani Angelina, dan Louise Kartika Indah dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 4 Tahun 2026 menyoroti bahwa pengetahuan ibu menjadi faktor kunci dalam memutus rantai stunting yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Pengabdian yang dilakukan oleh Nia Reviani, Stephan Gilchrist, Cyndi Christine Gultom, Alifa Hasna Ramadhani Fachly, Robert Kristianto, Eklesia Stefani Angelina, dan Louise Kartika Indah dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting.
Stunting Masih Jadi Ancaman Serius
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Secara global, sekitar 149 juta anak balita mengalami stunting. Di Indonesia, meski angka prevalensinya mulai menurun, masalah ini tetap kompleks karena berkaitan dengan berbagai faktor, seperti kemiskinan, pola makan, sanitasi, dan akses layanan kesehatan. Salah satu faktor penting yang dapat diubah adalah pengetahuan ibu. Ibu dengan pemahaman gizi yang baik cenderung mampu memberikan makanan seimbang, menjalankan ASI eksklusif, serta menerapkan pola makan yang tepat bagi anak. Namun, di lokasi penelitian, masih ditemukan kesenjangan pengetahuan. Banyak ibu belum memahami pentingnya kualitas gizi dibanding sekadar rasa kenyang, serta belum optimal dalam praktik pemberian makanan bayi dan balita.
Metode Sederhana, Dampak Nyata
Tim peneliti menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan metode pretest dan posttest. Artinya, pengetahuan peserta diukur sebelum dan setelah program penyuluhan.
Program dilaksanakan dalam beberapa tahap:
Pengabdian yang dilakukan oleh Nia Reviani, Stephan Gilchrist, Cyndi Christine Gultom, Alifa Hasna Ramadhani Fachly, Robert Kristianto, Eklesia Stefani Angelina, dan Louise Kartika Indah dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting.
Stunting Masih Jadi Ancaman Serius
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Secara global, sekitar 149 juta anak balita mengalami stunting. Di Indonesia, meski angka prevalensinya mulai menurun, masalah ini tetap kompleks karena berkaitan dengan berbagai faktor, seperti kemiskinan, pola makan, sanitasi, dan akses layanan kesehatan. Salah satu faktor penting yang dapat diubah adalah pengetahuan ibu. Ibu dengan pemahaman gizi yang baik cenderung mampu memberikan makanan seimbang, menjalankan ASI eksklusif, serta menerapkan pola makan yang tepat bagi anak. Namun, di lokasi penelitian, masih ditemukan kesenjangan pengetahuan. Banyak ibu belum memahami pentingnya kualitas gizi dibanding sekadar rasa kenyang, serta belum optimal dalam praktik pemberian makanan bayi dan balita.
Metode Sederhana, Dampak Nyata
Tim peneliti menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan metode pretest dan posttest. Artinya, pengetahuan peserta diukur sebelum dan setelah program penyuluhan.
Program dilaksanakan dalam beberapa tahap:
- Ceramah edukatif tentang stunting dan gizi seimbang.
- Diskusi interaktif untuk membahas masalah nyata yang dihadapi ibu.
- Demonstrasi praktik seperti penyusunan menu bergizi dari bahan lokal.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Hasil: Pengetahuan Meningkat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok:
Hasil: Pengetahuan Meningkat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok:
- Skor rata-rata pengetahuan naik dari 16,24 menjadi 19,38.
- Terjadi peningkatan sebesar 3,14 poin (19,3 persen).
- Secara statistik, hasil ini signifikan (p < 0,05).
Perubahan juga terlihat pada kategori pemahaman:
- Kategori “baik” meningkat dari 24,4% menjadi 68,9%
- Kategori “kurang” turun drastis dari 28,9% menjadi 4,4%
Temuan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan terpadu mampu meningkatkan literasi gizi secara efektif dalam waktu singkat.
Dampak Lebih Luas bagi Masyarakat
Peningkatan pengetahuan ibu memiliki efek domino terhadap kualitas generasi mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik, ibu dapat:
Dampak Lebih Luas bagi Masyarakat
Peningkatan pengetahuan ibu memiliki efek domino terhadap kualitas generasi mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik, ibu dapat:
- Memberikan ASI eksklusif secara optimal.
- Menyusun menu makanan bergizi untuk anak.
- Mencegah kekurangan gizi sejak dini.
Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi:
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Menekan angka penyakit kronis.
- Mendukung pertumbuhan ekonomi.
Program seperti ini juga dapat menjadi model intervensi bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting.
Profil Penulis
dr. Nia Reviani, M.Kes. Dosen Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. Bidang keahlian: kesehatan masyarakat, gizi, dan promosi kesehatan.
Stephan Gilchrist, Cyndi Christine Gultom, Alifa Hasna Ramadhani Fachly, Robert Kristianto, Eklesia Stefani Angelina. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat berbasis edukasi kesehatan.
Louise Kartika Indah, M.Kes. Akademisi di bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Kristen Indonesia.
Sumber Penelitian
Reviani, N., Gilchrist, S., Gultom, C. C., Fachly, A. H. R., Kristianto, R., Angelina, E. S., & Indah, L. K. (2026). Optimizing Community Nutrition Knowledge in Stunting Prevention Efforts through an Integrated Counseling Program. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 4, halaman 185–194.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.13
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Profil Penulis
dr. Nia Reviani, M.Kes. Dosen Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. Bidang keahlian: kesehatan masyarakat, gizi, dan promosi kesehatan.
Stephan Gilchrist, Cyndi Christine Gultom, Alifa Hasna Ramadhani Fachly, Robert Kristianto, Eklesia Stefani Angelina. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat berbasis edukasi kesehatan.
Louise Kartika Indah, M.Kes. Akademisi di bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Kristen Indonesia.
Sumber Penelitian
Reviani, N., Gilchrist, S., Gultom, C. C., Fachly, A. H. R., Kristianto, R., Angelina, E. S., & Indah, L. K. (2026). Optimizing Community Nutrition Knowledge in Stunting Prevention Efforts through an Integrated Counseling Program. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 4, halaman 185–194.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.13
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar