Investasi asing dan kebijakan upah minimum terbukti berperan besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Bali. Penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Business Analytics menemukan bahwa Foreign Direct Investment (FDI) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Bali selama periode 2020–2024. Penelitian ini dilakukan oleh Bagas Nurdianto dan Wenny Restikasari dari Universitas Negeri Surabaya.
Penelitian tersebut menyoroti pentingnya PAD sebagai indikator kemandirian fiskal daerah di era desentralisasi ekonomi Indonesia. Bali sebagai salah satu pusat ekonomi nasional yang bergantung pada sektor pariwisata dinilai membutuhkan diversifikasi sumber pendapatan agar lebih tahan terhadap guncangan ekonomi eksternal. Dalam konteks ini, investasi dan kebijakan tenaga kerja menjadi faktor strategis yang memengaruhi kapasitas fiskal daerah.
Data penelitian menunjukkan bahwa selama 2020–2024, nilai investasi asing di Bali meningkat dari Rp4,22 triliun menjadi Rp18,94 triliun. Sementara investasi domestik naik dari Rp5,43 triliun menjadi Rp9,15 triliun. Pada periode yang sama, PAD Bali juga meningkat dari Rp3,06 triliun menjadi Rp6,86 triliun. Peneliti menilai pertumbuhan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara investasi, kebijakan upah, dan pendapatan daerah.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap kabupaten dan kota di Provinsi Bali selama periode 2020–2024. Model analisis terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM), berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- Foreign Direct Investment (FDI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Bali.
- Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD.
- Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap PAD.
- Secara simultan, FDI, PMDN, dan UMK bersama-sama memengaruhi PAD Bali secara signifikan.
Dalam analisis parsial, peningkatan investasi asing sebesar 1 persen diperkirakan mampu meningkatkan PAD sebesar 0,0771 persen. Sementara kenaikan UMK sebesar 1 persen diperkirakan meningkatkan PAD hingga 5,8956 persen. Peneliti menyebut temuan ini menunjukkan bahwa investasi asing dan peningkatan daya beli masyarakat melalui kebijakan upah memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan penerimaan pajak daerah.
Penelitian juga menemukan bahwa PMDN belum memberikan pengaruh signifikan terhadap PAD Bali. Menurut peneliti, kondisi ini terjadi karena investasi domestik masih banyak terkonsentrasi pada sektor yang kontribusinya terhadap penerimaan pajak daerah relatif kecil.
Bagas Nurdianto dan Wenny Restikasari menjelaskan bahwa investasi asing mampu memperluas basis ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan pertumbuhan sektor jasa seperti hotel, restoran, perdagangan, dan pariwisata. Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut kemudian memperbesar basis pajak dan retribusi daerah.
Sementara itu, kebijakan UMK dinilai memiliki dampak besar terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan upah minimum mendorong konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, yang pada akhirnya meningkatkan penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, dan retribusi daerah lainnya.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta kepastian regulasi bagi investor asing maupun domestik. Peneliti juga menyarankan agar kebijakan upah minimum tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.
Temuan ini dinilai penting bagi pemerintah daerah di Indonesia yang sedang mendorong peningkatan PAD dan kemandirian fiskal. Strategi penguatan investasi berkualitas dan kebijakan upah yang seimbang dinilai dapat membantu daerah memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas keuangan daerah secara berkelanjutan.
Profil Penulis
- Bagas Nurdianto- Universitas Negeri Surabaya
- Wenny Restikasari -Universitas Negeri Surabaya
Sumber Penelitian
Nurdianto, B., & Restikasari, W. (2026). The Influence of Foreign Investment, Domestic Investment, and District Minimum Wages on Regional Original Income in Bali Province. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6 No. 2, April 2026, halaman 305–318.

0 Komentar