Penelitian yang dilakukan oleh Sri Pare Eni dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa konservasi lingkungan dan realitas ekonomi, konsep ini menjadi model penting bagi pembangunan kota metropolitan yang berkelanjutan
Krisis Ekologi dan Kepadatan Penduduk di Jantung Jakarta
Jakarta mengonsumsi sekitar 65% perputaran uang nasional dan menjadi pusat bagi 80% aktivitas ekonomi di Indonesia
Metodologi: Pendekatan Desain Arsitektur Berbasis Data
Guna menyelesaikan masalah yang saling tumpang tindih ini, penulis melakukan studi kombinasi kualitatif dan kuantitatif selama lima bulan
- Garis Sempadan Bangunan (GSB): Ditetapkan minimal 3 meter
. - Garis Sempadan Sungai (GSS): Ditetapkan batas kliring ketat sepanjang 10 meter dari tepi air
. - Koefisien Lantai Bangunan (KLB): Dibatasi maksimal 2 lantai sesuai zonasi hijau
. - Koefisien Dasar Hijau (KDH): Diwajibkan memenuhi ruang terbuka hijau minimal 45%
.
Berdasarkan hasil analisis data lingkungan dan profil demografi masyarakat, penelitian ini membagi lahan tapak seluas 38.351 meter persegi menjadi ekosistem perkotaan baru yang terintegrasi ke dalam empat zona fungsional
- Zona A: Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Komersil. Zona ini memanfaatkan lahan seluas 8.915 meter persegi untuk membangun 12 blok hunian vertikal setinggi dua lantai yang akan menampung 2,500 warga bantaran sungai
. Keunggulan utama zona ini adalah penerapan tipologi ruko (rumah toko) . Lantai dasar dirancang khusus sebagai ruang usaha, sementara lantai satu berfungsi sebagai tempat tinggal . Konsep ini dirancang untuk melindungi mata pencaharian 5,556 warga yang bekerja sebagai pedagang . Selain itu, Zona A dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terdesentralisasi di sisi utara demi menghentikan pencemaran air daur ulang langsung ke Sungai Ciliwung . - Zona B: Kawasan Komersial & Akomodasi Kapsul Transit. Memiliki luas 8.708 meter persegi, Zona B memaksimalkan potensi strategis tapak yang berada tepat di seberang Stasiun Manggarai sebagai pusat transportasi massal utama Jakarta
. Zona ini memperkenalkan konsep hotel kapsul yang efisien sebanyak 12 bangunan, 18 unit penyewa komersial, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan area komersial ini langsung ke stasiun . - Zona C: Kompleks Perumahan TNI. Mencakup area seluas 7.308 meter persegi, zona ini merupakan kompleks perumahan TNI yang sudah ada
. Area ini sengaja tidak didesain ulang guna menghormati kepemilikan lahan yang sah serta meminimalkan gangguan sosial di lapangan . - Zona D: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) atau Taman Komunitas. Zona terbesar dengan luas 13.420 meter persegi ini didedikasikan penuh untuk menjawab kelangkaan ruang rekreasi
. Menggunakan pola lanskap melengkung (curvilinear), RPTRA ini mengintegrasikan lapangan hijau, lintasan lari (jogging track), kolam dekoratif untuk menurunkan suhu mikro kawasan, serta area khusus bagi pedagang keliling agar tertata rapi .
Kontribusi nyata dari riset Universitas Kristen Indonesia ini adalah pergeseran paradigma dari penggusuran paksa menjadi penataan inklusif
Profil Penulis
Sri Pare Eni adalah dosen senior dan peneliti di Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia
Sumber Penelitian
Sri Pare Eni: Conservation and Revitalization of the Ciliwung Riverbank Area in Manggarai Village, Tebet District, South Jakarta, Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) 2026
DOI:

0 Komentar