Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Kinerja Keuangan dan Reputasi Underwriter Kurangi Risiko Harga Saham Murah Saat IPO di BEI. Temuan ini diungkapkan dalam riset Inekhe Eka Putri dan Vivi Ariyani dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa Fenomena ini sangat dominan karena data menunjukkan bahwa 88,54 persen dari total perusahaan yang melantai di bursa mengalami harga saham perdana yang berada di bawah nilai pasar sebenarnya .
Temuan ini diungkapkan dalam riset Inekhe Eka Putri dan Vivi Ariyani dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menyoroti bahwa panduan krusial bagi para pelaku bisnis dan calon investor agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan menguntungkan .
Membaca Sinyal Pasar: Mengapa Harga Saham IPO Sering Terlalu Murah?
Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk bertransformasi dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik (going public), tujuan utamanya adalah menghimpun modal segar dari masyarakat untuk ekspansi bisnis atau membayar utang . Namun, proses ini sering kali diwarnai oleh ketimpangan informasi (information asymmetry) antara manajemen perusahaan yang mengetahui seluk-beluk internal bisnis dengan calon investor luar yang memiliki informasi terbatas . Untuk menarik minat pembeli dan meminimalkan risiko ketidakpastian, perusahaan sering kali sengaja memasang harga penawaran perdana yang jauh lebih rendah daripada nilai wajar saham saat mulai diperdagangkan di pasar sekunder . Kondisi inilah yang disebut dengan underpricing . Fenomena ini sangat fluktuatif di Indonesia . Sebagai gambaran, aktivitas IPO di BEI sempat mencapai puncaknya pada tahun 2023 dengan rekor 79 perusahaan melantai di bursa, namun angka ini merosot tajam pada tahun 2025 yang hanya mencatatkan 22 perusahaan dari target 66 perusahaan yang dicanangkan oleh otoritas bursa . Untuk menjembatani ketimpangan informasi tersebut, perusahaan harus mengirimkan "sinyal" positif kepada pasar . Sinyal inilah yang diteliti oleh Inekhe Eka Putri dan Vivi Ariyani melalui laporan keuangan dan rekam jejak agen penjual yang tercantum dalam prospektus perusahaan .
Metodologi Penelitian Sederhana
Riset ini menggunakan metode kuantitatif kausal untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel . Para peneliti mengumpulkan data sekunder dari laporan keuangan resmi perusahaan serta daftar peringkat 20 penjamin emisi (underwriter) teratas yang dirilis oleh BEI . Dari populasi awal sebanyak 471 perusahaan, dipilih 427 perusahaan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling dengan kriteria ketat, seperti kelengkapan data dokumen dan penggunaan mata uang Rupiah dalam pelaporan keuangan . Tiga indikator utama yang diuji pengaruhnya terhadap tingkat harga saham murah (underpricing) meliputi:
Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk bertransformasi dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan publik (going public), tujuan utamanya adalah menghimpun modal segar dari masyarakat untuk ekspansi bisnis atau membayar utang
Metodologi Penelitian Sederhana
Riset ini menggunakan metode kuantitatif kausal untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel
- Current Ratio (CR): Alat ukur likuiditas jangka pendek untuk melihat kemampuan perusahaan membayar utang segera
. - Return on Assets (ROA): Alat ukur profitabilitas untuk melihat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total asetnya
. - Reputasi Underwriter: Kredibilitas agen penjamin emisi saham, yang diukur lewat variabel boneka (dummy); angka 1 untuk yang masuk daftar top 20 BEI, dan angka 0 untuk di luar daftar tersebut
.
Riset ini juga menyertakan variabel kontrol berupa usia perusahaan (sejak berdiri hingga IPO) dan ukuran perusahaan (total nilai aset) agar hasil analisis regresi linier berganda yang diproses lewat perangkat lunak IBM SPSS 25 tetap akurat dan tidak terpengaruh faktor luar .
Temuan Utama: Investor Lebih Memilih Prospek Jangka Panjang
Berdasarkan analisis statistik, para peneliti menemukan fakta-fakta mengejutkan yang mengubah cara pandang pelaku pasar modal :
Temuan Utama: Investor Lebih Memilih Prospek Jangka Panjang
Berdasarkan analisis statistik, para peneliti menemukan fakta-fakta mengejutkan yang mengubah cara pandang pelaku pasar modal
- Likuiditas Jangka Pendek (CR) Tidak Diabaikan Investor. Secara tak terduga, hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Current Ratio (CR) sama sekali tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing saham
. Rata-rata CR perusahaan sampel sebenarnya berada di angka 2,572, yang tergolong sangat sehat karena berada di atas standar aman bernilai 2 . Namun, investor cenderung mengabaikan data ini karena CR hanya mencerminkan kondisi keuangan jangka pendek dan terkadang tingginya nilai CR disebabkan oleh aset lancar yang tidak produktif . - Profitabilitas Tinggi (ROA) Terbukti Mampu Menekan Saham Murah. Berbeda dengan CR, Return on Assets (ROA) terbukti memiliki pengaruh negatif yang sangat signifikan terhadap tingkat underpricing
. Ketika perusahaan mampu menunjukkan nilai ROA yang tinggi, investor menangkapnya sebagai sinyal kuat bahwa manajemen sangat efisien dalam mencetak laba . Kepercayaan ini membuat investor berani menebus saham dengan harga yang lebih tinggi dan rasional, sehingga memperkecil peluang harga saham jatuh terlalu murah saat hari pertama perdagangan . - Jasa Underwriter Top 20 Menjadi Sertifikasi Kualitas. Perusahaan yang menggunakan jasa 20 underwriter terbaik di Indonesia terbukti mengalami tingkat underpricing yang jauh lebih rendah
. Sayangnya, data deskriptif menunjukkan baru 34,89 persen perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan agen papan atas ini, sementara 65,11 persen sisanya masih menggunakan agen penjamin emisi non-reputasi karena pertimbangan efisiensi biaya . Padahal, kredibilitas underwriter besar bertindak sebagai penjamin bahwa perusahaan yang dibawa ke bursa telah melalui proses audit yang ketat dan penetapan harga sahamnya sudah mencerminkan nilai wajar pasar . - Perusahaan Berumur Panjang Lebih Dipercaya Pasar. Hasil pengujian sekunder juga menegaskan bahwa faktor usia perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing
. Perusahaan yang sudah lama berdiri dinilai memiliki struktur organisasi yang lebih stabil, operasional yang matang, dan informasi yang lebih transparan di mata publik, sehingga minim risiko ketidakpastian .
Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha dan Kebijakan Publik
Riset ilmiah populer ini membawa implikasi praktis yang besar bagi ekosistem bisnis dan pendidikan keuangan di Indonesia . Bagi para pemilik perusahaan (emiten) skala kecil yang berencana melakukan IPO, mereka kini mengetahui bahwa menjaga stabilitas nilai ROA adalah kewajiban mutlak untuk memikat hati investor . Sementara itu, bagi korporasi berskala besar, investasi biaya untuk menyewa jasa underwriter bereputasi tinggi terbukti bukan pemborosan, melainkan strategi jitu agar nilai kapitalisasi pasar saham mereka tidak terdepresiasi akibat harga perdana yang dipasang terlalu rendah . Dari sisi kebijakan publik, penelitian ini dapat memandu otoritas bursa seperti BEI untuk terus mengedukasi calon emiten mengenai pentingnya transparansi fundamental perusahaan dan penentuan harga yang adil demi menciptakan iklim pasar modal yang semakin sehat dan kompetitif .
Profil Penulis
Profil Penulis
Inekhe Eka Putri, S.M. adalah peneliti utama yang menaruh minat besar pada manajemen keuangan, strategi investasi pasar modal, dan tata kelola perusahaan publik. Ia merupakan akademisi dari Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya .
Vivi Ariyani, S.E., M.M. adalah dosen dan peneliti senior di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang memiliki keahlian mendalam di bidang manajemen keuangan, akuntansi bisnis, analisis laporan keuangan, serta studi perilaku investor di pasar penawaran saham perdana (IPO) .
Sumber Penelitian
Inekhe Eka Putri, Vivi Ariyani (2026). The Relationship Between Financial Performance, Underwriter Reputation and IPO Underpricing. Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi dan Keuangan (JAMBAK). Vol. 5, No. 1, Tahun 2026 (Halaman 33-50)
DOI:https://doi.org/10.55927/jambak.v5i1.6
URL: https://journaljambak.my.id/index.php/jambak
DOI:

0 Komentar