Program edukasi berbasis keluarga dan Posyandu di Desa Bangun Jaya, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting. Penelitian dan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Imam Munandar, Opan Setiawan, Dian Risda Ichamia, Prayoga Bayu Widya Utama, dan Casimiro da Costa dari Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dan dipublikasikan pada 2026 di Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB). Hasil penelitian dinilai penting karena stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan anak terbesar di Indonesia.
Tim peneliti menyoroti bahwa stunting bukan hanya menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika dewasa. Faktor penyebabnya pun beragam, mulai dari kurangnya asupan gizi, pola asuh, sanitasi, hingga rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
Dalam penelitian tersebut, edukasi dilakukan secara partisipatif di Posyandu Desa Bangun Jaya pada Maret 2026. Sebanyak 40 peserta dilibatkan, terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan kader Posyandu. Kegiatan dimulai dengan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan media visual dan diskusi interaktif yang mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari warga. Setelah kegiatan selesai, peserta kembali mengikuti posttest untuk melihat perubahan tingkat pemahaman mereka.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi dilakukan. Nilai rata-rata peserta naik dari 6,9 sebelum kegiatan menjadi 10,7 setelah kegiatan edukasi. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan perbedaan tersebut sangat signifikan secara ilmiah.
Rincian peserta kegiatan meliputi:
- 12 ibu hamil atau 30 persen peserta
- 20 ibu dengan balita atau 50 persen peserta
- 8 kader Posyandu atau 20 persen peserta
Menurut Imam Munandar dan tim peneliti dari Universitas Ngudi Waluyo, pendekatan partisipatif membuat masyarakat lebih mudah memahami materi karena peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dan menghubungkan materi dengan kondisi sehari-hari mereka. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membentuk kesadaran kesehatan keluarga.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya peran kader Posyandu sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Kader yang memiliki pengetahuan memadai dapat membantu menyebarkan informasi kesehatan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu.
Tim peneliti menemukan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukamara sebelumnya telah menjalankan program pendampingan percepatan penurunan stunting sejak 2024 melalui kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Program tersebut melibatkan bantuan transportasi, door prize, hingga kunjungan rumah untuk meningkatkan kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu. Strategi ini dinilai berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat, meskipun partisipasi warga berpotensi menurun setelah program pendampingan berakhir.
Karena itu, peneliti merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat integrasi edukasi kesehatan dalam kegiatan rutin Posyandu. Pelatihan kader secara berkelanjutan dan penyediaan media edukasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat juga dinilai penting untuk menjaga perubahan perilaku kesehatan dalam jangka panjang.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis. Keterlibatan keluarga, edukasi masyarakat, dan penguatan Posyandu menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini. Pendekatan berbasis komunitas seperti ini dinilai dapat membantu pemerintah mempercepat penurunan angka stunting nasional.
Profil Penulis
- Imam Munandar, M.K.M. – Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo
- Opan Setiawan – Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
- Dian Risda Ichamia – Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
- Prayoga Bayu Widya Utama – Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
- Casimiro da Costa – Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
Sumber Penelitian
Munandar, I., Setiawan, O., Ichamia, D. R., Utama, P. B. W., & da Costa, C. (2026). Family-Based and Integrated Health Post (Posyandu) Stunting Prevention Strategies Through Education and Empowerment in Bangun Jaya Village, Sukamara Regency. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 4, April 2026, hlm. 307–314.

0 Komentar