Penelitian yang dilakukan oleh Elysa Akbaria, Lisdiana, dan Deby Chintia Hestiriniah dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka menyoroti bahwa pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi standarisasi pelayanan di tingkat paling bawah
Hambatan di Balik Layanan Administrasi Desa
Sebagai unit birokrasi terdekat dengan warga, Desa Sukajadi menghadapi tantangan berat akibat karakteristik masyarakatnya yang heterogen dengan kebutuhan yang sangat beragam
Memotret Kondisi Lapangan Lewat Pendekatan Sederhana
Untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan objektif, tim peneliti Stisipol Candradimuka menggunakan metode kualitatif deskriptif
Lima Temuan Utama Kualitas Pelayanan di Desa Sukajadi
Berdasarkan analisis data yang objektif, para peneliti menemukan lima poin penting terkait kondisi pelayanan publik di Desa Sukajadi
- Fasilitas Fisik Belum Memadai (Tangibles): Sarana pendukung seperti ruang tunggu, jumlah tempat duduk, sistem antrean, perangkat komputer, dan teknologi informasi di kantor desa masih sangat terbatas
. Hal ini mengurangi kenyamanan warga dan memunculkan kesan bahwa layanan belum dikelola secara modern . - Keandalan Terbentur Beban Kerja (Reliability): Aparat desa sebenarnya mampu menyelesaikan dokumen sesuai prosedur standar
. Sayangnya, akibat jumlah personel yang sedikit dan beban kerja yang tinggi, waktu penyelesaian produk layanan sering kali tidak konsisten dan mengalami penundaan . - Ketanggapan Aparat Meningkat (Responsiveness): Kabar baik terlihat pada aspek kesigapan petugas
. Secara umum, perangkat desa dinilai ramah, mudah dihubungi, dan mau memberikan penjelasan detail terkait prosedur pengurusan administrasi kepada warga yang kebingungan . - Jaminan dan Transparansi Cukup Baik (Assurance): Kompetensi, sikap profesional, dan kemampuan komunikasi aparat dalam memberikan kepastian hukum serta keterbukaan informasi dinilai cukup memuaskan sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya masyarakat
. - Aspek Empati Masih Kaku (Empathy): Pelayanan di lapangan dirasa masih terlalu formal dan kurang personal
. Petugas dinilai belum memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat rentan, seperti kaum lansia atau warga yang memiliki keterbatasan pemahaman terhadap birokrasi .
Rekomendasi Kebijakan: Saatnya Beralih ke Sistem Digital
Penulis menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik memiliki hubungan linier yang sangat kuat dengan kepercayaan masyarakat terhadap legitimasi pemerintah
Profil Penulis
Ahmadi, S.Sos., M.Si. — Pakar di bidang administrasi publik dan manajemen pelayanan lokal, aktif dalam mengkaji dinamika birokrasi tingkat kelurahan dan pedesaan.
Eva Novaria, S.IP., M.A. — Akademisi ilmu pemerintahan dengan fokus kepakaran pada kebijakan publik, tata kelola pemerintahan daerah, serta reformasi birokrasi.
Deby Chintia Hestiriniah, S.Kom., M.M. Peneliti yang mendalami manajemen sumber daya manusia, tata kelola sistem informasi, serta integrasi teknologi digital dalam sektor pelayanan publik
Sumber Penelitian
Ahmadi, Eva Novaria, Deby Chintia Hestiriniah (2026), Service Quality Dynamics in Improving the Quality of Public Services and Community Satisfaction in Sukajadi Village, Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) 2026, Vol. 5, No. 4, Hal. 1115-1124
DOI:
URL:

0 Komentar