Menciptakan Media Sosial sebagai Alat Pemasaran untuk Usaha Laundry Kecil dan Menengah di Desa Sanggrahan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Media Sosial Tingkatkan Daya Saing Usaha Laundry UMKM di Yogyakarta. Pengabdian yang dilakukan oleh Arya Gelar Prakoso dan Hasim As’ari dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS)  edisi Vol. 5 No. 4 Tahun 2026 menyoroti bahwa pelaku usaha mampu mengelola promosi digital secara mandiri, sekaligus meningkatkan interaksi dengan pelanggan.

Pengabdian yang dilakukan oleh 
Arya Gelar Prakoso dan Hasim As’ari dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang pasar yang jauh lebih luas dengan biaya yang relatif rendah.

Tantangan UMKM di Era Digital
UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi lokal. Namun, banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi kendala dalam pemasaran, khususnya dalam mengadopsi teknologi digital. Pada sektor laundry, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan metode promosi sederhana seperti rekomendasi dari mulut ke mulut. Akibatnya, jangkauan pasar menjadi terbatas. Kondisi ini mendorong perlunya intervensi berupa edukasi dan pendampingan agar UMKM mampu bersaing di era digital. Media sosial seperti Instagram dan TikTok dinilai sebagai solusi efektif. Platform ini memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas, membangun interaksi langsung, serta memperkuat citra merek dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan metode pemasaran tradisional.

Pendampingan Langsung ke Pelaku Usaha
Program yang dilakukan oleh tim dengan pendekatan praktis. Mereka tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan lapangan melalui beberapa tahap:
  • Survei dan wawancara untuk memahami kondisi awal penggunaan media sosial oleh pelaku UMKM.
  • Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemasaran digital.
  • Pendampingan langsung dalam membuat dan mengelola akun media sosial bisnis.
Evaluasi untuk mengukur dampak program terhadap kemampuan dan aktivitas digital pelaku usaha
Fokus utama program adalah dua usaha laundry di Jalan Nangka III, yaitu Berbinar Laundry dan Pawenang Laundry. Para pelaku usaha diajarkan membuat akun bisnis terpisah dari akun pribadi, serta mengoptimalkan fitur-fitur di Instagram dan TikTok untuk promosi. Pendekatan ini terbukti efektif karena sebagian besar pelaku usaha merupakan ibu rumah tangga dan remaja, sehingga metode fleksibel dan praktis lebih mudah diterapkan dalam keseharian mereka.

Hasil: Konten Lebih Aktif, Pelanggan Bertambah
Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan setelah program pendampingan dilakukan. Pelaku UMKM tidak hanya memahami pentingnya media sosial, tetapi juga mampu menggunakannya secara mandiri.
Beberapa capaian utama meliputi:
  • Peningkatan kemampuan membuat konten promosi seperti foto layanan, proses pencucian, dan hasil akhir.
  • Penggunaan testimoni pelanggan sebagai strategi meningkatkan kepercayaan.
  • Pembuatan konten edukatif sederhana, seperti tips merawat pakaian.
  • Konsistensi dalam mengunggah konten dan berinteraksi dengan pelanggan.
  • Peningkatan respons terhadap pesan dan komentar pelanggan.
Selain itu, terjadi peningkatan interaksi digital, seperti jumlah komentar, pesan langsung, dan keterlibatan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan dengan pelanggan. Tim menegaskan bahwa konten yang relevan dan autentik memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Sementara itu, penggunaan testimoni pelanggan terbukti efektif sebagai “bukti sosial” yang memengaruhi keputusan pembelian.

Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Pemanfaatan media sosial membawa dampak nyata bagi pengembangan usaha laundry di Sanggrahan. Jangkauan pasar menjadi lebih luas, tidak lagi terbatas pada pelanggan sekitar. Selain itu, citra usaha juga menjadi lebih profesional dengan adanya akun bisnis yang terkelola dengan baik. Lebih jauh, peningkatan literasi digital ini memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan yang semakin ketat. Pelaku usaha mulai memahami pentingnya strategi pemasaran digital yang berkelanjutan, bukan sekadar promosi sesaat. Temuan ini juga relevan bagi kebijakan publik, khususnya dalam mendorong transformasi digital UMKM di Indonesia. Program pendampingan sederhana namun terarah terbukti mampu menghasilkan perubahan signifikan dalam waktu relatif singkat.

Profil Penulis
Arya Gelar Prakoso
adalah peneliti dan mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Ia memiliki minat pada pengembangan UMKM dan pemasaran digital.
Hasim As’ari merupakan akademisi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang fokus pada bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas UMKM di era digital.

Sumber Penelitian
Prakoso, Arya Gelar & As’ari, Hasim. 2026. Creating Social Media as a Marketing Tool for Small and Medium-Sized Laundry Businesses in Sanggrahan Village. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 4, hlm. 205–212.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.17
URLhttps://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar