Kualitas hubungan pertemanan dan tingkat empati terbukti berperan besar dalam menekan perilaku cyberbullying di kalangan Generasi Z. Temuan itu diungkap dalam penelitian Yosy Verahtania, Andik Matulesi, dan Amanda Pasca Rini dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS). Studi ini menemukan bahwa empati menjadi faktor psikologis penting yang menjembatani pengaruh hubungan teman sebaya terhadap perilaku cyberbullying di media digital.
Penelitian dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan teknologi digital di kalangan Generasi Z. Intensitas interaksi daring yang tinggi dinilai turut memicu peningkatan kasus cyberbullying, yaitu tindakan agresif yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan daring, atau platform internet lainnya. Dampaknya tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga psikologis, termasuk stres, kecemasan, dan penurunan rasa percaya diri pada remaja.
Menurut para peneliti, hubungan teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan perilaku remaja. Lingkungan pertemanan yang sehat dan suportif cenderung mendorong perilaku prososial, sedangkan hubungan sosial yang negatif dapat meningkatkan kecenderungan perilaku agresif, termasuk dalam dunia maya.
Selain faktor sosial, penelitian ini juga menyoroti empati sebagai faktor psikologis yang berperan penting dalam mencegah cyberbullying. Remaja dengan tingkat empati tinggi dinilai lebih mampu memahami dampak emosional dari tindakan agresif terhadap orang lain, sehingga lebih kecil kemungkinan melakukan perundungan daring. Sebaliknya, rendahnya empati membuat individu cenderung mengabaikan perasaan korban dan lebih mudah melakukan agresi digital.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 382 responden Generasi Z. Data dikumpulkan melalui skala psikologis yang mengukur hubungan kelompok teman sebaya, tingkat empati, dan perilaku cyberbullying. Seluruh instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum dianalisis menggunakan metode path analysis.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- hubungan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberbullying,
- hubungan pertemanan yang positif meningkatkan tingkat empati remaja,
- empati memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku agresif di media sosial,
- dan empati terbukti menjadi variabel mediasi antara hubungan teman sebaya dan cyberbullying.
Penelitian juga menemukan bahwa remaja yang berada dalam lingkungan pertemanan yang hangat, suportif, dan penuh rasa hormat cenderung memiliki kemampuan empati lebih tinggi. Interaksi sosial yang sehat membantu remaja memahami perspektif orang lain, mengenali emosi, dan mengembangkan sensitivitas terhadap perasaan sesama pengguna media sosial.
Sebaliknya, kelompok pertemanan yang kurang suportif, minim kedekatan emosional, atau memiliki norma agresif dinilai lebih berisiko mendorong perilaku cyberbullying. Penelitian menyebut rendahnya empati dalam kelompok sosial tertentu dapat memperbesar kecenderungan remaja melakukan penghinaan, intimidasi, atau serangan verbal secara daring.
Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh hubungan teman sebaya terhadap cyberbullying tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui mekanisme psikologis berupa empati. Dengan kata lain, hubungan sosial yang positif dapat meningkatkan empati remaja, dan peningkatan empati tersebut kemudian membantu menekan perilaku agresif di ruang digital.
Menurut peneliti, hasil studi ini memperkuat pentingnya pendekatan terpadu antara faktor sosial dan psikologis dalam upaya pencegahan cyberbullying. Program pendidikan, sekolah, maupun lingkungan keluarga dinilai perlu memperkuat kualitas hubungan pertemanan sekaligus mengembangkan kemampuan empati remaja agar ruang digital menjadi lebih aman dan sehat.
Temuan ini dinilai relevan di tengah meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia. Penguatan pendidikan karakter, literasi digital, dan kemampuan empati disebut dapat menjadi strategi penting untuk mengurangi kekerasan verbal serta perundungan daring di kalangan remaja dan pengguna media sosial muda.
Profil Penulis
- Yosy Verahtania - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
- Andik Matulesi - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
- Amanda Pasca Rini -- Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Sumber Penelitian
Verahtania, Y., Matulesi, A., & Rini, A.P. (2026). The Influence of Peer Group Relationships on Cyberbullying, With Empathy as A Mediating Variable in Generation Z. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 4, 474–479.

0 Komentar